
"Siap Yang Mulia..!"
Jawab Chen A Niu bersemangat
Dia segera berlari pergi dari sana dengan langkah lebar.
Seperti sudah tidak sabar, ingin membebaskan sahabat sekaligus junjungan nya itu .
Ji Lian Hua menoleh kearah Na Cha dan berkata,
"Pangeran ketiga, segera kamu jemput paksa walikota Cai kemari..!"
"Siap tuan putri. !"
Jawab Na Cha cepat.
Setelah itu Na Cha segera melesat pergi dengan menggunakan sepasang roda api di kedua kakinya
Ji Lian Hua menoleh kearah Yu Ming dan berkata,
"Yu Ming ke ke terimakasih kamu sudah bantu tangkap pengkhianat ini. "
"Dari sini serahkan saja pada ku untuk menanganinya.."
"Bila Yu Ming ke ke ada hal lainnya silahkan duluan.."
Ucap Ji Lian Hua sambil melirik kearah Yang Ni dan Min Min.
Yu Ming tentu tahu akan maksud dan jalan pikiran Ji Lian Hua.
Dia tidak mau membantahnya.
Yu Ming setelah menjura kearah Ji Lian Hua, dia segera memberi kode agar Yang Nindan Min Min mengikutinya meninggalkan tempat itu.
Yang Ni dan Min Min menendang sambungan kaki di belakang lutut, kedua putra idiot Jendral Coa.
Hingga kedua pemuda idiot itu jatuh berlutut diatas lantai.
Yang Ni dan Min Min pun meninggalkan mereka berdua di sana.
Lalu mereka segera mengikuti Yu Ming yang kini kembali masuk kedalam kediaman Thio Si Bu.
Ji Lian Hua sempat melontarkan tatapan iri, terhadap kedekatan Yu Ming dengan kedua gadis cantik itu.
Tapi dia tidak berkata apapun, dia masih menunggu datangnya Guo Zi Yi, untuk membantunya menghukum orang orang tidak beres di kota Lin Zi.
Tidak perlu menunggu lama, Chen A Niu sudah kembali dengan seorang pria berusia 40 an dengan raut wajah persegi.
Senyum ramah dan sabar selalu terlihat di wajah nya, tapi sepasang matanya menunjukkan kejujuran dan kekerasan hati nya.
"Salam hormat kami Yang Mulia.."
Ucap Guo Zi Yi begitu tiba di hadapan Ji Lian Hua.
__ADS_1
Ji Lian Hua tersenyum dan berkata,
"Tak perlu peradatan Jendral Guo, mulai hari ini terimalah kembali jabatan mu ."
"Aku minta tolong di urus orang ini dan walikota Cai yang sebentar lagi akan kemari.."
"Mulai hari ini dan seterusnya kota Lin Zi akan di bawah pengawasan mu, kamu adalah gubernur jendral dari kota ini..'
"Surat pengangkatan resmi, akan segera datang dari kota raja.."
"Harap gubernur jendral Guo, tidak mengecewakan pengharapan kami.."
Jendral Guo Zi Yi, segera berlutut dan berkata,
"Siap Yang Mulia,.. Guo Zi Yi siap menerima titah.."
"Dan akan segera menjalankannya.."
Ji Lian Hua mengangguk gembira, lalu dia menoleh kearah semua pasukan yang ada di sana dan berkata,
"Kini Jendral Guo sudah kembali, apa ada yang berkeberatan ?"
"Bila ada silahkan maju dan ikut berlutut kesebelah sini ."
Mendengar ucapan dan sikap Ji Lian Hua yang tidak main main.
Semua bawahan jendral Coa, yang sebagian dulu adalah bawahan Jendral Guo.
Mereka semua segera berlutut di hadapan Jendral Guo. dan berkata dengan kompak.
Jendral Guo sambil tersenyum ramah berkata,
"Kalian semuanya harap berdiri lah.."
"Tak perlu peradatan.."
Semua prajurit yang hadir di sana segera kembali berdiri dan berbaris rapi menunggu perintah.
Ji Lian Hua menunggu hingga Nya Cha datang menenteng seorang pria berusia 40 an berwajah cerah, berpakaian rapi dan mewah.
