PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
MENGHADIRKAN WANG WU


__ADS_3

Tanpa bisa di cegah lagi, wajahnya yang gemuk dan lebar langsung mencium lantai batu yang keras.


Hasilnya sudah bisa di prediksi, wajahnya langsung babak belur, melebihi petinju kelas menengah yang bertarung selama 15 ronde.


Hidungnya yang gemuk melesak kedalam, darah membasahi hidung dan mulut, sehingga sudah tidak bisa dibedakan dari mana asalnya.


Dahi benjol sebesar telur bebek, sehingga jidatnya mirip ikan Luo Han.


Wajahnya kotor bercampur debu pasir, dan airmata yang bercucuran dari kedua matanya.


Dengan susah payah akhirnya dia bisa bangkit untuk duduk.


Wajahnya yang menyeramkan seperti berganti rupa, membuat orang yang berdiri di sekitarnya, tidak ada satupun yang berani mendekat.


Selain duduk bodoh menangis dan merintih menahan nyeri di wajah, dan pergelangan tangan serta pundaknya yang terkilir.


Tidak ada lagi yang dapat dia lakukan.


Kini dia baru benar benar kapok dan menyesal telah menghadang Yu Ming.


Kini dia baru teringat dengan nasehat dari Ji Lian Hua tempo hari.


Dia terlalu menindas, anjing yang kejepit, akhirnya anjing itu mengigit balik, kini dia jadi korban anjing biadab itu.


Umpat Si gendut Fei Fei dalam hati.


Sedangkan Yu Ming, dia sudah tidak lagi terlihat di sana.


Dia kini sudah berada di dalam ruangan, pelatihan murid senior Thian Cien Pai .


Kedatangan Yu Ming secara tiba-tiba, dan cenderung nekad. Membuat semua yang berada di dalam ruangan tersebut merasa heran dan agak tidak menyangka nya.


Thian Cien Sen Ni mengerutkan alisnya, dia menatap tajam kearah Yu Ming dan berkata,


"Kamu tidak menjalankan tugas mu, malah datang kemari, apa yang kamu kehendaki di sini..?"


"Apa kamu sudah lupa dengan peringatan ku tempo hari..? atau kamu merasa kulit dan daging mu gatal..?"


Tanya Thian Cien Sen Ni dengan suara sedingin es.


Yu Ming membalasnya dengan senyum tenang dan berkata,


"Salam bibi guru, kedatangan ku hari ini adalah untuk menantang duel ulang dengan nya.."


Yu Ming menunjuk kearah Ji Lian Hua, tapi matanya beradu tatap dengan Thian Cien Sen Ni, tanpa rasa takut sedikitpun.


Thian Cien Sen Ni di dalam hati juga sedikit kaget oleh keberanian Yu Ming.


Andai dia tahu siapa Yu Ming sebenarnya di kehidupannya sebelum ini.(LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT)


Tentu dia tidak akan heran lagi, apalah artinya dirinya di mata seorang Putra Penguasa Alam Semesta.

__ADS_1


Bila di bandingkan Dewa Matahari , Kaisar Langit, Dewa Agung dan Buddha 4 penjuru.


Tentu saja Thian Cien Sen Ni jelas bukan apa-apa di mata Yu Ming.


Bila kekuatan Yu Ming masih ada, hanya dengan satu sentilan jari saja, itu sudah lebih dari cukup bagi Yu Ming, untuk membuat nya tersungkur mencium tanah.


"Dengan posisi mu saat ini, apa yang bisa kamu pertaruhkan untuk tantangan duel ulang .?"


Tanya Thian Cien Sen Ni sambil tersenyum mengejek.


Yu Ming tetap menanggapinya dengan senyum tenang dan berkata,


"Apapun yang kamu kehendaki, aku akan memenuhinya.."


"Bagaimana..?"


Tanya Yu Ming balik sambil tersenyum.


Thian Cien Sen Ni langsung mengeluarkan suara tawa melengking nya.


"Ha. ha..ha..ha..!"


"Kamu ini sungguh lucu, berani berbicara besar.."


