PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Hujan anak panah


__ADS_3

Yu Ming hanya membalas ucapan kakek Sun dengan senyuman.


Lalu dia melangkah meninggalkan tempat itu dengan langkah tenang menuruni tangga, mengikuti pelayan yang datang memberi nya kabar barusan ini.


Sun Ning Ning menatap kearah bayangan punggung Yu Ming dengan tatapan mata tidak berkedip.


Hingga bayangan punggung Yu Ming menghilang dari hadapan nya.


Dia baru buka suara,


"Kakek apa kamu tidak merasa kita sangat memalukan..?"


"Makan minum gratis di sini, membiarkan orang lain pergi menghadapi urusan yang kita bawa untuk nya..?"


"Apa hati nurani kakek bisa tenang membiarkan dia pergi menghadap pasukan pemerintah seiring diri..?"


Kakek Sun yang sedang mengangkat cawan, gerakan tangan nya terhenti di udara, saat mendengar ucapan pedas dari cucunya.


Dia tanpa menoleh kearah cucunya, kakek Sun melanjutkan minumnya.


Setelah itu dia berkata,


"Gadis sudah besar tidak bisa di paksa tinggal dengan kita.."


"Kalimat ini sungguh tepat dan nyata.."


"Baiklah Ning Ning,.. kamu di sini saja, biar kakek saja yang pergi.lihat lihat.."


"Tapi kamu gadis kecil, lebih baik jangan berpikir berlebih.."


"Pemuda seperti itu, dia tidak akan mungkin tertarik dengan gadis cilik seperti kamu.."


Sun Ning Ning langsung cemberut dan berkata,


"Siapa yang gadis cilik,? aku saat ini sudah 20 tahun.."


"Banyak yang seusia aku sudah pada berkeluarga.."


"Dasar pikun.."


"Lagipula kapan aku bilang aku suka dan tertarik dengan nya, jangan sembarang menduga duga.."


Tegur Sun Ning Ning dengan wajah cemberut.


Kakek Sun menanggapinya sambil tertawa dan berkata,


"Masih tidak mau ngaku, lihat wajah mu itu.."


"Seperti bakpao yang sedang mengembang, sebentar lagi Boomm akan pecah.."


"Sudah aku pergi dulu.."


Selesai berkata kakek Sun sudah melesat pergi meninggalkan tempat itu.


Sebelum nanti Sun Ning Ning yang kesal mengomelinya lebih jauh.


Yu Ming sendirian sudah keluar dari dalam restoran dua berdiri berhadap hadapan dengan seorang pria gemuk yang berpakaian mewah duduk diatas kereta kuda yang di kawal oleh dua orang pria berseragam militer.


Mereka berdua kelihatannya adalah pengawal kepercayaan pria berpakaian mewah itu.


Pria berpakaian mewah itu, tentu adalah gubernur Lui yang di maksud oleh pelayan restoran tadi.


Batin Yu Ming .

__ADS_1


Yu Ming tidak berkata apapun juga tidak memberi hormat kepada gubernur Lui.


Dia hanya berdiri di sana, dengan tatapan mata tajam, menunggu apa yang ingin di sampaikan oleh gubernur Lui.


Gubernur Lui balas menatap kearah Yu Ming sejenak, lalu dia memberikan sebuah gulungan kain ke salah satu pengawalnya dan berkata,


"Kami bacakan ke dia.."


Salah satu jendral itu segera menerimanya dengan penuh hormat.


Lalu dia segera membawanya mendekati Yu Ming , sambil


duduk di atas punggung kuda, dengan gaya congkak dia berkata,


"Lihat titah gubernur disini, masih tidak cepat berlutut rakyat jelata.."


"Kamu mau tunggu di paksa berlutut.. hah...?!"


Bentak jendral congkak itu, dengan gaya seenak perutnya saja.


Yu Ming tersenyum sinis dan berkata,


"Cepat bacakan saja kehendak kalian,.."


"Tidak perlu banyak bertele-tele di sini .."


Melihat sikap Yu Ming,. marahlah Jendral itu,


Dia segera berkata,


"Bocah kurang ajar, berani kamu bersikap tidak sopan di depan petugas berwenang..'


"Pasukan ku tangkap dan ikat dia, paksa dia berlutut..!"


Bentak jendral yang duduk diatas punggung kuda dengan sikap semena mena dan sangat arogan.


