
Tapi kakek Sun belum menyerah sampai di sana, dia kini menggunakan kedua telapak tangannya menghisap pedang pedangnya yang tenggelam ke dasar laut. Untuk kembali naik ke udara.
Kakek Sun membentak keras sambil menggerakkan kedua tangannya dari bawah naik keatas.
"Naik...!"
Pedang pedang itu seperti bernyawa, mengikuti panggilan pemilik sejati mereka.
Pedang pedang baik yang tergeletak di dasar laut, maupun pedang yang sedang melayang terombang ambing di bagian pertengahan dasar laut.
Semuanya ikut terbang naik keatas permukaan laut, kemudian melesat naik menembus awan dan menghilang keatas langit biru.
Diantara pedang yang beterbangan keluar dari dalam lautan.
Paling akhir muncul sebilah pedang kuno yang tertutup lumut dan karang ikut naik ke permukaan laut.
Saat pedang ini naik ke permukaan, air laut. bergolak hebat.
Dasar laut terjadi gempa longsor, tanah pasir di dasar laut merekah membentuk palu g paling Laut dalam baru
Pedang itu sendiri begitu naik ke permukaan air, berada di tengah udara..
Pedang itu memancarkan cahaya berkilau dari sela sela lapisan lumut dan batu karang karang.
Sinar itu semakin lama semakin terang, puncaknya terjadi ledakan di angkasa sana.
Di mana seluruh lapisan luar pedang kini rontok, sebagai gantinya muncul sebatang pedang dengan hiasan rune rune kuno di permukaan pedang yang. Berkilauan terang.
Pedang itu menyusul pedang lainnya, ikut menghilang keatas langit.
Sebelum kemudian pedang pedang itu meluncur turun, membentuk pedang gabungan.
Menjadi sebilah pedang raksasa menerjang langsung mengarah ke Yu Ming .
Melihat pedang raksasanya mulai meluncur turun kebawah, kakek Sundi posisinya melupakan sejenak akan pedang pusaka dari bawah lautan tadi.
Kini dia berteriak keras,
"Pedang Langit Dari Surga..!"
Yu Ming di posisinya meyambut kedatangan pedang raksasa itu, dengan gelombang laut membentuk tembok yang jauh lebih besar.
Tapi sekali ini pedang yang lain dari lain itu, berhasil membelah gelombang laut raksasa ciptaan Yu Ming dengan amat sangat mudah.
Pedang raksasa di bawah kendali kakek Sun, tetap meluncur cepat mendekati Yu Ming .
Melihat pertahanan air laut tidak lagi berfungsi, Yu Ming yang tadi sempat menyaksikan pedang unik kuno dari dasar laut.
Yu Ming tidak berani ambil resiko kini Golok Cahaya Biru yang jarang Yu Ming pergunakan .
__ADS_1
Dengan sangat terpaksa, Yu Ming akhirnya kembali menggunakan nya.
Dengan Golok Cahaya Biru di tangan, Yu Ming mengeluarkan jurus ke tujuh nya, dari 10 jurus tebasan pedang tiada awal tiada akhir .
"Tebasan Golok Tanpa Perasaan..!"
Seberkas cahaya pelangi , mengikuti Golok Cahaya Biru dan Yu Ming melesat keangkasa.
Suap menyambut datangnya Pedang raksasa gabungan yang meluncur turun dari balik langit.
"Boooommm..!"
Terjadi ledakan dahsyat di udara, saat pedang raksasa bertemu dengan Golok Cahaya Biru yang di selimuti oleh cahaya pelangi.
Akibat benturan kuat terus, muncul lingkaran cincin bias energi, yang menyebar kesegala arah.
Di posisi lain di bagian titik tengah yang menyilaukan mata memandang nya.
Pedang langit raksasa rontok semua pedang yang bergabung jadi satu, kini semuanya rontok hancur menjadi debu.
Hanya tersisa pedang kuno, dengan rune rune ditubuh pedang, yang masih utuh.
Kini melesat kembali kehadapan kakek Sun.
Kakek Sun yang sedang dalam posisi terpental mundur kebelakang, dia masih sempat mengulurkan tangannya untuk menangkap gagang pedang tersebut.