"Apa kamu tahu, apa yang menjadi keinginan ku, ? sehingga aku tertarik untuk bertaruh dengan mu..?"


Tanya Thian Cien Sen Ni sambil memberikan tatapan mata merendahkan.


Hal ini tentu saja membuat Thian Cien Sen Ni merasa senewen sendiri, dengan wajah kesal Thian Cien Sen Ni kembali melanjutkan berkata,


"Hei bocah dengar baik baik, yang aku mau hanya guru mu, si tua Bangka Wang Wu yang bisa penuhi.."


"Bukan kamu,.. jadi kamu tidak berhak berbicara di sini.."


"Bila tahu arah, segera lah menggelinding pergi dari hadapan ku.."


"Jangan menunggu ku turun tangan, kamu pasti akan menyesal.."


Ucap Thian Cien Sen Ni sambil memberikan tatapan mata penuh ancaman.


Tapi Yu Ming tidak gentar sedikitpun, dia dengan tenang berkata,


"Bibi guru boleh katakan saja, bila perlu hadirkan guru ku kemari.."


"Aku yakin apapun keputusan ku, dia pasti akan mendukung ku.."


Thian Cien Sen Ni tersenyum sinis dan berkata,


"Baik,.. bila itu mau.."


"Hua er panggil si tua Wang kemari, katakan saja aku ada perlu dengan nya.."

__ADS_1


Ji Lian Hua segera melangkah maju memberi hormat kearah gurunya dan berkata,


"Baik guru."


Sebelum pergi, dia sempat melemparkan tatapan mata penuh teguran dengan ekspresi wajah sedikit cemas di tujukan ke Yu Ming.


Yu Ming tahu itu, tapi dia berpura-pura tidak melihatnya, karena dia tidak mau Ji Lian Hua terbawa bawa dalam perseteruan diri nya dengan gurunya.


Suasana di dalam ruangan menjadi hening, setelah Ji Lian Hua pergi menjemput Wang Wu untuk hadir di tempat tersebut.


Thian Cien Sen Ni terus menatap kearah Yu Ming, sedangkan Yu Ming bersikap santai, seolah olah tidak pernah terjadi apapun yang perlu dia risaukan.


Thian Cien Sen Ni di dalam hati menjadi semakin heran dengan respon yang Yu Ming tunjukkan.


Sesaat kemudian Wang Wu dan Ji Lian Hua, terlihat sudah kembali hadir di dalam ruangan tersebut.


Wang Wu sedikit heran melihat Yu Ming berada di sana.


Tapi sebagai orang berpengalaman dia tidak berkata apa-apa.


Juga tidak menegur, ataupun menanyakan alasan Thian Cien Sen Ni memanggilnya.


Dia hanya berdiri diam di sana, menunggu kira kira apa yang akan di sampaikan oleh Thian Cien Sen Ni dan Yu Ming di dalam ruangan tersebut.


Thian Cien Sen Ni segera menatap kearah Wang Wu dan berkata,


"Si tua Wang,.. murid mu datang kemari ingin menantang duel ulang..."


"Dia juga menantang ku mengajukan syarat.."


"Aku memanggil mu kemari agar mendengar langsung syarat ku, bila kamu setuju.."


"Maka duel ulang boleh di selenggarakan .."


"Tapi bila kamu tidak setuju, maka aku akan menghukum nya dengan berat, karena dia kembali berani berbuat onar dan berbicara sembarang di tempat ku.."


Ucap Thian Cien Sen Ni tegas.


Wang Wu mengangguk tenang dan berkata,


"Silahkan saja buka syaratnya, aku siap mendengarkan.."


Thian Cien Sen Ni tersenyum sinis dan berkata,


"Syarat ku mudah saja, asal dia kalah sekali lagi.."


"Maka kalian berdua akan menjadi budak seumur hidup di sini."


"Kalian berdua tidak akan ada lagi peluang, untuk mengajukan duel ulang, atau duel apapun juga, untuk kebebasan kalian.."


Wang Wu menatap kearah muridnya, melihat Yu Ming mengangguk kearahnya dengan tatapan mata penuh keyakinan.

__ADS_1


__ADS_2