
Yu Ming sambil berusaha tersenyum setenang mungkin, dia membalas lambaian tangan dari Ji Lian Hua.
Lalu dia mempercepat langkahnya menghampiri Ji Lian Hua.
Ji Lian Hua sambil tersenyum gembira berkata,
"Yu Ming ke ke kamu terlambat, kamu membuat ku menunggu lama.."
"Semalam juga tidak pulang rumah, aku lama menunggu mu.."
"Yu Ming ke ke kemana aja.?."
Yu Ming sambil tersenyum berkata,
"Maaf aku terlalu asyik tidur, hingga lupa waktu."
"Jadinya sedikit terlambat ."
"Aku semalam jalan jalan keliling kota, kemudian menginap di penginapan .."
"Yu Ming ke ke pasti minum arak ya semalam,.. mulut mu bau arak..
Protes Ji Lian Hua sambil menutupi hidung nya.
Yu Ming sambil tersenyum canggung berkata,
"Ya aku minum sedikit.."
"Masih kerasa ya bau nya..maaf ya ."
"Ayo kita jalan sekarang.."
Ucap Yu Ming berusaha mengalihkan pembicaraan.
Ji Lian Hua mengangguk pelan, lalu dia ikut berjalan di samping Yu Ming .
"Yu Ming ke ke semalam menginap di penginapan mana, ?"
"Kenapa tidak kembali kekediaman gubernur aja..repot repot menginap di penginapan..?'
Yu Ming tidak berani menatap kearah Ji Lian Hua, sambil berpura-pura menatap lurus kedepan.
Dia berkata pelan,
"Apa ya nama penginapannya, aku tidak perhatikan karena hari sudah malam.."
"Pagi tadi juga buru buru, jadi tidak perhatikan.."
"Yang jelas letaknya tidak jauh dari kedai arak di pinggir jalan di sebelah depan sana.."
Ucap Yu Ming berkilah.
Karena semalam dia memang ada lihat satu penginapan tidak jauh dari penginapan.
__ADS_1
Tapi karena dia tidak berencana menginap di sana, dia juga tidak perhatikan nama penginapan tersebut, jadi dia asal sebut saja.
Yu Ming sengaja menutupi dari Ji Lian Hua, bahwa dia tidur di klenteng. bobrok.
Status Ji Lian Hua membuat Yu Ming malas bercerita tentang dirinya menginap di kelenteng bobrok.
Selain itu bila dia mengaku tentu saja Ji Lian Hua akan mengomelinya.
Kenapa tidak menyusulnya menginap di kediaman gubernur.
Yu Ming memilih tidak kesana, dia tentu punya alasan sendiri, dia tidak mau merepotkan orang.
Lagipula status Ji Lian Hua begitu tingg, bila dia terus mengikuti di samping Ji Lian Hua.
Tentu dia akan merugikan pamor Ji Lian Hua, Yu Ming tidak mau Ji Lian Hua jadi omongan bawahan di belakang nya nanti.
Jadi cara terbaik memang adalah yang dia pilih itu, hanya saja semua itu tidak mungkin bisa di ungkapkan secara berterus terang.
Untungnya Ji Lian Hua sudah cukup puas dengan jawaban Yu Ming .
Gadis itu terlalu gembira menikmati perjalanan bebas itu, sehingga dia tidak banyak bertanya tanya.
Setelah cukup jauh meninggalkan kota Ji, Yu Ming segera memanggil keluar Naga Panca Warna nya.
Ji Lian Hua tidak kaget, karena dia sudah melihatnya di Medan pertempuran kemarin.
Dia tahu Yu Ming memang punya tunggangan hewan legenda itu.
Karena dia tahu, perjalanan mereka nantinya, pasti akan menunggangi Naga Panca Warna.
Sesaat kemudian Yu Ming dan Ji Lian Hua sudah menempuh perjalanan naik diatas punggung Naga Panca Warna, yang membawa mereka terbang di angkasa.
Ji Lian Hua terlihat sangat gembira dan menikmati perjalanan dengan terbang di angkasa bebas.
Di mana dia bisa merasakan menembus awan, mencoba memegang awan.
