
Malam itu Yu Ming dan Ji Lian Hua duduk santai berdua di anjungan kapal.
Cahaya bulan terang bulat diatas sana menjadi suasana semakin indah.
Angin malam yang dingin, menerbangkan anak rambut Ji Lian Hua, membawa aroma wangi bunga yang sangat nyaman.
Yu Ming yang duduk di sebelah Ji Lian Hua cukup menikmati suasana seperti itu.
Mereka masing masing larut dalam pikirannya sendiri, tidak ada yang memulai pembicaraan memecahkan keheningan di tempat itu.
Hanya hembusan angin dan suara kecipak air sungai, yang mewarnai keheningan tempat itu.
Setelah beberapa waktu berlalu, tiba-tiba mereka berdua bersuara hampir bersamaan,
Yu Ming segera berkata,
"Kamu duluan..?"
"Tidak kamu saja yang duluan..?"
Balas Ji Lian Hua.
Mereka berdua saling mengalah kepada lawan bicara.
Akhirnya Yu Ming mengalah, dia
mengikuti permintaan Ji Lian Hua untuk berbicara lebih dulu.
"Hua er apa aku boleh tahu, apa rencana mu setelah suatu hari nanti perjalanan ini berakhir..?"
Ji Lian Hua menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku tidak tahu Yu Ming ke ke.."
"Aku berharap perjalanan ini tidak akan pernah berakhir, hingga aku tutup usia.."
"Jadi aku tidak perlu harus memikirkan harus hidup seperti apa bila suatu hari.."
"Ahh tidak aku tidak menginginkan ada hari itu.."
Ucap Ji Lian Hua yang jelas secara tidak langsung dia sudah mengutarakan isi hatinya.
Dia tidak ingin berpisah dari Yu Ming sebelum maut menjemputnya.
Yu Ming tidak bodoh, dia tentu paham dengan maksud ucapan jujur dari Ji Lian Hua.
Di satu sisi Yu Ming merasa nyaman dengan jawaban Ji Lian Hua, karena dia juga sangat menikmati kebersamaan ini.
Tapi di lain sisi, dia juga sangat takut terjerumus terlalu dalam sehingga kelak dia sulit melepaskan diri, dari jerat perasaannya sendiri yang semakin lama semakin menyukai dan menyayangi Ji Lian Hua.
__ADS_1
Yu Ming tidak berkomentar apapun, selain mengangguk dalam diam mendengarkan jawaban Ji Lian Hua.
Melihat Yu Ming diam saja, kini Ji Lian Hua yang buka suara,
"Yu Ming ke ke, bolehkah Yu Ming ke ke bercerita tentang kehidupan masa lalu Yu Ming ke ke, sebelum kehidupan ini.."
"Aku penasaran dan ingin tahu.."
Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata, di dalam hati,
"Hua er apa kamu sepenuhnya benar benar melupakan masa lalu kita.."
"Semua kehidupan ku, semuanya juga selalu ada terkait dengan mu.."
"Bila harus di ceritakan dari awal, semua juga pasti ada kamu di dalamnya.."
"Bahkan aku bisa tiba di dunia ini juga karena ingin menegakkan keadilan untuk mu.."
"Bila pun waktu bisa di putar kembali, aku tetap akan memilih menghancurkan seluruh keluarga dewa matahari atau siapapun bila ada yang berani menindas mu."
Ji Lian Hua yang melihat Yu Ming malah termenung dalam diam, dia segera buka suara.
"Yu Ming Ke ke kenapa kamu diam saja?"
"Apa kamu keberatan bercerita pada ku..?"
"Atau Yu Ming ke ke sedang memikirkan sesuatu..?"
Yu Ming segera di tarik kembali dari alam lamunannya, dia menatap Ji Lian Hua sebentar.
Kemudian sambil beralih menatap rembulan, Yu Ming mengambil posisi berbaring berbantalkan kedua telapak tangannya.
Dia langsung memulai ceritanya, dia mulai menceritakan semuanya satu persatu, seperti sedang melakukan siaran ulang apa yang tersimpan di dalam memorinya.
