
Yu Ming menjawab dengan sikap tenang,
"Aku mengejar orang berpakaian hitam yang membawa suling di tangan nya.."
Pemuda itu tersenyum sinis dan berkata,
"Lalu di mana orang yang berpakaian hitam itu..?"
"Mengapa aku tidak melihatnya..?"
Yu Ming menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku mengejarnya sampai kemari, dia hilang dan sebagai gantinya kamu yang muncul.."
"Dalam hal ini, tentu saja seharusnya aku yang bertanya pada mu.."
"Bukan kebalikannya.."
"Sekarang kamu jawab aku, mengapa kamu ada di sini..?"
"Siapa kamu sebenarnya..?"
Pemuda itu mengerutkan alisnya dan berkata,
"Tentu saja sama seperti mu, aku juga mengejar nya hingga kemari.."
"Lalu kamu muncul.."
Yu Ming yang berpendengaran tajam, dia mendengar suara keluhan pelan dan sedikit pergerakan di pojokan gelap.
Tidak jauh di belakang pemuda itu.
Yu Ming menjadi curiga, Yu Ming menatap tajam kearah belakang pemuda itu dan berkata,
"Kamu bersama siapa di sana .?"
Pertanyaan curiga Yu Ming segera membuat pemuda itu salah tingkah, dengan wajah sedikit gugup dia berkata,
"Di sana tidak ada siapa siapa,! jangan mencari cari alasan pengalih perhatian.."
"Bila kamu bukan komplotan orang itu, segera menyingkir jangan menghalangi jalan ku mengejar penculik wanita itu.."
Yu Ming yang kembali mendengar suara keluhan pelan di belakang sana.
Dia menjadi semakin curiga dan semakin tidak percaya dengan ucapan pemuda di hadapannya tersebut.
Yu Ming tiba-tiba melesat melewati pemuda itu, dengan melewati bagian samping pemuda itu .
Seperti orang sedang berjalan miring meniti tembok.
Pemuda itu sebaliknya tidak mencoba mencegah Yu Ming , malahan dia langsung melesat meninggalkan tempat itu.
Yu Ming berpikir menolong orang lebih penting, pemuda itu nanti dia bisa menyusul mengurusnya.
__ADS_1
Makanya Yu Ming membiarkan pemuda itu pergi begitu saja, dia lebih memilih langsung menghampiri pojokan gelap dengan penerangan mutiara malam di tangan nya.
Sampai di sana di bawah penerbangan mutiara malam, Yu Ming berdiri mematung melihat pemandangan di tempat itu.
Di sana Yu Ming melihat sesosok tubuh wanita tergolek lemah tak berdaya dalam kondisi mengenaskan.
Wanita itu pakaiannya terlihat tersingkap kemana mana, hampir setengah telan Jang.
Di bagian sela pahanya ada noda darah, Yu Ming segera menyadari apa yang telah terjadi.
Kondisi yang sama ini, dia dulu pernah melihatnya, saat Hua er di aniaya oleh Putra Dewa Matahari.
Yu Ming buru buru melepaskan pakaian luar nya, membantu menutupi tubuh gadis itu yang terbuka.
Lalu Yu Ming dengan hati hati mencoba membantu menyadarkan gadis yang dalam keadaan antara sadar dan tidak itu.
Melihat keadaan gadis itu yang begitu lemah, Yu Ming memperkirakan kemungkinan gadis itu terkena semacam obat bius dari lawan.
Yu Ming segera mengeluarkan sebuah botol porselen kecil, yang bau di dalam nya, bisa membantu menghilangkan pengaruh obat bius.
Setelah tutup botol di buka, lalu di dekatkan ke lubang hidung gadis itu.
Membiarkan gadis itu menghirupnya sejenak, hingga gadis itu berbangkis.
"Ha..Cihhh..!"
"Ha..Cihhh..!"
Setelah gadis itu berbangkis dan mulai terlihat sadar, Yu Ming segera bergerak sedikit mundur menjauh, memberi gadis itu sedikit ruang untuk bernafas.
Yu Ming sadar setelah gadis itu sadar nanti, dia pasti akan sulit menerima kenyataan pahit yang telah menimpa dirinya.
