PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
KEMBALINYA LI TEK


__ADS_3

Siapa sangka dia malah di bawa kemari kerumah calon ayah mertuanya, juga ada kedua orang tuanya di sana .


Apes lah dia kini, saat ini Yang Ni benar benar mati kutu, tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Yu Ming yang cerdas tanpa perlu bertanya begitu melihat sikap yang di tunjukkan oleh Yang Ni.


Dia juga langsung tahu, keseluruhan jalan ceritanya.


Yu Ming tidak mau memojokkan Yang Ni, yang hanya akan membuat gadis itu malu, jadi dia milih tidak berkata apa-apa.


Bagi Yu Ming sekalipun tidak ada ada kapal yang bersedia mengantarnya.


Dengan bantuan Naga kakeknya, Yu Ming rasa tidak akan ada hal yang bisa halangi perjalanan nya.


Yang penting saat ini, dia sudah menyelesaikan tugasnya, mengantar Yang Ni kembali ke tempat aman.


Dan tempat yang paling aman, selain bersama nya, tentu saja adalah kembali kesisi orang tuanya.


Untuk mengalihkan pembicaraan, Yu Ming segera berkata,


"Ohh mengenal hal itu, aku justru baru tahu dari Paman Yang.."


"Yang Ni dia sebenarnya tidak pernah menawarkan jasa apapun ke aku."


"Dia hanya mengatakan bahwa, dia tinggal di desa nelayan yang tidak jauh dari pelabuhan Zhang Yang.."


"Karena perjalanan yang kami tuju sama, jadi aku yang menawarkan dia melakukan perjalanan bersama."


"Sehingga kami ada teman ngobrol dan bisa saling jaga.."


"Hanya itu saja, harap paman Yang tidak salah paham.."


Ucap Yu Ming sedikit berbohong untuk melindungi wajah Yang Ni.


Yang Ni kini menatap kearah Yu Ming dengan tatapan mata penuh berterimakasih dan terharu.


Sikap dewasa yang Yu Ming tunjukkan membuatnya semakin mengagumi Yu Ming .


Pendekar Yang orang berpengalaman begitu pula istrinya, mereka paham Yu Ming sedang berbohong untuk melindungi wajah putri mereka.


Jadi mereka diam diam merasa suka dan senang dengan sikap Yu Ming .


Tapi hanya sebatas suka saja tidak lebih, karena mereka tidak mungkin bisa menerima Yu Ming menjadi pendamping putri mereka.


Karena putri mereka sudah mereka ikat dengan murid mereka Li Tek, putranya sahabat baik mereka gubernur Li Sun.


Jadi mereka harus menepati janji, tidak boleh membiarkan yang muda bertindak sembarang.


Pendekar Yang sambil tersenyum ramah berkata,


"Baiklah pendekar muda, kalau begitu kami hanya bisa ucapkan terima kasih kami, atas kebaikan anda.."


"Semoga Thian yang membalas kebaikan anda..."

__ADS_1


Yu Ming tersenyum dan berkata dalam hati,


"Kalau Thian punya mata tentu aku tidak akan di buat susah begini.."


"Tapi sudahlah ini takdir ku jalani saja.."


"Tidak ada pahit tidak akan ada manis, tidak ada gelap tidak akan ada terang.."


"Semua akan berjalan secara natural.."


Yu Ming kini segera berbicara ke hal lain, sambil menoleh kearah gubernur Li, Yu Ming pun berkata,


"Gubernur Li apa yang sedang terjadi, ? mengapa aku lihat seluruh kota seperti sedang sibuk.."


"Seperti akan ada darurat perang..?"


Gubernur Li menghela nafas panjang dan berkata,


"Hou Shu si penghianat itu, bekerjasama dengan suku Bei Di hendak menyerang kemari.."


"Karena aku menolak tawaran kerjasamanya menggulingkan kerajaan Zhou.."


"Saat ini dia sedang mengepung pasukan bantuan dari kota raja, yang di pimpin oleh tuan putri Ji sendiri.."


"Kini putra ku sedang berangkat kesana, untuk memberi pertolongan pada putri Ji dan pasukannya yang terkurung di lembah tengkorak putih."


Ucap gubernur Li menjelaskan.


