PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
MENEMUI BAWAHAN NYA


__ADS_3

"Blaaarrrr...!"


Terjadi ledakan dahsyat, saat energi pedang tersebut mencapai lokasi di mana Yu Ming berada.


Terlihat asap debu dan bebatuan berhamburan naik keatas, sebuah lubang mirip parit kecil segera terbentuk di sana.


Beruntung Yu Ming sudah melesat keangkasa, begitu dia melihat Thian Cien Sen Ni datang menyerang nya.


Sehingga dia terhindar dari serangan jurus Thian Cien Sen Ni yang ingin membunuhnya.


Thian Cien Sen Ni sudah mendarat di atas tanah bersiap memberikan serangan mematikan lainnya mengejar Yu Ming.


Yu Ming sendiri juga baru saja mendarat di atas tanah, dia belum sepenuhnya siap menerima serangan Thian Cien Sen Ni yang berikutnya.


Beruntung sebelum Thian Cien Sen Ni melaksanakan niatnya, di hadapannya muncul Jiang Je Ya, yang berkata,


"Sen Ni cukup,..! pembicaraan damai sudah tercipta, harap utama kan dulu kepentingan umum..?"


Thian Cien Sen Ni ingin membantah, tapi saat beradu tatap dengan sepasang mata Jiang Je Ya yang tegas.


Dia terpaksa menahan emosinya dan berkata,


"Baiklah memandang wajah mu, hari ini aku tidak akan mempersulitnya.."


Thian Cien Sen Ni kemudian menggunakan ujung pedangnya menunjuk kearah wajah Yu Ming dan berkata,


"Bocah busuk hari ini kamu beruntung, tapi lain kali bila bertemu.!"


"Kamu tidak akan pernah bisa seberuntung hari ini lagi..!"


Selesai berkata, dia langsung melesat pergi meninggalkan tempat tersebut.


Yu Ming sambil tersenyum nakal berteriak,


"Bibi guru jalan pelan pelan, jatuh bangun sendiri..!"


"Semoga kita tidak akan pernah bertemu lagi..!"


Thian Cien Sen Ni tidak menghiraukan ledekan Yu Ming, dia memilih menutup telinganya.


Secepatnya pergi dari tempat itu, sebelum dia kehilangan kontrol dirinya.


Murid muridnya segera melesat menyusulnya pergi dari sana, termasuk Ji Lian Hua.


Ji Lian Hua tidak menoleh kearah Yu Ming atau berkata apapun, dia segera bergerak menyusul kearah gurunya pergi.


Di tempat lain, saat melihat Ji Lian Hua pergi begitu saja, tanpa menoleh kearahnya dan berkata apapun.


Mereka seperti orang asing tidak saling kenal, yang secara kebetulan bertemu.


Yu Ming hanya bisa tersenyum hambar, tiba tiba perasaan di hatinya, terasa kosong, hampa, sepi, dan ada sedikit rasa sakit menyelimuti hati dan perasaan nya.


Tapi semua hanya berlangsung sesaat saja, saat ayah nya menepuk pundaknya.


Yu Ming segera sadar dari lamunannya.


"Anakku apa yang menjadi beban pikiran mu ?"

__ADS_1


"Apa karena ancaman wanita paruh baya , yang kamu panggil bibi guru itu..?"


Tanya Xiong Yi penuh perhatian.


Yu Ming tersenyum pahit dan berkata,


"Tidak ada apa apa ayah, tak perlu di pikirkan.."


"Bibi guru ku memang seperti itu sifatnya, tak perlu di tanggapi.."


"Ohh ya ayah, aku harus pergi ke Zhao Ge sejenak, untuk menarik mundur pasukan ku."


"Setelah itu, aku perlu menunggu pejabat berwenang dari kerajaan Zhou, untuk melakukan serah terima kota Chang An.."


"Begitu beres, aku baru kembali kemari.."


Xiong Yi mengangguk, dia tersenyum mengerti.


"Baiklah Ming Er kamu pergilah selesaikan lah semua nya.."


"Hati hati dijalan, ayah ibu menanti kepulangan mu di rumah.."


Yu Ming mengangguk cepat, lalu dengan bersemangat, dia langsung melompat keatas punggung kudanya.


Kemudian melarikan kudanya meninggalkan kota Dan Yang.


Yu Ming mengambil arah ke Utara, baru ke barat, bertolak belakang dengan jalan yang di ambil oleh rombongan Jiang Je Ya, yang bergerak kearah selatan baru ke barat.