Ji Lian Hua yang awalnya mendengar dalam posis duduk, dia akhirnya ikut berbaring meluruskan pinggang, mendengarkan cerita Yu Ming dengan penuh perhatian.
Tapi saat hari semakin larut, gadis itu akhirnya tanpa sadar tertidur di samping Yu Ming .
Yu Ming terus bercerita tanpa menyadari pendengar satu satunya yang dia miliki, ternyata kini sudah tertidur dan tidak mendengarkan cerita nya lagi.
Yu Ming baru sadar saat dia mendengar suara dengkuran halus dari Ji Lian Hua yang sedang tidur di sampingnya.
Yu Ming segera menoleh kearah Ji Lian Hua yang sedang tidur di sampingnya itu.
Melihat Ji Lian Hua tidur meringkuk seperti kedinginan.
Yu Ming segera melepaskan jubah luarnya untuk menyelimuti gadis itu.
Tapi saat Yu Ming menyelimutkannya, gadis itu tanpa di sadari malam mendekat dan memeluknya.
__ADS_1
Menjadikan lengannya sebagai bantal, dan tubuhnya sebagai guling .
Hal ini mau tidak mau membuat Yu Ming jadi tidak bisa bergerak lagi, selain berbaring pasrah diam di sana.
Perlahan lahan Yu Ming yang merasa ikut ngantuk akhirnya ikut tertidur di sana.
Mereka berdua tertidur pulas saling berpelukan hingga pagi.
Lebih tepatnya adalah Ji Lian Hua yang tidur memeluk Yu Ming sebagai bantal plus gulingnya hingga pagi.
Baru saat dia terbangun,.melihat Wajah Yu Ming begitu dekat dengan nya.
Dia sedikit kaget, dan buru buru melihat kearah pakaiannya sendiri.
Saat mendapati pakaiannya masih utuh bahkan ada jubah luar Yu Ming yang menutupi tubuhnya.
Ji Lian Hua pun tersenyum lega, dia menatap Yu Ming dari jarak dekat dengan tatapan mata penuh ketertarikan.
Dia larut dalam lamunan nya sendiri, hingga tanpa sadar dia memajukan bibirnya ingin menciumi pipi Yu Ming .
Tapi saat tiba tiba dia melihat sepasang mata Yu Ming yang terpejam kini terbuka. dan kini sedang menatap kearah nya dengan heran.
Ji Lian Hua segera bangun melempar jubah yang Yu Ming kan ke dia, langsung menutupi wajah Yu Ming .
Lalu dia sendiri dengan wajah merah padam, segera bangkit berdiri dan melarikan diri masuk kedalam bilik perahu.
Yu Ming menurunkan jubah yang menutupi wajahnya, lalu bangkit untuk duduk, dan menggelengkan kepalanya.
"Dasar wanita, selalu saja ada aneh aneh nya yang tidak bisa di tebak apa yang di pikirkan nya.."
"Tidak Ru Meng, tidak Hua Er semuanya sama saja."
Selesai bergumam sendiri, Yu Ming pun bangkit berdiri, dia segera pergi memeriksa keadaan kapalnya.
Saat mendapati semuanya dalam keadaan baik baik saja, Yu Ming segera menarik sauh kapal keatas kapal.
Setelah itu, tak lama kemudian kapal pun kembali melanjutkan perjalanan nya.
Kapal mengikuti aliran air, hingga tiba di suatu belokan tajam.
Yu Ming segera berusaha mengendalikan laju kapal agar melambat.
Kemudian melakukan ancang ancang melakukan belokan tajam, jangan sampai membentur dinding tebing batu.
Akhirnya Yu Ming berhasil membawa kapalnya keluar dari belokan tajam tersebut.
Begitu keluar dari kawasan belokan tajam, Yu Ming melihat di depan sana yang berjarak 1 Li darinya.
Di sana terlihat ada seorang pemuda berambut putih, sedang duduk tenang diatas perahunya.
__ADS_1
Dia terlihat sedang asyik memancing ikan, dengan posisi perahu melintang menutupi jalan yang harus di lalui oleh kapal Yu Ming .