PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Gadis cilik tukang bunga


__ADS_3

Hal ini karena dari pengalaman mereka sebelum nya, begitu Yu Ming turun kelaut.


Hasil panen ikan udang kepiting apapun yang menakjubkan akan Yu Ming panen dengan sangat berlimpah.


Saking berlimpah nya, ikan waktu itu, yang diambil hanya ikan bawal putih dan kerapu.


Sisa nya semua ikan di kembalikan kedalam laut, udang dan kepiting pun hanya di pilih yang besar-besar saja.


Yang kecil tidak terlihat, semua di kembalikan lagi kelaut.


Bersama Yu Ming memanen di laut, mereka hanya kebagian tugas menyortir dan makan.


Sisa nya dari awal hingga akhir, cukup Yu Ming seorang yang bekerja.


Saat inipun begitu jaring ikan dan jaring tempat ikan di tangan.


Yu Ming langsung melepaskan pakaiannya, lalu dia terjun masuk kedalam lautan luas seorang diri.


Yu Ming melesat lincah di dalam air, hingga sampai ke dasar laut, cahaya matahari yang bersinar terang di atas.


Memudahkan Yu Ming melihat dengan jelas pemandangan di dasar laut sana.


Yu Ming tidak langsung mengejar dan menangkap ikan yang berseliweran di dasar maupun di permukaan laut sana.


Dia mengamati dan mengincar ikan ikan dan udang besar yang dia inginkan.


Setelah menemukan target yang di cari, Yu Ming menyentilkan jari nya yang berisi energi.pedamg tanpa wujud menyerang target.


"Cusss..!"


Air terbelah, seberkas energi pedang tak terlihat langsung membuat sekumpulan ikan bawal putih.


Melayang miring kehilangan keseimbangan, melayang layang turun kebawah menuju dasar permukaan laut.


Yu Ming segera melesat cepat, menyambar satu persatu ikan bawal putih, yang kehilangan kesadaran, terkena serangan energi pedang tanpa wujud yang Yu Ming lepaskan .


Ikan ikan itu oleh Yu Ming dengan cepat di masukkan kedalam jaring ikan yang dia bawa.


Yu Ming dengan gembira menarget ikan ikan yang dia inginkan.


Setelah puas mengumpulkan ikan, kini Yu Ming berganti menarget udang udang di dasar laut.


Hal ini lebih sulit, karena udang udang naga besar itu, rata rata bila tidak bersembunyi tertutup pasir, tentu mereka akan bersembunyi di balik lubang lubang batu karang dan koral di dasar laut.


Tapi dengan kejelian sepasang matanya, Yu Ming tetap bisa menemukan mahluk itu.

__ADS_1


Yu Ming terus bergerak mencari cari, target yang dia inginkan.


Hingga jaring yang di bawanya penuh .


Yu Ming baru melesat kembali keatas kapal, hasil tangkapannya, Yu Ming serahkan ke anak buah kapal untuk di urus.


Yu Ming sendiri pergi ke bagian belakang kapal untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.


Saat Yu Ming kembali ke bagian depan kapal, untuk berkumpul dengan yang lainnya.


Mereka semua sudah berkumpul di sana, sedang asyik makan sambil memasak ikan dan udang tangkapan Yu Ming .


Ji Lian Hua juga terlihat sedang sibuk mengupas udang dan mengupaskan daging ikan, yang dia kumpulkan di sebuah mangkuk besar.


Melihat kedatangan Yu Ming , Ji Lian Hua segera melambaikan tangannya kearah Yu Ming .


"Ayo kemari Yu Ming ke ke, ini aku sudah bantu kupas kan daging udang dan ikan untuk mu."


Yu Ming sambil tersenyum segera mengambil tempat duduk di sebelah Ji Lian Hua.


"Yu Ming ke ke tangan ku sudah kadung kotor, ini kamu saya suapin aja.."


Yu Ming tentu saja menerima nya dengan senang hati, dia tinggal buka mulut, menerima suapan dari Ji Lian Hua.