Dua orang prajurit segera maju menodongkan ujung tombak mereka didepan dada Yu Ming .


"Cepat berlutut,..!"


"Jangan berani melawan..!"


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Menyingkirlah, di sini tidak ada urusan kalian.."


Selesai berkata, hanya dengan kibasan tangan ringan, Yu Ming sudah membuat mereka berdua terbang mundur kembali ke barisan mereka.


Melihat hal ini, Jendral yang di tugaskan menyampaikan pesan Gubernur Lui menjadi marah.


Dia langsung berteriak,


"Berani melawan dan menghina petugas berwenang..!"


"Tangkap pemberontak ini..!"


Begitu perintah di lepaskan, puluhan prajurit pengawal keamanan kota.


Mereka semua segera berlarian berhamburan maju mengepung Yu Ming .


Yu Ming sambil tersenyum sinis mengibaskan tangannya kedepan.


Seketika puluhan prajurit yang berlarian maju kedepan, ingin menyerang Yu Ming dengan tusukan tombak.

__ADS_1


Mereka semua kembali tersapu oleh-oleh angin kuat, membuat tubuh mereka pada terpental jatuh tunggang langgang.


Melihat hal itu, jendral yang memegang mandat menjadi penasaran dan kesal.


Dia segera berteriak,


"Seluruh pasukan dengarkan perintah, serang tangkap dia hidup ataupun mati..!"


"Masukkan saja kedalam kerangkeng babi..!"


Sungguh suatu perintah sadis, padahal di adili saja belum.


Yu Ming menanggapinya dengan senyum tenang.


Sesaat setelah perintah di keluarkan, anak panah segera di lepaskan menghujani Yu Ming .


Tapi semua anak panah tertahan di udara, tidak bisa mendekati Yu Ming.


Begitu Yu Ming mengibaskan tangannya, anak anak panah segera berhamburan di kembalikan keasal nya.


"Arggghhh...!"


Terdengar pasukan panah pada berteriak kaget, tangan mereka yang memegang busur pada tertembus anak panah.


Mereka pada menjerit kaget dan kesakitan, mereka segera mundur menjauh .


Mempertahankan busur saja mereka tidak mampu, apalagi melepaskan anak panah.


Mereka kini hanya bisa bergerak mundur sambil memegangi tangan mereka, yang tertembus anak panah mereka sendiri.


Mereka hanya bisa membiarkan posisi mereka di isi oleh rekan rekan mereka.


Segera setelah melihat pasukan pemanah pertamanya gagal, Jendral sombong itu kembali memberikan titah agar pasukan berikutnya kembali melepaskan anak panah yang jauh lebih banyak menghujani Yu Ming .


Tapi lagi lagi hasilnya sama saja, panah mereka tertahan di udara oleh Yu Ming .


Dengan satu kibasan tangan, anak panah itu semua kembali berbalik kearah as dari mana panah panah itu datang.


Kagi lagi pasukan anak panah, yang terluka terpaksa di tarik mundur menggantikan pasukan sebelum nya, yang saat ini pada cedera.


Pasukan pemanah lapis ketiga, mereka sebenarnya agak gentar setelah melihat pengalaman pasukan tembak mereka tadi.


Tapi mereka menjadi berani, karena jendral sombong itu, dia kini memerintahkan anak buahnya pasukan perisai.


Membuat pagar perisai, untuk melindungi pasukan anak panah mereka, setelah melepaskan anak panah menghujani Yu Ming


Lagi lagi anak panah berhamburan di udara, menutupi langit jatuh mengancam kearah Yu Ming .


Tapi sekali lagi di udara , mereka kembali di tahan oleh tenaga tidak terlihat.


Sesaat kemudian Anam panah kembali di lontarkan kembali kearah pasukan panah.


Melihat hal ini, pasukan perisai, buru buru mengangkat perisai mereka keatas.


Untuk melindungi pasukan anak panah.


Tapi segera semua perisai yang seperti terbuat dari kerupuk, dengan mudah di tembus oleh anak panah mereka sendiri.


Satu persatu busur barisan pasukan pemanah kembali jatuh bergelimpangan diatas tanah.


Pasukan pemanah kembali terluka untuk kesekian kalinya, setelah tameng perisai mereka tidak berfungsi dengan baik.


Masih tetap bisa di tembus anak panah, yang di kembalikan oleh Yu Ming ke pemiliknya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2