PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
JENDRAL COA


__ADS_3

Yu Ming dan Yang Ni setelah di antar kedalam kamar, mereka yang terletak bersebelahan.


Keduanya pun memilih untuk tidak berkeluyuran keluar dari dalam kamar.


Karena mereka sadar, tuan rumah sedang berduka cita.


Mereka semua pasti sedang sibuk menyiapkan acara prosesi sembahyang untuk putri kedua mereka.


Menjelang sore, mereka bertiga yang mendapatkan kunjungan dari Min Min mereka baru berkumpul ngobrol makan bersama sejenak.


Setelah Min Min pergi, mereka masing masing pun kembali ke kamar masing masing.


Sepanjang malam hingga pagi semua berjalan aman dan tenang.


Baru pada keesokan paginya.


Saat prosesi pemakaman akan di mulai, suasana duka cita dan tangis sedih di kediaman itu mulai terdengar.


Thio Sin Bu terlihat berdiri dengan wajah berduka sambil memeluk istrinya yang menangis sedih di dalam pelukan suaminya.


Min Min juga terlihat tertunduk sedih menangis tanpa suara.


Hanya kedua pasangan yang pandai sandiwara itu yang terlihat menangis dan meratap paling kencang.


Seolah-olah ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa mereka lah yang paling berduka.


Padahal bila bukan karena mereka kejadian ini juga tidak bakal terjadi .


Min Min sesekali hanya melirik sinis kepada kedua pasangan bajingan yang pandai bersandiwara itu .


Yu Ming dan Yang Ni yang sudah pernah mendengar cerita dari Min Min .


Mereka memilih bersikap netral, karena ini adalah masalah internal keluarga tuan rumah.


Mereka orang luar hanya bisa memberi penilaian di dalam hati, mereka tidak bisa ikut komentar apalagi ikut campur.


Jadi paling tepat adalah mereka memilih diam dan menjadi pengamat saja.


Selama mereka tidak bertindak kelewat batas terhadap keselamatan Min Min.


Yu Ming juga tidak ada niat untuk ikut campur masalah internal keluarga itu.


Setelah acara prosesi pemakaman selesai, para tamu yang hadir sudah membubarkan diri.


Yu Ming dan Yang Ni pun mengikuti rombongan Thio Sin Bu, kembali ke rumah.


Di rumah kediaman Thio Sin Bu diadakan perjalanan makan keluarga.


Di mana yang hadir adalah keluarga dan teman teman dekatnya saja.


Yu Ming dan Yang Ni juga ikut berbaur di sana satu meja dengan Min Min dan kedua pasangan bajingan itu.


Mereka berdua mungkin karena tadi menangis paling kencang, kini mereka berdua adalah yang terlihat paling lapar berat.

__ADS_1


Apapun yang datang pasti mereka habisi tanpa sisa, sambil makan mereka mengobrol dan bercanda dengan tamu lain.


Seolah olah semua kesedihan yang mereka tunjukkan sebelum nya. kini telah hilang tertelan angin, lenyap tak berbekas.


Min Min terlihat kesal tapi dia tidak berkata apa-apa, hanya menunduk saja.


Malas melihat tingkah pola kakak dan kakak iparnya yang setali tiga uang itu.


Yu Ming dan Yang Ni yang berada di dalam suasana canggung, mereka berdua kembali memilih untuk diam.


Puncak masalah mulai muncul saat ada salah satu tamu semeja yang secara tidak sengaja bertanya,


"Apa yang sebenarnya terjadi ? mengapa nona kedua yang masih begitu muda bisa pergi begitu cepat..?"


Mendengar pertanyaan tersebut, kakak Min Min langsung menjawabnya.


"Semua berawal dari dua ini nih, tidak penurut dan keras kepala.."


"Suka menuruti kemauan sendiri karena terlalu di manja oleh ayah ."


"Dia mengajak kakaknya menemaninya kabur dari rumah.."


"Lihatlah akibatnya, lihatlah kekacauan yang dia timbulkan.."


"Aku benar benar bingung dengan jalan pikiran mereka berdua.."


