PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Jia Qi


__ADS_3

Ji Lian Hua sedikit berjinjit, berbisik di samping telinga Yu Ming .


Yu Ming segera mengangguk, lalu sambil menatap kearah pria brewok itu,


Yu Ming segera berkata,


"Sekarang aku ingat Pemuda belia yang membawa pedang besar Jia ke dari gunung Altai.."


"Ya,.. aku memang pernah bertemu dengan nya di kota pelabuhan wilayah kelompok sorban merah.."


"Kalau boleh tahu paman ini siapa dan ada keperluan apa menghadang perjalanan kami..?"


Pria brewok itu tertawa dingin dan berkata,


"Jia ke itu putra ku, dia memang nakal dan suka cari menang sendiri.."


"Tapi dosa itu tidak perlu sampai harus merengut nyawa nya.."


"Ini agak sedikit berlebihan.."


"Bila hal ini aku Jia Qi tidak turun tangan, tentu aku akan di tertawakan dan di salahkan orang sedunia.."


"Nyali kecil takut masalah.."


"Kini aku sudah di sini, aku memberi mu pilihan satu kamu boleh berlutut minta maaf dan memotong leher mu di sini.."


"Dua kamu dan aku akan tentukan lewat hukum dunia persilatan, siapa yang menang, ucapan nya yang akan di hitung.."


Yu Ming menunggu hingga ucapan Jia Qi selesai, dia baru berkata,


"Paman tunggu dulu, sebelum kita mulai, setidaknya dengar dulu penjelasan ku.."


Pria brewok itu tertawa keras yang menggunakan tenaga Chi di dalam suaranya.


Sehingga orang di sekitar tempat itu tidak ada yang sanggup bertahan.


Semua orang yang ada di sekitar sana, pada melarikan diri ketakutan.


Mereka sadar tempat itu, sebentar lagi akan menjadi arena pertarungan yang mengerikan.


Jadi semua orang langsung memilih menyingkir lebih dulu, sebelum keributan di mulai.


Bahkan banyak yang segera meringkas gerobak ataupun lapak dagangan mereka, lalu mereka buru buru bawa pergi menjauh dari sana.


Tidak butuh waktu lama, jalan yang tadinya ramai, kini terlihat sepi seperti kuburan.


Deretan rumah dan toko di tempat itu, semuanya menutup pintu rapat rapat.


Semua orang memilih bersembunyi di dalam rumah mereka masing masing.


Tidak ada yang berani mencoba keluar dari rumah, bahkan sekedar mengintip dari balik pintu pun mereka takut takut.


Sebagian bahkan mengajak keluarga mereka bersembunyi di dalam kamar, saling berpelukan tidak berani bersuara.


Di jalan yang kini terlihat sepi bagaikan kuburan, terdengar Jia Qi berkata, setelah dia menutup suara tawanya.


"Apalagi yang mau kamu jelaskan,?" fakta di depan mata.."

__ADS_1


"Yang paling jelas adalah putra ku telah mati, orang mati tak mungkin bisa di hidupkan kembali.."


"Cepat katakan jangan buang waktu ku lagi..!"


Ucap Jia Qi mulai terlihat tidak sabar.


Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata,


"Paman ketahuilah kami berdua memang pernah bertemu dan melakukan duel dengan putra mu Jia Ke.."


"Aku waktu itu hanya menotoknya saja, aku sama sekali tidak membunuh nya.."


"Adalah orang orang sorban merah yang menjadi teman pergaulannya yang membawa dia pergi.."


"Totokan ku, 24 jam akan terbuka sendiri, jadi tidak mungkin dia bisa kehilangan nyawa.."


"Bila bukan kelompok sorban merah itu yang membunuhnya.."


"Jadi bila ingin jelas harusnya paman telusuri ke kelompok sorban merah.."


"Bukan ke aku, ini jelas salah alamat.."


Ucap Yu Ming mencoba untuk berbicara baik baik dengan Jia Qi


Jia Qi menanggapinya dengan senyum dingin dan berkata,


"Anak muda kamu jangan lagi cari cari alasan.."


