PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Golok Cahaya Biru vs Tombak Petir Pemusnah


__ADS_3

"Keparat kamu punya kemampuan juga..!"


"Pantas berani sombong di hadapan ku..!"


Bentak kakek itu kesal.


Kakek itu kembali membentuk sebuah bola api yang jauh lebih besar, diatas kepalanya.


Sambil melesat keatas, dalam posisi melayang di udara.


Kakek itu mendorongkan bola api besar yang di gendong di kedua telapak tangannya .


Meluncur cepat kebawah menghantam kearah Yu Ming yang terbungkus perisai energi'nya.


"Blaaarrrr...!"


Kembali terjadi ledakan keras yang jauh lebih dahsyat.


Ledakan sekali ini menimbulkan efek danau di belakang kakek itu meledak keatas air danau terbang berhamburan ke udara.


Sedangkan di sekitar Yu Ming terlihat beberapa batang pohon bunga persik ikut bertumbangan, porak poranda di amuk kekuatan dahsyat yang baru saja meledak.


Yu Ming masih tetap berdiri di posisi nya, masih ada didalam perisai pelindungnya.


Sedangkan kakek itu, dia kini terpental mundur belasan meter, hingga sepasang kakinya menyeret diatas permukaan danau yang terbelah


Saat air danau meledak, naik keatas, lalu jatuh kebawah.


Kakek yang berada di tengah danau seharusnya tersiram air dan basah kuyup.


Tapi secara ajaib seluruh tubuh kakek itu terbungkus oleh bola cahaya merah.


Semua air yang mendekati bola cahaya merah langsung menguap tanpa sisa.


Kakek yang terlindungi di dalam bola cahaya merah terlihat tetap kering dan baik baik saja.


"Bocah aku justru mau melihat kamu bisa bertahan sampai kapan..!?"


"Lihat serangan..!"


Bentak kakek itu sambil mendorongkan bola cahaya merah yang membungkus tubuh nya kedepan.


Yu Ming kembali mendapatkan serangan dahsyat, dia hanya tersenyum sabar.


Membiarkan saja bola cahaya merah itu datang membentur perisai pelindungnya.


"Blaaarrrr...!"


Sekali lagi terjadi ledakan yang jauh lebih dahsyat, hingga tanah di sekitar terbelah belah, danau kembali meledak lebih hebat lagi.


Air danau kembali berhamburan ke udara.


Pepohonan bunga persik yang tumbang semakin banyak.


Kakek yang menyerang Yu Ming , kini terpental hingga menabrak dinding tebing yang terletak di seberang danau .

__ADS_1


Kakek itu terlihat meledak masuk kedalam dinding batu.tebing yang keras.


Kakek itu sesaat kemudian melesat keluar dari balik dinding tebing.


Kakek itu mengulur kan telapak tangan kanannya yang terbuka kedepan.


Sehingga muncul sebuah bola petir yang di kelilingi oleh listrik yang menyambar nyambar.


Kakek itu dengan wajah gusar, dia berkata,


"Rasakan ini..!"


Sebuah bola petir cahaya biru melesat menghantam kearah dinding pelindung Yu Ming .


"Blaaarrrr...!"


Sekali ini Yu Ming terpental mundur kebelakang, bola energi Chi Ciu Sen Kung meledak hancur berkeping keping.


Tidak sanggup menanggung daya ledak bola petir dari kakek itu.


Kakek itu tertawa senang, setelah dia melihat bola petir nya, sekali ini mampu meledakkan bola energi pelindung Yu Ming yang membuatnya penasaran beberapa waktu yang lalu.


"Cuma segitu ternyata..!"


"Sekarang rasakan ini..!"


Bentak kakek itu, sambil mengulurkan tangan kirinya kedepan.


Sehingga di telapak tangannya muncul sebuah bayangan tombak petir biru yang berkilauan di kelilingi oleh sambaran listrik


Melihat serangan kakek itu semakin lama semakin gila dan dahsyat.


Yu Ming tidak berani berayal lagi, Golok Cahaya Biru keluarkan satu Tebasan jurus, memisahkan gelap dan terang..


Seberkas cahaya biru berbentuk bayangan Golok Cahaya Biru melesat kedepan menyambut bola petir yang datang disusul dengan tombak petir.


"Blaaarrrr..!"