Baru saja gubernur Li selesai menjelaskan, dari arah pintu segera terdengar suara seorang pria.


Pendekar Yang dan gubernur Li segera bangkit berdiri menyambut gembira kedatangan Li Tek dengan gembira.


Sebalik Yang Ni yang melihat kedatangan calon suaminya, dia malah terlihat tersenyum pahit.


Dia memegang tangan ibunya, memberi kode agar ibunya menemaninya meninggalkan ruangan tersebut.


Nyonya Siao mengangguk paham, dia memberi kode agar putrinya bersabar sejenak.


"Syukurlah kamu sudah kembali, bagaimana keadaan tuan putri dan garis depan sana..?"


Tanya Gubernur Li gembira sambil menepuk nepuk pundak putra nya yang tinggi kekar.


"Semua berjalan lancar ayah.."


Jawab Li Tek cepat.


Setelah itu dia segera melanjutkan berkata,


"Tuan putri dua sangat baik, dia tidak jadi kemari.."


"Dia dan pasukannya langsung menuju Beijing, kelihatannya dia ingin langsung menarget Beijing dan Ji sekaligus.."


"Karena Huo Shu yang mundur melarikan diri tanpa perbekalan, kelihatannya tidak akan bisa bertahan lama.."

__ADS_1


Melihat ayahnya dan Gurunya menatap heran menunggu penjelasannya.


Li Tek pun bercerita singkat, tentang semua yang di alami dirinya dan pasukannya.


Dia terlihat bercerita dengan penuh semangat dan bangga.


Li Tek memang sengaja bercerita agar gadis yang di cintai nya itu bisa mendengarnya.


Tapi sayangnya Yang Ni justru tidak terlalu menanggapinya.


Bagi Yang Ni hal itu biasa saja.


Mana bisa di bandingkan dengan Yu Ming ke ke nya, dalam hal ke pahlawan.


Berbeda dengan yang lainnya, Yu Ming yang mendengar semua cerita Li Tek, dia menjadi khawatir dengan keadaan Ji Lian Hua.


Yu Ming yang cerdas, sudah bisa memprediksi, setelah Huo Shu berhasil di hancurkan.


Ji Lian Hua kemungkinan akan menghadapi kesulitan besar melawan suku Bei Di.


Berpikir sampai di sana, Yu Ming langsung memotong ucapan Li Tek, yang sedang asyik bercerita tentang strategi dia. Menghancurkan ransum perbekalan pasukan Huo Shu yang di jaga dengan ketat.


"Maaf semuanya, aku tiba-tiba teringat ada urusan penting lainnya.."


"Jadi aku hanya sampai di sini saja, aku mohon pamit permisi.."


Ucap Yu Ming sambil menjura kesemua nya.


Yang Ni yang terlihat paling kaget dan cemas, hingga tidak tahu mau bersikap bagaimana.


Dua terlihat bingung dengan keputusan Yu Ming yang begitu mendadak.


Padahal dia belum menjelaskan semua masalahnya ke orang tuanya.


Dia juga belum sempat mengakhiri urusannya dengan Li Tek.


Kini Yu Ming mau pergi, dan bila Yu Ming pergi dia takut selama nya tidak akan pernah bisa bertemu dengan nya lagi.


"Saudara Yu Ming mengapa begitu buru buru..?"


"Setidaknya tinggallah beberapa waktu di sini.."


"Sampai acara perayaan pernikahan putra putri kami selesai.."


"Selesai minum arak pengantin mereka kamu baru pergi juga belum terlambat.."


Ucap Gubernur Li berusaha menahan Yu Ming .


Pendekar Yang dan istrinya juga mengangguk setuju, akan pendapat gubernur Li.


Li Tek sendiri tidak berkata apa-apa, karena dia tadi terlalu gembira dan asyik bercerita.


Sehingga dia lupa akan adanya Yu Ming di sana,dan mereka belum saling berkenalan.

__ADS_1


Dia tidak mengenal juga tidak tahu alasan Yu Ming ada di kediamannya.


Hanya saja melihat calon istrinya tiba tiba sudah pulang, Li Tek hanya bisa menebak, kehadiran Yu Ming mungkin ada hubungannya dengan calon istrinya.


__ADS_2