
Selagi Yu Ming dan Ji Lian Hua sedang duduk santai di anjungan perahu, menikmati daging kaki kambing.
Kapal layar kecil mereka saat mengikuti arus sungai tenang, mulai memasuki cabang sungai besar yang lebih luas dan lebar.
Kapal kecil mereka yang bergerak tanpa layar, mulai berguncang guncang.
Karena kini selain arus jauh lebih kuat, air sungai mulai bergelombang.
Tidak lagi setenang perjalanan mereka sebelumnya.
melihat hal ini Yu Ming beraksi cepat, dia segera mundur kebagian pengendali laju gerak kapal .
Dia segera memegang kendali atas kapal, agar tidak berputar putar di bawa pusaran air, yang bisa menyebabkan kapal mereka terbalik dan tenggelam di sana..
Dengan Yu Ming mengendalikan laju gerak kapal, keadaan kapal perlahan lahan mulai bisa di stabilkan kembali.
Kapal bisa bergerak lurus kedepan dengan pergerakan yang jauh lebih stabil.
Ji Lian Hua yang tadinya sedikit cemas, karena kapal yang terus berguncang guncang hebat
Kini dia mulai bisa bernafas dengan lebih lega, setelah melihat kapal kembali stabil.
Melihat Yu Ming sibuk mengendalikan kapal, tidak bisa menikmati kaki domba.
Ji Lian Hua membawa nya menghampiri Yu Ming , Ji Lian Hua ikut berdiri di samping Yu Ming .
Tanpa berkata kata, dia menyodorkan kaki domba di depan mulut Yu Ming .
Yu Ming sambil tersenyum, dia tidak menolaknya, dia segera memajukan mulutnya menggerogoti kaki domba di hadapannya sambil tetap mengendalikan laju perahunya.
Ji Lian Hua menahan senyum bahagia melihat keadaan mereka berdua saat ini.
Apalagi saat melihat bayangan di depan sana, yang terlihat seolah olah mereka berdua sedang saling menempel jadi satu.
Senyum Ji Lian Hua tanpa dia sadari pun kembali mengembang, mewakili suasana perasaan dan hatinya yang sedang senang dan bahagia.
Ji Lian Hua, sambil membantu memegangi kaki domba buat Yu Ming .
Diam diam dia membuat berbagai gerakan di mana bayangan mereka yang sedang berdampingan terlihat semakin mesra.
Mulai dari menyandarkan kepala di bahu Yu Ming , merangkul leher Yu Ming sampai membuat gerakan seperti dia sedang mencium Yu Ming .
Terakhir dia merendahkan sedikit kaki domba ke bawah, sehingga Yu Ming harus agak merendah kebawah, untuk bisa menikmati kaki domba di pegangan tangannya .
Dengan cara itu dia bisa membuat bayangan seolah olah Yu Ming sedang memeluk dan menyandarkan kepalanya di dalam pelukannya.
Suasana seperti itu benar benar membuat dia merasa sangat bahagia dan senang.
Mungkin seumur hidupnya, momen inilah yang membuat dia merasa sangat senang dan bahagia.
__ADS_1
Meski dia adalah putri kaisar, berada di posisi yang begitu tinggi.
Segala berkecukupan, apapun yang dia kehendaki pasti ada, tapi justru tidak ada yang menarik dan bisa membuatnya merasakan kebahagiaan seperti saat ini.
Yu Ming akhirnya menyadari apa yang sedang di lakukan oleh Ji Lian Hua pada bayangan mereka.
Yu Ming pun bangkit berdiri, tidak mengejar daging domba di bawah sana lagi.
Sehingga bayangan yang di buat Ji Lian Hua jadi buyar.
Yu Ming menoleh menatap kearah Ji Lian Hua dan berkata,
"Hua er apa yang sedang kamu lakukan..?"
Ji Lian Hua dengan wajah merah padam langsung mencemberutkan bibirnya dan berkata,
"Apa yang ku lakukan apa hubungannya dengan mu..?"
"Ini makan sendiri,..sungai sudah tenang.."
"Aku mau tidur.."