Selain itu dia juga bisa menikmati keindahan pemandangan alam dan kota kota di bawah sana.
Di mana kota dan desa yang mereka lewati semua nya terlihat seperti miniatur kecil kecil.
Pemandangan alam juga tidak kalah menakjubkan sungai panjang berkelok kelok dari atas sana terlihat seperti seekor ular raksasa.
Gunung gunung terlihat seperti punggung binatang raksasa yang sedang mendekam diatas tanah.
Belum lagi air terjun yang terlihat seperti tirai mutiara yang sangat indah menutupi tebing tebing terjal yang terlihat berwarna warni terkena pantulan sinar mentari dengan air terjun.
Semua ini adalah pemandangan menakjubkan yang menjadi pengalaman pertama nya.
Apalagi bisa duduk begitu dekat dengan Yu Ming, yang sudah begitu lama dia kagumi karakter sikap kemampuan maupun penampilannya.
Tentu semua ini benar benar membuat Ji Lian Hua sangat bahagia.
Dia terlihat sangat menikmati perjalanan ini.
__ADS_1
Beberapa waktu setelah dia bosan menikmati pemandangan di bawah sana.
Dia bisa bersandaran di Yu Ming , dia bisa berpura-pura lelah kemudian berbaring dan tiduran di sana.
Tiduran tiduran akhirnya dia malah tertidur benaran di dalam pelukan Yu Ming .
Perasaan nyaman tentram ditambah hembusan angin lembut.
Akhirnya Ji Lian Hua tidak bisa menahan diri untuk tidak tertidur pulas di dalam pelukan Yu Ming .
Sementara gadis itu asyik menikmati tidurnya.
Yu Ming justru sulit tenang, hati dan perasaannya terus bertentangan hebat atas keadaan dirinya dan Ji Lian Hua saat ini.
Dia sulit menolak, bahwa sebenarnya dia juga sangat menikmati perjalanan dan suasana seperti ini.
Tubuh Ji Lian Hua yang memiliki wangi khas dan kecantikan kemolekan Hua Sien Ce.
Tanpa di sadari membuat Yu Ming jadi terkenang masa masa kebersamaan Dewi nakal ini, saat mereka bersama sama melewati begitu banyak suka dan duka.
Kenangan saat Hua Sien Ce yang begitu mencintai nya, hingga rela berkorban segala nya.
Ikut dia turun kedunia, menerima semua siksa penderitaan di dunia bawah.
Pengorbanan sebesar itu Yu Ming seumur hidup juga tidak mungkin bisa lupa.
Belum lagi saat mereka pertama kali bertemu di dunia, juga adalah Ji Lian Hua lah yang menolong nyawa nya dari monster ular putih.
Bila tidak ada Ji Lian Hua mana ada dirinya hari ini.
Selama di Thian Cien Pai semua orang memusuhi dan memandang rendah diri nya.
Hanya gadis cantik seperti bidadari kahyangan inilah yang secara diam diam mengirimkan makanan untuk nya .
Bila tidak ada Ji Lian Hua dia pasti sudah mati kelaparan di siksa oleh si Fei Fei yang tidak manusiawi itu.
Semua kenangan itu, tanpa sadar membuat Yu Ming membantu merapatkan mantel bulu Ji Lian Hua, sambil mempererat pelukannya pada gadis itu.
Pelukan hangat dan Yu Ming , membuat Ji Lian Hua mengeluh pelan, dia terlihat sangat menikmatinya, meski sedang tertidur pulas.
Melihat keadaan Ji Lian Hua, Yu Ming jadi termenung sendiri.
Dia jadi larut dalam gejolak pikiran nya sendiri.
"Apa aku nikmati dan jalin saja hubungan kami di dunia ini..?"
"Toh bila tiba waktunya, kami juga akan berpisah dengan sendirinya, oleh hukum dunia fana ini.."
"Bukankah di Dunia fana semua orang akan mengalami proses.."
"proses Lahir, Menikah, tua, sakit dan meninggal semua sudah ada yang atur."
"Setelah meninggal nanti, semua kenangan juga bakal di hapus. Sebelum dia bisa kembali lagi ke kahyangan.."
__ADS_1