
Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata,
"Tidak Yang Ni, asalkan kamu tegar menerima kenyataan.."
"Membuka hati mu, tidak menutup diri, aku yakin suatu hari nanti kamu pasti akan menemukan yang jauh lebih baik dari ku.."
"Yang Ni terus terang saja, aku ini sebenarnya sudah menikah dan sudah punya istri.."
"Hanya saja dia saat ini, sedang tidak ada di dunia ini.."
"Tujuan perjalanan ku ini, juga ada hubungannya dengan dia, aku sedang berusaha agar kami bisa berkumpul kembali.."
Yang Ni awalnya menebak istri Yu Ming telah meninggal, tapi setelah mendengar Yu Ming sedang berusaha untuk bisa berkumpul kembali dengan istrinya.
Dia langsung menghela nafas sedih, tidak tahu kenapa tiba tiba tiba merasa istri Yu Ming sangat beruntung, dia sangat iri dengan nya.
Yu Ming menatap Yang Ni sejenak, melihat ekspresi sedih di wajah Yang Ni.
Yu Ming segera mengalihkan topik pembicaraan nya, tidak membahas tentang dirinya dan Ping Ru Meng lagi.
"Yang Ni dulu dulu sekali aku punya seorang teman sahabat baik, yang mengalami nasib seperti kamu saat ini.."
"Dia mengalami kejadian yang menghancurkan kehidupan nya itu, karena membela kepentingan ku.."
"Mungkin karena hal itulah, aku menjadi lebih sabar, lebih paham dan mengerti akan keadaan, pikiran dan perasaan mu.."
"Semua ini karena aku selalu di hantui rasa berhutang dan bersalah padanya."
"Karena aku tidak bisa menjaga dan memperbaiki keadaan nya saat itu.."
Yang Ni mengangguk paham, kini dia mengerti mengapa sikap Yu Ming begitu berbeda dan spesial dari pada pria umumnya.
Yang Ni melepaskan diri nya dari dekapan Yu Ming .
Dia mengambil posisi duduk menghadap kearah Yu Ming .
"Yu Ming ke ke apa pun ceritanya, terimakasih banyak.."
"Terimakasih atas kehadiran nya, menemani dan menghiburku, di saat aku sedang membutuhkan sandaran, Yu Ming ke ke bersedia hadir untuk ku.."
"Kini aku percaya, pelakunya bukan Yu Ming ke ke, jadi sangat tidak beralasan, aku menuntut tanggung jawab dari Yu Ming ke ke.."
"Jadi mengenai ikatan kita, aku rasa tidak perlu di lanjutkan lagi.."
"Permisi.."
__ADS_1
Ucap Yang Ni sambil menutup mulutnya sendiri, menahan suara tangisnya.
Dia lalu buru buru berlari meninggalkan tempat itu kembali ke kamarnya.
Yu Ming mengulurkan tangannya ingin memanggil Yang Ni, tiba tiba roh gaib putih muncul dalam pikiran Yu Ming dan berkata,
"Biarkan saja dia pergi, yang kamu lakukan sudah lebih dari cukup.."
"Bila di teruskan kamu akan terseret dalam arus pusaran, yang tidak bisa kamu lepaskan.."
"Kamu dan dia akan semakin terjebak dalam pusaran perasaan penderitaan yang tiada ujung pangkalnya.."
"Daripada penderitaan berkepanjangan, lebih baik menjadi penderitaan sesaat.."
Yu Ming mendengar ucapan Roh putih gaib yang sangat masuk akal.
Dia pun membatalkan niatnya untuk memanggil dan menghibur Yang Ni.
Benar kata roh putih gaib pikir Yu Ming , karena dia bisa mengibur sesaat, tapi dia tidak mungkin menghibur menjaga dan menemaninya sepanjang masa.
Dia masih punya tugas dan tanggung jawab lainnya, lagipula terhadap gadis itu, dia hanya merasa kasihan tidak lebih dari itu.
Jadi dia memang tidak boleh terlibat lebih jauh lagi.
Setelah berpikir dan menimbang, Yu Ming akhirnya meninggalkan tempat itu.
tidak ada tempat singgah, restoran pagi pagi gitu tentu belum buka.
