PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Ikan duyung


__ADS_3

Keesokan paginya saat matahari mulai terbit, di.mana laut sedang dalam keadaan paling tenang.


Kapal yang membawa Yu Ming, Ji Lian Hua dan rombongannya. Mulai bergerak meninggalkan pulau eksotis, yang sangat aman dan menyenangkan itu.


Mereka kembali melanjutkan perjalanan mencari sebuah pulau yang Yu Ming tunjukkan sesuai dengan gambaran yang di berikan oleh roh hitam gaib.


Mereka bergerak melewati pulau terbesar, di mana gunung Fu Ji yang tinggi dan besar dengan puncaknya selalu di selimuti oleh lapisan salju itu, terlihat berdiri gagah di pulau tersebut.


Pulau yang mereka tuju adalah sebuah pulau yang terlihat di penuhi hutan lebat, sehingga dari kejauhan pulau itu terlihat hijau kehitaman sangat menyeramkan dan terlihat agak angker.


Di bagian tengah pulau terlihat sebuah gunung hitam, dengan bagian puncaknya terlihat merah tandus.


Pulau angker itu terletak persis di belakang pulau terbesar di mana gunung Fu Ji berdiri.


Pulau itu tidak ada pantainya, seluruh pulau di kelilingi oleh tebing tinggi dan gugusan batu karang tajam.


Paman Luo sebelum berhasil membawa kapalnya mendarat di pulau tersebut.


Dia harus berputar putar cukup lama, mengelilingi pulau tersebut untuk mencari tempat pendaratan yang aman.


Di saat dia hampir putus asa, salah satu anak buah kapalnya memberitahu paman Luo.


Bahwa dia.melihat sebuah celah tebing yang mirip gua besar, di bagian timur pulau.


Mengikuti petunjuk dari anak buah kapal yang melakukan pengamatan dari puncak menara pengawas diatas kapal.


Paman Luo berusaha membawa kapalnya berputar balik kearah timur.


Sesuai petunjuk dari anak buahnya, yang terus memberi pengarahan dari puncak menara pengawas.


Paman Luo akhirnya berhasil menemukan celah yang di maksud oleh anak buahnya itu.


Dengan hati hati paman Luo membawa kapal nya bergerak pelan pelan melewati gugusan batu karang tajam, yang banyak di temukan di jalan menuju celah tebing terjal.


Semua orang bekerja keras membantu paman Luo, agar kapal mereka bisa melewati gugusan batu karang yang berjejer di tempat itu dengan aman.


Cuaca yang bagus, ombak laut yang sedang tenang, sangat membantu kapal mereka bergerak dengan stabil melewati gugusan batu karang yang menghadang perjalanan mereka.


Yu Ming dan Ji Lian Hua mereka bersikap santai, agar tidak menganggu kinerja paman Luo dan anak buahnya.

__ADS_1


Kapal meski bergerak dengan lambat dan hati hati, tapi sedikit demi sedikit akhirnya mereka berhasil keluar juga dari kepungan gugusan batu karang tajam.


Setelah melewati gugusan batu karang, kini kapal mereka mulai memasuki perairan tenang yang terletak di bawah celah tebing.


Di katakan celah mungkin sedikit mirip dengan sebuah Goa raksasa yang terletak di bawah tebing pulau itu.


Goa besar itu sebagian terendam air laut, sehingga bisa di lewati oleh kapal Paman Luo.


Kapal terus bergerak menelusuri terowongan panjang, besar, luas, dan sangat dalam itu.


Semakin dalam.memasuki terowongan tersebut keadaan penerangan semakin minim.


Hal ini karena sinar matahari tidak bisa menjangkau sampai ke bagian dalam terowongan.


Untuk itu, Paman Luo, segera memerintahkan anak buahnya untuk menyalakan lampu penerangan dari kapal mereka.


Tidak di nyalakan masih baik, begitu di nyalakan, para anak buah kapal yang berada di tepi perahu.