Begitu pedang menyatu dengan kakek Sun, kakek Sun langsung merasa ada hawa yang masuk kedalam tubuhnya.
Juga ikut membantu meningkatkan semangat dan kebugaran tubuh nya.
Setelah kakek Sun merasa keadaan menjadi jauh lebih baik berkat pedang itu.
Kini sekali lagi Kakek Sun yang memegang pedang kuno di tangan.
Dia bergerak meluncur dengan pedang barunya, langsung di tebaskan ke arah Yu Ming.
Pedang dan manusia menyatu, tertutup oleh bayangan pedang meluncur deras kearah Yu Ming
Yu Ming yang melihat hal itu, dia tidak gentar sama sekali.
Sambil memutar Golok Cahaya Biru dengan penuh percaya diri.
Yu Ming melepaskan Tebasan jurus ke 8 nya.
"Tebasan Golok Tanpa Keinginan..!"
Kembali Yu Ming lepaskan untuk menyambut datangnya serangan dari kakek Sun.
Sekali lagi benturan dahsyat terjadi, bayangan pedang kuno pecah hancur berantakan.
__ADS_1
Tubuh' kakek Sun terpental kebelakang, pedang kuno terlepas dari pegangan tangan nya.
Jatuh meluncur kedalam laut dalam, tenggelam ke paling dalam di dasar laut, hingga hilang tak berbekas.
Di tempat lain, di angkasa sana, Yu Ming tiada waktu untuk mengejar dan mengurus pedang itu .
Karena dia harus melesat pergi menyelamatkan kakek Sun yang pingsan dan terluka parah.
Dimana tebasan golok Tanpa Keinginan energi'nya masih ada, kini masih terus mengejar kearah kakek Sun.
Bila Yu Ming tidak cepat pergi menghalaunya, kakek Sun pasti akan tewas dengan tubuh terpotong dua.
Yu Ming membentuk perisai pelindung Chi Ciu Sen Kung, sehingga energi golok terus terpental dan terpental kebelakang, oleh kekuatan pentalan perisai pelindung Chi Ciu Sen Kung.
Hingga kekuatan energi habis, akhirnya serangan berhenti, Yu Ming baru menarik kembali kekuatan Chi Ciu Sen Kung.
Lalu menghisap Golok Cahaya Biru kembali ketangan nya dan menyimpan nya.
Lalu Yu Ming kembali terbang menuju dermaga sambil menggendong tubuh kakek Sun yang terkulai lemah dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Yu Ming mendarat ringan di atas kapalnya, membaringkan diatas lantai kapal.
Yu Ming memberikan beberapa totokkan cepat di bagian depan tubuh kakek Sun.
Lalu membalikkan badan kakek Sun berbaring dalam posisi tengkurap.
Yu Ming kembali memberikan beberapa totokkan cepat di bagian punggung kakek Sun.
Lalu dia membantu kakek Sun untuk duduk bersila di hadapannya.
Dengan sepasang telapak tangan saling menempel, Yu Ming membantu menyalurkan Chi kedalam tubuh kakek Sun.
Hingga keadaan Chi di dalam tubuh kakek Sun stabil kembali, kakek Sun yang awalnya terlihat pucat pasi wajahnya.
Kini perlahan lahan mulai kembali merona merah, sepasang matanya juga mulai bisa terbuka kembali
Yu Ming baru menarik kembali kedua tangannya, lalu dia juga melakukan gerakan memutar mutar kedua telapak tangan nya di udara.
Sebelum kemudian di satukan kembali diatas pangkuan nya.
Yu Ming duduk bersila dengan sepasang mata terpejam.
Berusaha menstabilkan kondisinya sendiri, yang energi'nya, selain terkuras dalam pertarungan, juga tadi terkuras banyak untuk menolong nyawa kakek Sun .
"Anak muda terimakasih banyak,.."
"Maaf orang tua ini, telah banyak membuat mu susah.."
Ucap kakek Sun yang merasa tidak enak hati, sambil memberi hormat kepada Yu Ming .
__ADS_1
Yu Ming sambil tersenyum ramah, tanpa membuka mata, dia mengangguk pelan, tapi dia tidak menjawab apapun.