Kaki domba di balikin nya ke Yu Ming , setelah itu Ji Lian Hua dengan wajah BT.
Dia langsung meninggalkan Yu Ming sendirian.
Ji Lian Hua langsung kembali kedalam bilik kapal.
Sambil memunggungi pintu.
Ji Lian Hua, menggunakan kedua tangannya memegangi wajahnya yang panas.
Dia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum senyum sendiri.
Sesaat kemudian dia menoleh kebelakang sejenak.
Saat mendapat kenyataan tiada tanda tanda Yu Ming datang menyusulnya.
Wajahnya kembali cemberut.
"Dasar otak babi.."
Ucap Ji Lian Hua mengomel, seorang diri.
Setelah itu dia segera berlari kearah tempat tidur, membanting tubuhnya kesana.
Menarik selimut menutupi tubuhnya, dia berbaring menatap langit langit.
Sesaat kemudian sambil tersenyum bahagia, dia langsung menarik selimut menutupi wajahnya untuk melanjutkan khayalan pikirannya di dalam mimpi.
__ADS_1
Tidak ada yang tahu apa yang sedang di pikirkan oleh gadis muda dengan kecantikan seperti bidadari itu.
Tali benang merah kasih dan cinta mulai menjeratnya, semakin lama semakin dalam.
Tidak akan ada obat di dunia ini yang bisa mengobati nya lagi, selain Yu Ming pria yang telah membuat hatinya jatuh tak terkendali.
Di luar sana Yu Ming dengan sebelah tangan mengendalikan kapal, sebelah tangan lainnya memegang kaki domba dengan mulut tiada berhenti mengunyah.
Yu Ming berulang kali menggelengkan kepalanya sendiri, sambil menghela nafas berat.
Tidak tahu apa yang harus dia lakukan, menanggapi sikap yang Ji Lian Hua tujukan padanya.
Yu Ming yang sudah mengalami pasang surut masalah cinta di kehidupan lalu nya.
Tentu saja dia paham dan mengerti perasaan Ji Lian Hua padanya.
Yang dia bingung dan menjadi dilema adalah bagaimana dia menghadapi perasaan seperti itu.
Di dalam hati nya terjadi pertentangan hebat menerimanya atau jangan.
Yu Ming setelah menghabiskan daging domba, lalu potongan kaki nya dia lempar begitu saja ke sungai secara sembarang.
Yu Ming membersihkan sisa minyak dan penyedap rasa yang menempel di tangannya, dengan selembar kain setengah basah yang tergantung di dekat stir pengendali laju kapal.
Yu Ming bergumam pelan seorang diri,
"Meng er coba kamu katakan pada ku, apa aku telah salah langkah..?"
"Apa aku terlalu lemah hatinya, terlalu mudah tergoda dan kurang setia..?"
"Aku sebenarnya sangat ingin menjadi pria mu seorang saja, tapi mengapa kemunculan Hua er, membuat semua nya sulit..?"
"Maafkan aku Meng er.."
Selagi Yu Ming sedang larut dalam pikirannya yang bercabang, tiba tiba sepasang matanya yang tajam.
Melihat ada sebuah kapal yang berukuran jauh lebih besar sedang bergerak mendekat kearahnya dari sisi berlawanan.
Bila melihat bendera kapal itu, yang menggunakan lambang gambar tengkorak merah darah.
Yu Ming bisa memastikan kedatangan mereka tentu tidak akan ada niat baik.
Yu Ming sadar bertempur diatas sungai, akan sangat berbahaya, karena Ji Lian Hua kemungkinan tidak pandai ilmu bermain di dalam air.
Dia sendiri meski bisa, tapi dia juga tidak bisa di katakan sebagai ahli di bidang tersebut.
Yu Ming yang ingin menghindari bentrokan tidak perlu, dia mencoba menghindar dengan mengambil jalan memutar.
Tapi saat Yu Ming melihat kapal besar itu, mengirim perahu perahu kecil yang muat delapan sampai sepuluh orang berpakaian hitam .
__ADS_1
Di mana Perahu perahu kecil itu bergerak cepat mengejar kearah perahunya.