Mereka berdua makan dan minum sambil bercanda mesra.


Lalu mereka satu persatu diam diam mundur menjauh dari sana.


Yu Ming dan Ji Lian Hua yang terlalu asik sendiri, mereka tidak terlalu memperhatikan hal itu.


Hingga mereka berdua merasa kenyang, dan melihat kearah sekitar mereka.


Keduanya pun sama sama tertawa, karena baru kini mereka menyadari tempat itu sudah sepi.


Selesai makan dan beberes beres,Yu Ming dan Ji Lian Hua .memilih naik keatas dek kapal yang paling tinggi.


Untuk menikmati udara segar lautan luas, di mana kapal mereka sedang bergerak cepat meninggalkan lokasi di mana Yu Ming sebelumnya turun kelaut menangkap ikan.


Hari hari berlalu dengan cepat, tidak terasa waktu satu bulan berlalu.


Kini kapal besar Yu Ming sedang merapat di dermaga Tian Jin, untuk mengisi bahan keperluan mereka, sebelum mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju Utara.


Semua urusan perbekalan dan segala sesuatu nya di urus oleh paman Luo dan anak buah kapal nya .


Yu Ming dan Ji Lian Hua sendiri boleh di bilang yang paling santai, mereka hanya melancong jalan jalan di kota pelabuhan Tian Jin.

__ADS_1


Melihat keramaian, jalan jalan, hingga akhirnya mereka singgah di sebuah rumah makan menikmati masakan khas daerah Utara.


Daging kaki domba panggang, adalah masakan andalan khas daerah tersebut.


Selain itu Ji Lian Hua juga memesan seekor bebek Bei Jing panggang yang gemuk dan beberapa macam sayuran, sebagai teman minum arak Yu Ming .


Tidak perlu menunggu lama, pesanan mereka sudah diantar oleh pelayan restoran.


Mereka berdua dengan gembira, segera menikmati satu persatu jenis masakan, yang mereka pesan.


Selagi mereka berdua sedang asyik makan sambil mengobrol santai.


Meja mereka tiba tiba di hampiri seorang gadis kecil penjual bunga.


Gadis kecil itu, di tangan nya membawa sebuah keranjang berisi bunga mawar putih.


Begitu tiba di meja Yu Ming gadis itu tanpa memperdulikan respon Yu Ming dan Ji Lian Hua yang menatap kearah nya dengan penuh tanda tanya.


Gadis cilik itu, langsung meletakkan keranjang berisi bunga mawar putih di hadapan Yu Ming dan berkata,


"Kakak, ada orang menyuruh ku, untuk memberikan bunga ini untuk mu."


"Selain itu dia juga menitipkan surat ini, untuk di serahkan secara langsung ke kakak..'


Yu Ming menerima surat yang tersimpan rapi di sebuah sampul surat yang tersegel oleh lilin dengan rapi.


"Dari siapa ini adik kecil..?"


Tanya Yu Ming sambil tersenyum ramah.


Gadis cilik itu menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak tahu kak, aku hanya bertugas mengantarnya.."


"Lainnya aku tidak tahu.."


Ji Lian Hua menatap gadis kecil.itu dengan senyum ramah, dia berkata,


"Adik kecil, apa kamu ingat dengan ciri ciri orang, yang memberikan surat dan menyuruh mu kemari itu..?"


Gadis cilik itu mengangguk pelan dan berkata,


"Dia seorang kakek, berpakaian serba hitam, dengan wajah penuh brewok putih, begitu pula dengan rambutnya. "


Ji Lian Hua menatap Yu Ming ingin tahu pendapat Yu Ming , tapi Yu Ming membalas Ji Lian Hua dengan gelengan pelan, tanda dia juga tidak tahu.

__ADS_1


Ji Lian Hua menatap gadis kecil di hadapannya dan berkata dengan suara lembut,


"Adik kecil apa kamu ada melihat ciri ciri lain, yang mencolok dari kakek yang menyuruh mu kemari ?"


__ADS_2