Orang inilah walikota Cai, seorang yang penuh bakat dan memiliki inteligen tinggi, cerdas.
Sayangnya semua kepandaiannya di gunakan untuk menciptakan berbagai peluang untuk kepentingan pribadinya.
Banyak proyek tidak penting yang di bangun nya dengan menghabiskan uang negara.
Tapi bukan untuk kepentingan rakyat, lebih banyak mengatasnamakan kepentingan rakyat tapi cenderung untuk kepentingan kantong pribadinya.
Bila berbicara, apalagi pidato depan orang banyak dan atasan nya, dia sangat pandai dan bahasa nya santun enak di dengar.
Tapi pada prakteknya nol besar.
Ji Lian Hua awalnya juga kaget dan kurang percaya, karena orang ini di ibukota, dia mendapatkan popularitas dan predikat walikota terbaik.
__ADS_1
Bahkan dalam persiapan akan di angkat menjadi koordinator Mentri istana.
Tapi setelah Ji Lian Hua melakukan pengecekan secara diam diam fakta di lapangan , akhirnya semua boroknya ketahuan.
Setelah walikota Cai oleh Na Cha di lempar berlutut di sebelah Jendral Coa.
Ji Lian Hua pun berkata,
"Gubernur Jendral Guo, mulai saat ini, semua kasus ketiga orang ini, aku serahkan pada mu untuk di tangani dengan baik.."
"Hukuman nya juga kamu saja yang putuskan.."
Guo Zi Yi menghela nafas panjang, memberi hormat kearah Ji Lian Hua dan berkata,
"Baiklah tuan putri, karena yang mereka tindas adalah rakyat, rugikan juga adalah rakyat.."
"Aku akan memutuskan mereka akan di arak keliling kota, hukuman mereka biar rakyat saja yang tentukan sendiri.."
Ji Lian Hua mengangguk dan berkata,
"Silahkan saja, aku permisi dulu, mau melanjutkan perjalanan ke Utara.."
"Di sana masih banyak yang harus di urus.."
Guo Zi Yi memberi hormat dan berkata,
"Bila ada kendala, kabari saja, aku dan seluruh pasukan ku, siap berdiri di belakang tuan putri.."
Ji Lian Hua tersenyum dan berkata,
"Terimakasih banyak gubernur jendral Guo.."
"Kami permisi dulu ."
Selesai berkata dan saling memberi hormat, Ji Lian Hua segera melompat keatas punggung kudanya.
Lalu dia segera memacunya meninggalkan kediaman Thio Sin Bu.
Jendral Yang Jendral Li dan Nacha, mereka bertiga segera mengikuti Ji Lian Hua meninggalkan tempat itu.
Ji Lian Hua dan ketiga pengawalnya langsung keluar dari pintu gerbang Utara, di mana pasukan besarnya sudah menantinya.
Setelah bergabung dengan pasukan nya, rombongan pasukan itu segera berangkat meninggalkan kota Lin Zi.
Sedangkan di tempat kediaman Thio Sin Bu, Thio Sin Bu secara pribadi menyeret menantu tak berguna nya, untuk di serahkan ke Guo Zi Yi, untuk menerima hukuman yang sama bersama Jendral Coa, ajudannya, juga walikota Cai.
Tidak lama kemudian, keempat penjahat penipu rakyat itu, mereka segera di seret dengan tangan terikat tali, yang tersambung dengan seekor kuda yang di kendarai oleh Chen A Niu.
Mereka di seret mengelilingi kota, sayuran busuk, telur, batu. Semua berhamburan menjadikan mereka sebagai sasaran.
Benjut benjut di kepala dan wajah, di sertai dengan tubuh, wajah berlepotan kotoran dan sampah, mewarnai keadaan keempat orang itu.
Bahkan seorang anak kecil berlari keluar dari kerumunan, menggunakan sebuah batu.
__ADS_1
Sambil melompat anak kecil itu, menghantamkan batu di tangannya tepat kearah kepala walikota Cai hingga bocor,.darah segar segera mengucur deras membasahi tubuhnya.
Tapi tidak ada yang merasa kasihan dan prihatin, bahkan anak itu di puji puji akan keberanian nya