PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
PESAN THIO SIN BU


__ADS_3

Kakak Min Min dengan sigap segera pergi menarik paksa adiknya untuk duduk di sandingkan dengan putra idiot Jendral Coa.


Min Min ingin melawan tapi jalan darah di tengkuknya, terlanjur tertotok oleh kakaknya.


Sehingga tanpa bisa melawan, dia segera di giring oleh kakaknya untuk di dudukkan di sebelah pemuda idiot kedua.


Min Min yang tidak berdaya, hanya bisa menatap kearah Yu Ming dan Yang Ni memohon pertolongan.


Yang Ni yang kekesalannya hampir memuncak, dia hampir menerjang menghajar kedua manusia bajingan tidak punya malu itu.


Tapi pergerakan nya, di sadari oleh Yu Ming , dia tertahan oleh Yu Ming .


Yang memberinya kode, agar masalah ini di serahkan ke Yu Ming untuk di tangani.


Demi menghargai Yu Ming , Yang Ni akhirnya memilih mengalah tidak pergi membuat gara gara di tempat itu


Dia hanya mengintil di belakang Yu Ming , mengikuti Yu Ming untuk kembali duduk satu meja dengan Yu Ming .


Thio Sin Bu yang melihat dari kejauhan, dia hanya bisa menghela nafas kesal.


Tapi tidak bisa berbuat apa-apa, karena bisnis pengawalan dan keselamatan seluruh keluarga dan keluarga anak buahnya.


Bisa menjadi pertaruhan nya, bila dia sampai bentrok dengan Jendral korup itu.


Kehadiran Yang Ni yang berparas cantik dan bertubuh indah, segera membuat Jendral cabul itu, terus menatap kearah Yang Ni dengan tatapan bernafsu.


Yang Ni yang merasa jijik,. dengan pria berkepala botak, dengan bulu di sekeliling bibir, hingga ke dagu terpelihara rapi itu.


Dia terpaksa berulang kali membuang muka untuk menghindari tatapan mata jenderal cabul itu.


Duduk berhadapan dengan nya, Yang Ni benar benar merasa sangat tidak nyaman.


Yang Ni seperti merasa tatapan mata Jendral cabul itu sedang merayap di setiap centi bagian tubuhnya yang tertutup rapat di balik pakaiannya.


Yang Ni harus berusaha menahan emosi, agar tidak sampai menyerangnya.


Yu Ming sendiri bersikap tenang, pura pura tidak melihatnya, dia hanya fokus minum teh di hadapannya saja.


Jendral Coa yang penasaran, akhirnya dengan senyum cabul nya dia berkata,


"Nona cantik berbaju hitam, siapa nama mu..?"


"Boleh kita berkenalan..?"


Yang Ni tidak bersedia menjawabnya, dia memilih membuang muka dengan ekspresi wajah jijik.


Tapi jendral tidak tahu diri itu tidak mudah menyerah.


Dia segera memberi kode ke kakak ipar Min Min agar bertukar posisi tempat duduk dengan nya .

__ADS_1


Kakak ipar Min Min yang super penjilat itu, tentu saja segera meresponnya dengan baik.


Dia segera bangkit berdiri, lalu meninggalkan posisi tempat duduknya di sebelah Yang Ni, untuk di berikan kepada Jendral Coa.


Jendral Coa tentu saja langsung meresponnya dengan sangat positif.


Dia segera ikut bangkit berdiri, lalu bertukar tempat duduk dengan kakak ipar Min Min.


Yang Ni hanya bisa membuang muka menahan kesal, dia tidak bisa bergeser posisi.


Karena kondisi meja kini telah penuh, setelah Jendral cabul dan kedua putranya yang idiot menyela ikut duduk satu meja di sana.


Itupun tadi ada. beberapa tamu yang mengalah, memilih pindah dari sana, agar ada tempat buat ayah dan anak itu .


Jendral Coa begitu duduk, dia berpura-pura mau ambil sesuatu, lalu siku tangannya seperti tidak sengaja menyenggol cawan di depan Yang Ni hingga isi cawan tumpah.


"Ahhh maaf...maaf tidak sengaja.."


Ucap Jendral Coa pura pura panik.