Keluh kakak Min Min sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


Tiba tiba lelaki tak berguna nya itu ikut menyambungnya.


"Kalian semua pasti kenal lah, siapa di kota Lin Zi ini, yang tidak kenal dengan Jendral Coa..?"


Ucap kakak ipar Min Min penuh semangat.


Semua orang yang hadir di sana memang tahu, siapa yang tidak tahu..


Jendral Coa adalah jendral paling korup dan paling berkuasa di kota Lin Zi.


Tapi tidak ada yang berani melawannya, karena dia memilki kekuasaan besar.


Tapi akibat tindak semena menanya kesemua orang, dia dapat karmanya..


23 tahun menikah dengan total 12 istri tidak ada yang memberinya anak..


Baru pada gadis ke 13 yang merupakan istri yang di nikahi putra pertamanya yang idiot.


Di malam pernikahan putranya itu, posisi putra nya di gantikan oleh Jendral Coa.


Dari hasil memperkosa gadis yang harusnya menjadi menantunya itu.


Dia malah mendapatkan sepasang putra kembar..


Tapi sayangnya sepasang putra kembar nya itu tidak normal..

__ADS_1


Alias tumbuh besar menjadi dua orang pemuda idiot..


Kepada dua orang putra idiot nya inilah, kakak ipar Min Min yang bajingan kelas kakap itu, ingin menjodohkan kedua adik iparnya..


Thio Sin Bu dan kedua istrinya sebenarnya tidak setuju, tapi di lain sisi mereka juga takut menyinggung Jendral Coa.


Makanya mereka memilih diam, tidak berani menegur menantu mereka, yang bekerja sebagai bawahan Jendral Coa itu.


Tapi Min Min dan kakak keduanya, mereka tentu tidak bersedia.


Makanya mereka memilih kabur dari rumah.


Sampai di sini, kakak ipar bajingan Min Min, masih belum mau berhenti mengoceh.


Dia masih meneruskan berkata, yang semakin kelewatan.


"Tapi mereka ngotot tidak mau.."


"Mereka pilih kabur.. lihatlah akibatnya,.. di nodai orang kan sampai mampus.."


"Dasar memalukan.."


Ucapan terakhir ini sungguh kelewatan Min Min Sudah tidak bisa menahan diri lagi.


Dia segera bangkit berdiri menjura kesemua nya dan berkata,


"Maaf saya permisi duluan.."


Yu Ming dan Yang Ni pun ikut bangkit berdiri, mereka memberi hormat kesemuanya.


Lalu segera menyusul Min Min meninggalkan meja tersebut.


Tapi baru saja mereka hendak pergi, dari arah pintu masuk terlihat melangkah masuk seorang pria paruh baya berpakaian mentereng.


Di belakang nya mengikuti dua orang pemuda idiot yang di layani oleh beberapa orang pelayan.


Pemuda idiot pertama terlihat bercucuran ingus dari lubang hidungnya.


Harus terus di bantu di hapus oleh pelayan yang bertugas menjaga dan mengawasinya.


Pemuda idiot kedua juga tidak kalah parah dari pemuda idiot pertama.


Hampir mirip dengan kakaknya, bedanya dia terus mengalirkan air liur menetes netes dari sudut bibirnya.


Air liurnya terus dibantu di hapuskan oleh pelayan yang menjaganya.


Sepasang mata pemuda kedua itu terus menatap kearah dada Min Min dengan tatapan mata cabul.


Melihat kedatangan jendral Coa, kakak ipar bajingan Min Min dengan gaya menjijikkan segera berlari menghampiri Jendral Coa dengan tubuh di bungkuk bungkukkan dia berkata dengan suara sangat gembira,


"Selamat datang,.. selamat datang.. silahkan masuk.. silahkan.. Jendral..."


"Istri ku,.. cepat ..!"

__ADS_1


Ucap kakak ipar Min Min memberi kode pada istrinya.


Agar pergi menahan Min Min agar tidak pergi dan kembali duduk satu meja bersama Jendral Coa dan kedua putra idiot nya itu.


__ADS_2