
"Singggg..!"
Sebatang pedang yang di lepaskan oleh orang ke 7 yang menempati posisi paling belakang.
Berdesing cepat di depan wajah Ji Lian Hua, untuk menghindar dari serangan cepat tersebut.
Ji Lian Hua memilih melempar tubuh nya kebelakang, sehingga pedang lewat diatas tubuh nya.
Tapi seiring dengan dengan pedang terbang orang ke 7 meluncur lewat di atas tubuh Ji Lian Hua.
Dua pedang lainnya dari orang nomor 6 dan nomor 5 melesat menyerang kearah pinggang dan perut Ji Lian Hua.
Sekali lagi Ji Lian Hua dengan luwes, menggunakan telapak tangannya menumpu diatas tanah.
Lalu tubuh nya, melakukan gerakan berputaran seperti sebuah gasing, dengan kepala di bawah kaki di atas.
Sehingga dua batang pedang orang nomor 5 dan orang nomor 6, melesat.lewat di samping tubuhnya.
Sambil berputaran Ji Lian Hua melepaskan angin tendangan beruntun dari kedua ujung sepatunya yang mungil.
Angin berdesing yang memunculkan bayangan sepatu kecil transparan.
Meluncur menerjang orang nomor 7 6 dan 5,.dimana ketiga orang ini pedang mereka sedang tidak bersama mereka.
Ketiga orang itu tidak terlihat panik saat energi tendangan Ji Lian Hua datang menyerang.
Karena 4 saudara mereka yang lain, segera muncul berputar posisi dengan mereka.
Untuk menyambut serangan Ji Lian Hua dengan tangkisan pedang mereka.
Dengan menyilangkan dua pedang saling menempel, 4 orang itu, berhasil menggabungkan kekuatan menangkis serangan energi tendangan Ji Lian Hua.
Tiga orang lain nya yang sudah berganti posisi, mereka memanggil balik pedang mereka.
Untuk menyerang Ji Lian Hua dari arah belakang.
Ji Lian Hua yang masih berputaran seperti gasing dengan kepala di bawah sana.
Ji Lian Hua melebarkan sepasang kakinya seperti melakukan kayang di udara.
Gerakan berputar cepatnya membuat sepasang kakinya bergerak seperti baling baling kipas angin.
3 pedang yang di bawah kontrol orang ke 7 6 dan 5 yang bergerak membalik menyerang Ji Lian Hua.
Tertangkis oleh sepasang kaki Ji Lian Hua yang penuh dengan Chi.
Sehingga ketiga pedang itu berdentingan, sebelum kemudian terpental menjauhi Ji Lian Hua.
__ADS_1
Setelah berhasil mementalkan 3 batang pedang yang menyerang nya.
Ji Lian Hua dalam posisi terbalik kedua tangannya melakukan gerakan dorongan kedepan.
Sehingga pedang langit yang membelah diri menjadi 7 bayangan pedang dengan kompak melesat mengejar ke 7 lawannya.
Ke 7 orang itu segera menggabungkan kekuatan, membentuk energi pelindung untuk menahan serangan Ji Lian Hua.
Serangan Pedang Ji Lian Hua berhasil tertahan di udara, tapi gelombang energi dingin membekukan apapun yang dilewatinya.
Berhasil membungkus ke 7 orang pria berpakaian putih itu membeku di sana.
Tidak bisa bergerak, begitu mereka ber 7 membeku, otomatis energi pelindung yang mereka ciptakan juga tidak sanggup bertahan.
Begitu energi pelindung buyar, tujuh energi pedang langit langsung menerjang kearah ke tujuh orang itu.
Mereka bertujuh yang sedang membeku di sana pada terpental, seperti layang layang putus.
Pergerakan mereka baru berhenti, saat punggung mereka tertahan oleh tembok kota .
Mereka bertujuh jatuh tiarap diatas tanah, memuntahkan darah segar dari mulut mereka masing masing.
Pedang di tangan mereka kini hanya bersisa gagangnya saja.
Samping kepala kanan mereka masing masing terlihat mengucurkan darah segar yang cukup deras.
Mereka masing masing kehilangan daun telinga kanannya.
