PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
12 Shio kelahiran


__ADS_3

"Nona selagi sempat pergilah cepat,.."


"Tempat ini bukan kota yang cocok untuk di singgahi lama lama.."


"Apalagi setelah kejadian ini.."


"Aku paham nona seperti pendekar dunia persilatan lainnya, ingin menegakkan keadilan bagi kaum tertindas.."


"Tapi nona tempat ini lain, sudah banyak pendekar yang tewas ya tewas."


"Tertawaan dan yang perempuan di jual ke rumah pelacuran, pria di jual ke barat untuk jadi budak..itu sudah tak terhitung jumlahnya.."


"Jadi selagi sempat.."


"Ahh terlambat mereka sudah datang...."


Ucap pemuda itu segera melangkah mundur menjauhi Ji Lian Hua.


Dia tidak kembali ke pos lagi, melainkan melepaskan seragam dan bergerak pergi mencari tempat bersembunyi.


Dari tempat persembunyiannya dengan penuh penasaran, dia diam diam memperhatikan apa yang akan terjadi di tempat itu.


Tadi dia sudah melihat 12 kepala pelaksana kelompok sorban merah sudah tiba.


Makanya dia mengatakan sudah terlambat dan segera mencari tempat sembunyi.


12 kepala pelaksana kelompok sorban merah adalah terdiri dari 12 orang berpenampilan aneh.


Karena keanehannya di dunia persilatan mereka di kenal dengan 12 Shio kelahiran.


Mereka semua tadinya adalah pembunuh sadis berdarah dingin, di dunia persilatan, yang kemudian di rekrut oleh ketua kelompok sorban merah untuk bekerja padanya .


12 Shio kelahiran bergerak cepat mendekati Ji Lian Hua.


Anak buah mereka yang sudah di lumpuhkan oleh Ji Lian Hua, oleh ke 12 Shio kelahiran, semuanya di habisi dengan sadis tanpa belas kasihan.


12 Shio kelahiran sengaja menghabisi mereka semuanya, karena bagi mereka .


Semua anak buah mereka yang ada disana, sudah cacat tidak akan berguna lagi kedepannya.


Di biarkan hidup hanya akan jadi beban bagi kelompok mereka, tidak akan banyak manfaatnya lagi.


Ji Lian Hua tidak berkomen apapun bagi dia di habisi juga baik.


Dia tadi melakukan hal itu, semata mata juga hanya menghargai pendapat Yu Ming .


Kini ada yang membantunya menyelesaikan pemeras yang meresahkan itu, Ji Lian Hua tentu tidak menolaknya.


Berbeda dengan Ji Lian Hua, kekejian ke 12 orang itu, membuat Yu Ming alisnya berkerut kurang senang.


Bagi Yu Ming itu adalah nyawa yang berharga, di habisi dengan cara sadis seperti itu, melebihi orang menyembelih hewan ternak.

__ADS_1


Tentunya perbuatan mereka membuat Yu Ming kurang senang.


Sepasang alisnya yang tebal sedikit mengerut tanda dia sedang kurang senang.


Ke 12 Shio kelahiran setelah membereskan anak buahnya sendiri, kini mereka berdiri berhadap hadapan dengan Ji Lian Hua dan Yu Ming .


Salah satu dari 12 orang yang memilki bentuk tubuh dan wajah seperti seekor babi.


Dengan suara nya yang berat dia berkata,


"Siapa kalian ?!"


"Nyali kalian cukup besar berani mengacau di sini..!"


Ji Lian Hua sambil tersenyum dingin berkata,


"Tidak perlu menjual lagak hebat di depan ku.."


"Kalau ada kemampuan majulah, tak perlu banyak bicara.."


Pria yang berwajah mirip babi itu, Dia segera melompat kearah Ji Lian Hua memberikan serudukan dengan kepala, di barengi dengan sepasang tinjunya yang mengeluarkan suara angin berkesiur kuat, saat di gunakan untuk menyerang.


Si muka babi itu bergerak cepat menyerang Ji Lian Hua yang membuatnya marah.


Ji Lian Hua, terbang keatas menghindari serudukan dan tinju si muka babi .


Dari atas sana dia langsung melepaskan tebasan pedang langit menebas tengkuk si muka babi yang tebal penuh dengan lemak.