Tapi tangan nya justru berpura pura ingin membantu membersihkan percikan air di dada Yang Ni, dengan maksud kotor.


Kebetulan di saat bersamaan, putra idiot kedua Jendral Coa juga mengulurkan tangannya ingin meremas dada Min Min yang sedang duduk diam tak berdaya di sebelah pemuda itu.


"Krakkk...!"


"Krreekkk..!"


"Arggghhh...!"


"Arggghhh...!"


Yu Ming sudah tidak bisa tinggal diam melihat situasi yang sudah amat sangat kelewatan itu.


Baik Jendral Coa maupun putra idiot nya, mereka berdua hanya bisa merintih rintih dengan wajah pucat pasi, keringat sebesar besar jagung memenuhi kening dan kepala mereka yang sama sama botak licin.


Melihat kejadian itu bawahan Jendral Coa yang berjaga tidak jauh dari tempat itu.


Mereka segera memberi komando, sehingga sebentar saja tempat itu sudah di kurung oleh ratusan pasukan Coa yang berlapis lapis memenuhi ruangan.


Melihat hal itu, Yu Ming dengan gerakan santai menangkap bahu Jendral Coa menyeretnya bangkit berdiri.


Sambil berjalan melewati belakang Min Min menyeret Jendral Coa di tangan.


Dengan gerakan cepat Yu Ming menepuk punggung Min Min tepat di titik jalan darah Ling Tai nya.


Sehingga otomatis totokan di tengkuk Min Min yang di lakukan oleh kakak nya kini jadi terbuka.


Begitu terbuka, Min Min langsung mencabut pedang dan mengalungkan nya di leher putra kedua jendral Coa yang idiot.

__ADS_1


Sehingga putra Jendral Coa yang kedua langsung menangis ketakutan dan terkencing kencing di celana nya.


Di posisi lain Yang Ni juga bertindak dengan pedang nya di kalungkan di leher putra idiot Jendral Coa yang pertama.


Kondisi putra pertamanya pun sama, menangis dan pipis di celana.


Baik Yang Ni maupun Min Min mereka segera menyeret kedua manusia idiot itu ikut bergerak mengikuti Yu Ming yang sedang menyeret Jendral Coa di tangan.


Yu Ming sengaja menambahkan cengkraman kuat seperti Capitan baja. menjepit tempurung kepala Jendral Coa yang botak licin hingga darah bercucuran..


"Suruh mereka lemparkan senjata dan mundur keluar dari dalam ruangan..!"


"Atau kepala mu tidak akan selamat..!"


Ancaman Yu Ming terbukti ampuh, dengan sikap penuh ketakutan.


Jendral Coa segera berteriak,


"Kalian tidak dengar idiot..!"


"Lemparkan senjata kalian dan cepat mundur .!"


Bentak Jendral Coa sambil memberi kode mata pada ajudannya.


Ajudannya mengerti, dia segera melemparkan senjatanya.


Lalu dia segera memimpin anak buahnya meninggalkan ruangan tersebut.


Mereka tentu tidak mundur sepenuhnya melainkan memasang jebakan jala dan pasukan panah mengepung seluruh tempat itu.


Yu Ming setelah melihat semua pasukan Jendral Coa sudah meninggalkan ruangan.


Yu Ming segera menoleh kearah Thio Sin Bu,


"Paman maaf aku telah mengacau di acara mu.."


"Tapi aku yang berbuat aku yang bertanggung jawab penuh.."


"Tidak ada kaitan dan hubungan nya dengan paman.."


"Terimakasih paman,..sampai jumpa.."


Ucap Yu Ming sambil menyeret Jendral Coa berjalan menuju pintu keluar utama.


Thio Sin Bu hanya bisa mengangguk pelan sambil tersenyum pahit, menanggapi ucapan Yu Ming .


Di dalam hati tentu dia bersyukur dan memberikan dukungan penuh pada Yu Ming .


Tapi di luar dia tidak bisa mengungkapkan nya, sehingga dia hanya bisa membalasnya dengan senyum pahit dan berkata di dalam hati saja.

__ADS_1


"Hati hati Ming er, paman bangga pada mu nak.."


"Habisi saja bangsat itu, aku juga akan habisi bangsat di dalam rumah ku ."


__ADS_2