"Wu Ti dia sudah mati di tangan mu, semua orang juga tahu itu."


"Anggota sekte itu, mereka kini sudah bubar total, petinggi sekte juga sudah tewas ditangan kalian berdua.."


"Kamu menyuruhku untuk mencari nya, kamu ingin aku mencari mereka ke neraka..!?'


"Bercanda kamu..!"


Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata,


"Orang mati memang tidak bisa menjadi saksi, baiklah bila paman ingin duel aku akan melayani paman.."


"Tapi sekali lagi aku ingatkan ke paman, selama paman ada keinginan mencarinya, aku yakin pasti ada jalannya.."


"Saksi peristiwa itu pasti masih ada, dan pelaku sebenarnya, saat ini, dia justru sedang bebas berkeliaran dan menertawai kebodohan perkelahian kita hari ini."


Ucap Yu Ming sekali lagi mencoba mengingatkan.


Jia Qi menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Baiklah aku telah mengerti maksud mu.."


"Mari kita duel sekarang.."


"Bila aku kalah dan beruntung hari ini tidak mati di tangan mu, maka aku akan ingat kata kata mu tadi.."


"Bila aku beruntung menang dari mu, aku akan pergi cari buktinya.."


"Bila bukan kamu pelakunya, setiap tahun di hari ini, aku akan kemari menyembahyangi mu dan meminta maaf atas kejadian hari ini.."

__ADS_1


Yu Ming tersenyum pahit, lalu dia menoleh ke arah Ji Lian Hua dan berkata,


"Hua er kamu ke pinggir saja dulu, tempat ini berbahaya bagi mu.."


Ji Lian Hua mengangguk dan berkata,


"Kamu hati hatilah.."


"Aku menunggu mu.."


Yu Ming tersenyum lembut mengangguk dan berkata,


"Aku tahu.."


Selesai berpesan ke Ji Lian Hua Yu Ming kembali menatap kearah Jia Qi dan berkata,


"Hari ini aku dinomor tujuh Wu Ming memohon pengajaran dari si nomor 5.."


"Silahkan.."


Jia Qi menarik keluar sebuah bungkusan kain merah yang tergantung di punggung nya.


Begitu energi'nya di hentakan segera kain pembungkus meledak hancur berkeping-keping.


Muncul sebatang pedang hitam besar berbentuk unik, pedang hitam tidak sebesar miliki Jia Ke putranya.


Tapi sudah terhitung cukup besar dan jauh lebih panjang dari pedang biasa.


Badan pedang juga jauh lebih lebar dan tebal, gagang pedang ada pelindung bagi tangan yang melindungi tangan orang yang memegang pedang tersebut.


Pelindung tangan adalah bagian dari penghubung antara badan pedang, gagang pedang, dan pelindung tangan yang di buat senyawa tanpa sambungan .


"Pedang bagus.."


Ucap Yu Ming sambil mengeluarkan pedang Xuan Yuan di tangan kanannya.


Jia Qi tersenyum dan berkata,


"Pedang mu juga tidak buruk.."


"Lihat pedang..!"


Selesai berkata, Jia Qi langsung terbang bersama pedangnya, memberikan satu tusukan cepat kearah dada Yu Ming .


Yu Ming tetap diam di tempat, menunggu hingga pedang yang diselimuti kabut hitam mendekatinya.


Dia baru bergerak menghindar dengan memiringkan badannya, begitu pedang lewat di sampingnya.


Yu Ming tiba tiba merubah cara pegang gagang pedang nya.


Gagang pedang di pegang secara terbalik, dengan badan dan ujung pedang menghadap kebawah, ujung gagang menghadap keatas.


Dengan cara pegang pedang seperti ini, Yu Ming setelah menghindari serangan Jia Qi.


Dia dengan gerakan cepat bisa membalas menebaskan pedangnya kearah leher Jia Qi.


Sambil saling berpapasan cepat dengan Jia Qi.

__ADS_1


Tapi Jia Qi juga tidak lemah, dia menyambut serangan cepat itu dengan memiringkan kepalanya kearah berlawanan dengan datangnya sabetan cepat tersebut.


__ADS_2