"Ini peringatan buat kalian yang menamakan diri Tanpa Tanding, sehingga tidak bisa mendengar nasehat orang lain..."
"Dengan tanpa daun telinga, semoga kalian bisa mendengar lebih jelas dan memetik pelajaran hari ini.."
Ucap Ji Lian Hua memberikan teguran kepada tujuh orang itu.
Ketujuh orang itu berusaha untuk bangun, tapi mereka tidak sanggup.
Sehingga kembali jatuh tengkurap di atas tanah.
Yu Ming yang menonton aksi dari Ji Lian Hua dia memberikan tanda jempol kearah Ji Lian Hua.
Lalu mereka berdua berjalan beringin melewati kumpulan murid murid ke 7 orang itu.
Kumpulan murid murid sekte Pedang Tanpa Tanding, hanya berani mengerak gerakan pedang mereka bersilat sendiri.
Tapi tidak ada yang berani maju menyerang, akhirnya mereka hanya bisa melepaskan kepergian Ji Lian Hua dan Yu Ming dengan tatapan mata mereka.
Tidak ada satupun yang berani berinisiatif melompat pergi menyerang dan menahan Yu Ming dan Ji Lian Hua.
__ADS_1
Sebentar saja Yu Ming dan Ji Lian Hua sudah menghilang dari pandangan mata mereka.
Mereka segera bergegas pergi menolong ke 7 orang guru mereka yang babak belur di hajar Ji Lian Hua, hingga tidak sanggup bangun tanpa di bantu.
Ketujuh lawan Ji Lian Hua oleh murid murid mereka segera di papah kembali ke markas pusat sekte mereka, untuk mendapatkan perawatan dan laporan atas kegagalan mereka dalam tugas menangkap Ji Lian Hua.
Sementara mereka sedang sibuk memapah tujuh guru mereka kembali ke markas
Yu Ming dan Ji Lian Hua sudah tiba di dermaga, mereka sedang mengawasi barang barang pesanan mereka di muat keatas kapal.
Setelah selesai, Ji Lian Hua melakukan pengecekan jumlah barang sesuai tagihan dan melakukan pembayaran.
Yu Ming sendiri yang menggunakan penampilan seorang kakek tua
Dia duduk santai di kursi goyang nya, bergoyang goyang kecil, menikmati angin sepoi Sepoi dari arah sungai.
Selagi Yu Ming sedang asyik menikmati hidup tenang dan santainya.
Di pintu masuk dermaga justru terjadi kehebohan, sekelompok orang berpakaian seragam putih.
Mereka sedang sibuk berusaha menangkap seekor rubah kecil berbulu putih, yang berlompatan lincah kesana kemari. Menghindari orang orang seragam putih yang berlompatan menerkamnya.
Dari seragam yang mereka kenakan dan rambut yang diikat menggulung keatas.
Mereka jelas adalah orang orang dari sekte Pedang tanpa tanding yang sombong dan menyebalkan.
"Brakkkkk..!"
"Brakkkk..!"
"Brakkkkk..!"
"Brakkkk..!"
Terdengar suara berisik beruntun 4 orang anggota sekte Pedang Tanpa Tanding, menabrak peti barang hingga hancur berantakan.
Tapi mereka hanya menangkap udara kosong, karena rubah bulu putih yang mereka incar dengan sangat lincah sudah berlompatan menjauhi mereka.
Tapi karena orang orang berjubah putih sangat ramai, maka yang menerkam dan menabrak sana sini juga sangat banyak dan tidak ada hentinya.
Lama lama Rubah Bulu Putih mulai panik dan tanpa di sadari dia menuju ketempat yang membuatnya terpojok.
Dalam keadaan terpojok di sebuah sudut kapal yang sedang terparkir di dermaga.
Tiba tiba Lima orang berjubah putih dengan serentak melompat untuk menangkapnya.
Rubah Bulu Putih yang sebenarnya sudah terpojok, mengandalkan insting dan kecepatannya.
__ADS_1
Dia melompat menghindar, lalu dengan berlompatan di kepala dan tubuh kelima orang yang sedang terbang diudara.
Rubah Bulu Putih dengan ringan sudah melompat naik keatas kapal.