Bola petir terbelah oleh Golok Cahaya Biru , lalu golok cahaya biru meneruskan pergerakan nya, saling bentur ujungnya di udara dengan ujung tombak petir.


Kedua bayangan energi Golok dan tombak bertemu di udara, saling tekan.


Terkadang Golok Cahaya Biru terdesak mundur, lalu bergantian tombak petir yang terdesak mundur .


Semua ini mengikuti kontrol jarak jauh dari tangan Yu Ming dan tangan kakek itu.


Mereka berdua lah sebenarnya yang menjadi penentu bayangan golok dan tombak maju mundur di udara.


Tapi hal ini tidak berlangsung lama, saat di belakang Yu Ming muncul bayangan kakek roh putih gaib dan kakek roh hitam gaib.


Keadaan menjadi berbalik, tombak petir terus terdesak mundur mundur balik kearah kakek itu.


Sesaat kemudian tombak petir mulai terlihat retak di sana sini, rembesan cahaya melesat keluar dari garis retakan.


Sebelum akhirnya bayangan tombak petir meledak hancur lenyap bersama cahaya biru dan kilat listrik yang membias ke segala arah.

__ADS_1


Setelah tombak dan bola energinya di hancurkan oleh Golok Cahaya Biru .


Kakek itu kontan terpental mundur, kembali menghantam dinding tebing.


Saat bayangan Golok Cahaya Biru tiba mengejarnya, kakek itu membentuk sebuah bola energi yang di kelilingi oleh kilat listrik.


Bila energi ini di gunakan untuk menyerap Energi Golok Cahaya Biru masuk kedalam.


Bola energi ini menghisap, bayangan Golok Cahaya Biru masuk kedalam bola energi listrik.


Golok Cahaya Biru terlihat berputaran di dalam bola energi listrik kakek itu.


Dengan satu bentakan keras, kakek itu mendorongkan bola energi listrik.


Melesat kedepan berbalik arah.enyerang balik ke Yu Ming .


Yu Ming melesat terbang keatas, menghindari serangan bola energi listrik


Tapi oleh kakek itu, bola listriknya, di gerakkan membelok keatas mengejar kearah Yu Ming pergi menghindar.


Terus di kejar tiada pilihan lain,Yu Ming melepaskan Tebasan Pedang Memisahkan langit dan bumi..


Kembali bayangan Golok Cahaya Biru melesat turun kebawah menyambut bola energi petir yang bergerak keatas.


"Boooommm...!"


Terjadi ledakan dahsyat yang membuat bola petir dan Golok Cahaya Biru sama sama meledak hancur tak berbekas.


Sebagai gantinya Yu Ming melepaskan Tebasan Pedang Semuanya kembali keasal.


Muncul bayangan Golok Cahaya Biru , yang terus membelah diri hingga laksaan bayangan Golok Cahaya Biru bersiaga di hadapan Yu Ming .


Sebelum semuanya di Lesatkan kedepan, lewat dorongan Golok Cahaya Biru yang ada di tangan Yu Ming .


Di tempat lain, kakek tua juga membentuk tombak petir, yang terus membelah diri.


Kakek itu kemudian mendorong bayangan tombak petir yang laksaan jumlahnya bergerak menerjang kearah Yu Ming .


"Barisan Tombak Petir Pemusnah..!"


Bentak kakek itu, sambil mendorongkan sepasang telapak tangan terbuka kedepan.


Satu persatu bayangan golok dan tombak saling bertemu di udara, lalu meledak.


Di sini mulai terlihat, Golok Cahaya Biru jauh lebih kuat setiap bayangan Golok Cahaya Biru setelah berhasil menganxurkan dua dari bayangan tombak petir, bayangan Golok Cahaya Biru baru ikut meledak hancur.


Kejadian ini membuat wajah kakek tua itu mulai pucat.


Tombak tombak petir nya semakin lama semakin dikit.


Sehingga Golok Cahaya Biru terlihat jumlahnya semakin banyak.


Setelah beberapa waktu berlalu, akhirnya rombongan Golok Cahaya Biru kini melesat mendekati kakek tua itu.


Kakek tua itu terlihat sedang berkomat kamit membaca mantra, dengan sepasang tangan di dorongkan keatas menghadap ke langit.

__ADS_1


__ADS_2