Semua berdiri diam mematung tidak bergerak, mereka seperti terhipnotis, terus menatap ke arah permukaan air di samping kapal dengan tatapan mata seperti orang kehilangan akal warasnya.


Apa yang mereka lihat adalah di dalam air yang bening dan jernih, seperti air kolam renang.


Terlihat sedang berenang kesana kemari, dengan santai. Sambil memberikan senyuman memikat.


Mereka terus melambaikan tangan mereka, kearah anak buah kapal yang sedang terpesona oleh pemandangan yang mereka lihat di bawah sana.


Para gadis itu memberi kode agar para anak buah kapal itu, agar terjun kedalam air, untuk bergabung dengan mereka.


Beberapa anak buah kapal mulai melompat kebawah, masuk kedalam air.


Tapi begitu mereka masuk kedalam air, gadis gadis jelita yang mereka lihat langsung berubah menjadi manusia duyung dengan wajah menyeramkan gigi runcing runcing.


Mereka langsung bergerak cepat, menarik para anak buah kapal yang terjun kedalam air.


Menyeret nya tenggelam kebawah sana dan mereka segera di keroyok oleh manusia ikan duyung berwajah menyeramkan itu untuk di jadikan mangsa.


Tapi meski kejadian mengerikan itu telah terjadi dibawah sana, para anak buah kapal yang menatap kearah permukaan air di bawah sana.


Mereka satu persatu seperti orang bodoh tetap saja ikut melompat menyusul rekan mereka yang sudah tewas di bawah sana.

__ADS_1


Paman Luo yang melihat hal ini, langsung berteriak panik, meminta mereka jangan lihat ke permukaan air dan segera mundur menjauhi bagian tepi kapal.


Tapi syara teriakan nya, seolah olah tidak terdengar oleh anak buahnya yang berada di bagian tepi kapal.


Mereka tetap saja nekad, memilih untuk melompat kebawah sana.


Yu Ming dan Ji Lian Hua yang mendengar suara teriakan panik Paman Luo dan beberapa anak buah kapal, yang sedang tidak berada di bagian tepi kapal.


Mereka berdua segera merespon cepat, dengan bergerak secepat kilat, menotok dan menarik anak buah kapal yang hendak terjun kebawah, kembali kebagian tengah perahu .


Yu Ming sendiri setelah berhasil, menarik mereka kembali.


Dia kini melesat ke bawah, berusaha untuk menarik kembali dua orang anak buah kapal, yang baru saja terjun ke bawah.


4 manusia ikan duyung di bawah sana, berusaha menahan kaki kedua anak buah kapal, yang sedang di tarik oleh Yu Ming keatas.


Tapi mereka kalah kuat, karena mereka tidak bersedia melepaskan mangsa yang sudah di depan mata.


Mereka ikut terseret keluar dari dalam air, terbawa keatas kapal.


Begitu terlempar diatas kapal, mereka langsung menggelepar gelepar seperti seekor ikan yang di lempar ke darat.


Mereka kini terlihat menggelepar gelepar tidak berdaya, di atas lantai kapal.


Kini semua anak buah kapal yang sudah tersadar kembali, mereka semua menatap ngeri kearah manusia duyung menyeramkan e sedang menggelepar gelepar di sana.


Mereka kini baru sadar, yang mereka lihat sebagai wanita cantik yang memikat mereka terjun kedalam air.


Ternyata adalah penyamaran dari ikan duyung ikan duyung menyeramkan ini yang akan menjadikan mereka sebagai mangsa.


Kini beberapa anak buah kapal yang tersisa , mereka dengan senjata seadanya.


Segera menyerang dan membantai 4 ekor ikan duyung sial itu, hingga tidak ada satupun yang tersisa.


Semua ikan duyung itu tewas mengenaskan, mayat mayat ikan duyung itu, kemudian mereka lemparkan kembali kelaut.


Mereka tidak menyadari tindakan mereka ini, justru mengundang kemarahan dari rekan rekan kelompok ikan duyung itu.


Sehingga mereka telah menyebabkan bahaya baru menanti mereka.

__ADS_1


__ADS_2