"Singggg...!"


Si muka babi yang terkena tebasan pedang langit, dia langsung jatuh nyungsep mencium tanah.


Tubuhnya terlihat mengigil sejenak, rapi tengkuknya ternyata kebal dan sangat kuat.


Pedang langit bahkan tidak mampu melukainya sama sekali.


Si muka babi sangat marah dalam satu gebrakan, dia sudah di buat Ji Lian Hua tersungkur mencium tanah .


Ini sangatlah memalukan dan menganggu gengsi nya.


Seorang lainnya yang berwajah mirip anjing segera berteriak dari pinggir arena sana.


"Hei babi tua,.. jangan lagi bermain main dengan nya.."


"Kamu akan semakin menjadi bahan tertawaan orang..!"


Si muka babi memukul tanah dengan sepasang tinjunya, lalu dia bangkit berdiri.


Dia menoleh kearah si muka anjing dan berkata,


"Tutup mulut mu..!"

__ADS_1


"Setelah mereka,.. aku baru akan mengurus mulut kotor mu, yang hanya pandai menyalak saja .!"


Si muka anjing sambil tertawa mengejek, dia tidak menanggapi ucapan rekannya itu.


Si muka babi kini membalikkan badannya menatap tajam kearah Ji Lian Hua, yang baru saja melakukan gerakan bersalto indah diudara satu kali, sebelum mendarat ringan di atas tanah.


"Sundal,. jangan hanya bisa menghindar ayo hadapi aku..!"


Bentak si muka babi marah.


Sambil bergerak menubruk kearah Ji Lian Hua dengan sepasang tinju besarnya.


Ji Lian Hua menanggapinya dengan tetap tenang, dia menunggu hingga tinju itu mendekati wajah dan dada nya.


Dia baru melangkah maju menyelinap di samping kedua tinju yang lewat di sampingnya.


Dengan gerakan secepat kilat Ji Lian Hua menyarangkan pedangnya kebawah dagu si muka babi.


Gerakan serangan balasan Ji Lian Hua mengalir begitu cepat dan luwes.


Si muka babi sampai gelagapan di buatnya, sedikit saja dia terlambat membuang diri, tenggorokannya pasti sudah di lubangi oleh pedang langit .


Si muka babi membuang diri bergulingan menjauhi Ji Lian Hua.


Ji Lian Hua tidak berhenti di sana.


Dia segera menggunakan pedangnya, terus mencecar tubuh si muka babi yang sedang berguling guling menghindari serangannya.


Beberapa kali pedang Ji Lian Hua berhasil mengenai sasaran, tapi tidak berhasil melukai tubuh Si muka babi, yang di lindungi oleh kekuatan aneh.


Di mana kekuatan aneh tersebut membuat beberapa bagian di kaki, tangan, punggung, tengkuk, dada dan perut si muka babi kebal terhadap senjata tajam.


Pria bermuka anjing mengeluarkan suara lolongan panjang, setelah itu dia berkata,


"Dasar memalukan, apa kamu hanya menguasai jurus berguling guling saja..!?"


Mulutnya mengejek dan menegur si muka babi, tapi orang nya sudah meloncat menggunakan sepasang tangan nya melakukan tamparan cepat menangkis pedang Ji Lian Hua.


Sekaligus dia juga mencoba menyerang dengan mengigit lengan dan leher Ji Lian Hua.


Gerakan yang aneh dan agak menjijikkan bagi Ji Lian Hua.


Memaksa gadis itu setelah pedangnya tertangkis, dia harus melompat mundur menjauh.


Ji Lian Hua menjauh, si muka babi baru punya kesempatan untuk bangkit berdiri.


Kini si muka babi tidak berani sembarang menyerang dan meremehkan Ji Lian Hua lagi.


Dia kini lebih memilih menunggu kesempatan, untuk memberikan serudukan maut saat Ji Lian Hua lengah, agar bisa membalas rasa malunya tadi.


Kini si muka anjing yang sambil menggonggong dan menggereng layaknya seekor anjing.

__ADS_1


.


Dia terus bergerak lincah menerkam dan memberikan tamparan cepat menyerang Ji Lian Hua.


__ADS_2