Mereka menempuh jalur air baru darat, sedangkan Yu Ming menempuh jalur darat.


Tidak sampai 3 hari Yu Ming akhirnya tiba di Zhao Ge, di mana pasukannya sedang melakukan pengepungan ketat.


Yu Ming segera memacu kudanya mendekati arena pusat komando, di mana Jendral Xiang, Jendral Zhuo dan Jendral Meng berada.


Melihat kedatangan Yu Ming, seluruh barisan Mundur teratur, membelah diri memberi jalan untuk di lewati oleh Yu Ming.


Jendral Xiang, Jendral Zhuo dan Jendral Meng, segera pergi menyambut kedatangan Yu Ming.


Ketiga Jendral itu segera menjatuhkan diri berlutut di hadapan Yu Ming.


Pergerakan mereka bertiga segera di ikuti 40 jendral muda susul menyusul 400 perwira hingga 4000 komandan pasukan.


Akhirnya 400.000 pasukan dengan teratur berlutut di hadapan Yu Ming .


Yu Ming mengangkat kedua tangannya keatas dan berkata,


"Bangunlah semuanya..!"


Setelah pasukan nya sudah kembali berdiri semuanya.


Yu Ming langsung memberi kode agar ketiga jendral nya mengikutinya, menuju tempat sepi, yang terletak diatas sebuah bukit hijau.


Di sana Yu Ming membiarkan kudanya merumput.


Sedangkan dia berdiri menghadap kearah Zhao Ge.


Menyaksikan dari ketinggian, suasana di benteng dan kota Zhao Ge yang megah .

__ADS_1


Ketiga jendral yang datang menyusul, mereka juga membiarkan kuda mereka merumput di sana.


Mereka bertiga kemudian menyusul berdiri di sebelah Yu Ming, ikut menatap lurus kearah Zhao Ge tanpa berkata kata.


Mereka menunggu dengan sabar apa yang kira kira, akan Yu Ming sampaikan ke mereka.


Yu Ming tanpa menoleh berkata pelan,


"Situasi sudah terkendali, perjanjian damai sudah di sepakati.."


"Perintahkan seluruh pasukan untuk kembali ke Chang An.."


Ketiga Jendral itu tanpa banyak bertanya, langsung mengangguk dan berkata,


"Siap laksanakan .."


Yu Ming menghela nafas panjang, kemudian dia menoleh kearah ketiga Jendral bawahan nya dan berkata,


"Kesepakatan nya adalah mulai kini, kita adalah bagian dari kerajaan Zhou.."


"Kerajaan Zhou menghendaki Chang An kembali, aku dan ayah ku sudah menyepakatinya.."


Yu Ming sengaja menghentikan ucapan nya, untuk melihat respon dan tanggapan dari ketiga Jendral nya.


Tapi Yu Ming mendapati mereka bertiga hanya diam saja dengan kepala tertunduk.


Yu Ming berkata pelan,


"Bagaimana menurut kalian atas keputusan ini..?"


"Aku tidak punya pendapat,"


Jawab Jendral Xiang cepat.


"Berturut turut Jendral Zhuo dan Jendral Meng juga berkata sama.


Yu Ming masih menatap kearah mereka bertiga dan berkata,


"Tidak kah ada yang ingin kalian tanyakan. ?"


Jendral Xiang setelah mendengar pertanyaan Yu Ming , dia baru mengangkat kepalanya dan berkata,


"Setelah Chang An kita berikan ke mereka, lalu kemana kita pergi..?"


Yu Ming mengambil sebatang ranting, kemudian dia memilih berjongkok di sana membuat sebuah gambar sederhana.


Yu Ming memberi kode agar mereka bertiga ikut berjongkok bersamanya.


Setelah mereka bertiga mengikutinya berjongkok, Yu Ming segera memberi kode agar mereka bertiga ikut memperhatikan gambar yang dia buat .


"Maaf agak jelek peta nya, tapi biarlah yang penting bisa kalian pahami.."


Yu Ming kemudian menggunakan ranting di tangan nya, menunjuk kearah peta yang di gambarnya.


"Zhao Ge ada di sini, kota Chang An ada di sini, di sini adalah kota Dan Yang..


"Bagaimana apa kalian menangkap artinya..?"

__ADS_1


Tanya Yu Ming sambil melihat kearah ketiga Jendral nya.


__ADS_2