Dari pakaian hitam bagian luar yang berserakan di sekitar, di tambah dengan sepasang pedang hitam putih, yang tergeletak tidak jauh darinya, juga ada sebuah topi caping bertirai hitam tergeletak tidak jauh dari sana.
Yu Ming langsung teringat dengan gadis berpakaian hitam yang pernah di lihatnya di restoran beberapa waktu yang lalu.
Gadis itu mengeluh pelan, mendesis menahan nyeri, perlahan-lahan matanya mulai terbuka kembali.
Meski kepalanya terasa sedikit pusing, badannya terasa lemas dan sakit sakit.
Terutama di bagian pangkal pahanya, tapi dia mulai bisa melihat Yu Ming yang berdiri tidak jauh dari nya.
Dia juga segera mendapati kondisinya yang sedang tidak baik baik saja.
Begitu dia menyingkap dan melihat keadaan dirinya yang tertutup oleh pakaian luar Yu Ming .
Dia segera menyadari, dirinya telah mengalami petaka yang lebih mengerikan daripada maut.
Gadis itu menatap kearah pakaian luar Yu Ming yang membantu menyelimuti dirinya.
Lalu dia melihat kearah Yu Ming yang hanya mengenakan pakaian dalam putih.
Dia segera menatap curiga kearah Yu Ming. Sesaat kemudian sepasang matanya terlihat menatap ke Yu Ming dengan tatapan mata berapi api penuh kemarahan.
__ADS_1
"Apa yang telah kamu lakukan pada ku bajingan..!?"
"Ayo jawab..?"
Yu Ming membalas menatap kearah gadis itu dengan tenang dan berkata,
"Saat aku tiba di sini, kamu sudah seperti ini."
"Aku tidak melakukan apa-apa, hanya membantu menutupi tubuh mu dengan pakaian luar ku.."
"Kemudian membantu menyadarkan mu.."
"Itu saja.."
Ucap Yu Ming sejujurnya.
Gadis itu terlihat kesulitan merapikan pakaiannya, karena kehadiran Yu Ming di sana.
Menyadari hal itu, Yu Ming segera mundur menjauh dari sana, menyimpan kembali mutiara malamnya.
Sehingga tempat itu kembali gelap gulita.
Yu Ming tidak pergi jauh, dia hanya menunggu di mulut gang yang lebih terang.
Karena penerangan di sana di bantu oleh penerangan lampu lampion, yang di gantung di depan rumah yang ada di kawasan itu.
Tidak berapa lama gadis itu sudah keluar dari dalam gang dengan pakaian sudah di rapikan.
Tapi capingnya yang bertirai sudah tidak dia kenakan lagi.
Rambutnya yang tadinya tersanggul rapi, kini di biarkan terurai.
Dia masih dengan tatapan matanya yang tajam berkata dengan suara dingin ke Yu Ming.
"Apapun alasan mu, apapun pendapat mu,..aku tidak mau tahu.."
"Semua sudah terjadi, mau tidak mau, suka tidak suka kamu harus bertanggung jawab.."
Ucap gadis itu sambil menatap kearah Yu Ming dengan sikap penuh ancaman.
Yu Ming tidak kaget akan tuntutan gadis itu, dia kini terkena getah perbuatan orang lain.
Orang lain yang berbuat, tapi dia yang di tuntut tanggung jawab nya.
Yu Ming sadar bila saat ini berbantahan dengan gadis itu.
Dia hanya akan membuat gadis itu histeris, semakin marah dan membencinya.
Ada kemungkinan gadis itu akan menyerangnya habis habisan, tidak akan bersedia mendengarkan argumen darinya.
Bila dia kemampuannya di bawah gadis itu, dia akan mati konyol, menanggung dosa orang lain.
Bila kemampuannya diatas gadis itu, gadis itu pasti akan memilih mengadu nyawa dengan nya.
__ADS_1
Apabila tidak berhasil, gadis itu selamanya akan memburunya, tidak akan melepaskannya.
Bila sudah seperti itu, dia hanya akan menambah musuh baru, menambah masalah baru yang tidak perlu.