Yu Ming akhirnya memilih meninggalkan penginapan lewat pintu samping.
Dia pergi jalan jalan pagi berkeliling kota, untuk menghilangkan rasa suntuknya.
Saat sedang berjalan santai, beberapa ratus meter dari penginapan nya, Yu Ming melihat ada orang orang sedang berkerumun di depan halaman bangunan kelenteng bobrok.
Yu Ming segera membelokkan langkahnya menghampiri tempat itu.
Karena ramainya orang berdesak desakan memenuhi tempat itu.
Yu Ming tidak mampu mendekat untuk melihat langsung.
Yu Ming pun menepuk punggung seorang pria yang ada di hadapannya, pria itu menoleh dan menatap kearah Yu Ming dengan wajah heran.
Yu Ming segera berkata,
"Maaf kak, mau tanya apa yang sedang terjadi di depan sana.."
__ADS_1
Pria itu segera berkata,
"Ohh itu, dengar dengar di dalam kelenteng bobrok di temukan sesosok mayat wanita korban pemerkosaan.."
"Saat ini petugas keamanan sedang memeriksanya.."
Yu Ming terdiam sejenak mendengar penjelasan pria itu.
Melihat Yu Ming diam saja, pria itu kembali melanjutkan kegiatannya menyaksikan keramaian.
Sesaat kemudian sesosok mayat wanita yang tertutup kain putih, di angkat keluar oleh petugas keamanan mengunakan tandu.
Saat lewat di depan Yu Ming , kain penutup sedikit tersingkap tertiup angin.
Yu Ming segera mengenalinya gadis di tandu itu ternyata, adalah gadis lain yang pernah di temuinya di restoran kemarin sore.
Melihat mayatnya cuma satu,Yu Ming pun berpikir kemana kira kira gadis yang lebih muda, yang bersikap ceria dan pernah tersenyum kepadanya itu.
Yu Ming yang melihat petugas sudah pergi, kerumunan orang mulai bubar.
Yu Ming iseng iseng mengambil jalan memutar menuju halaman belakang kelenteng bobrok yang di batasi sebuah tembok setinggi 2eter lebih.
Melihat keadaan tempat itu sepi, tidak ada orang lain, Yu Ming segera melompat melewati tembok pembatas.
Dengan mengandalkan kekuatan otot kakinya saja, tanpa perlu ilmu ringan tubuh sekalipun.
Bukan hal yang sulit bagi Yu Ming untuk melompati pagar pembatas itu.
Yu Ming berhasil mendarat ringan di halaman bagian belakang kuil bobrok yang sepi.
Yu Ming mengedarkan pandangannya dan pendengarannya yang tajam, untuk memeriksa keadaan sekitarnya.
Merasa tempat itu sepi sepi saja, selain dirinya, tidak ada yang lain.
Yu Ming kembali melanjutkan langkahnya memasuki lingkungan bagian dalam kuil lewat pintu belakang.
Sambil memasuki kuil bobrok, Yu Ming bersikap waspada, dia memasang pendengarannya mendeteksi bila bila ada pergerakan di tempat tersembunyi.
Di bagian belakang dan tengah di setiap kamar kosong, Yu Ming tidak menemukan apapun selain sarang laba laba dan debu kotor yang menghiasi hampir di segala penjuru.
Tapi saat memasuki bagian depan kuil, Yu Ming mendengar ada suara pernafasan halus, yang berasal dari salah satu patung dewa yang berjejer di dalam ruangan kuil bagian depan.
Yu Ming yang tahu hal itu, dia berpura pura tidak tahu, dan terus melangkah keluar dari dalam kuil, kemudian dia menghilang di depan pintu kuil.
Yu Ming sebenarnya tidak benar benar pergi, dia saat ini sedang duduk di atas genteng bobrok yang sudah banyak yang pecah, sehingga membentuk lubang di mana mana.
__ADS_1
Hal ini memudahkan Yu Ming untuk mengawasi situasi di dalam ruangan tersebut.
Beberapa waktu berlalu, akhirnya mulai terdengar suara pergerakan kaki sedang merangkak keluar dari balik patung dewa.