
Yu Lek mundur dua langkah, dia bergaya seperti orang mengamati barang antik, dari atas turun kebawah, lalu naik lagi keatas.
Setelah mengamati berulang kali, sambil menggendong kedua tangannya di depan dada, jari kanannya menyentuh nyentuh ujung dagu nya sendiri yang runcing, bersih dan licin.
Dia akhirnya berkata,
"Bila di bandingkan dengan Kakek kita masih kalah jauh ."
"Tapi bila di bandingkan Yue Lao dan Tai Pai Cing Sing,.. kurasa ada sedikit mirip."
Ucap Yu Lek santai.
Tapi Fei Ying yang tidak bisa menahan diri untuk tertawa mendengar ucapan suami nya.
Dia menutupi mulutnya sendiri dengan tangan nya berusaha menahan suara tawanya yang hampir saja terlepas keluar.
Dewa Yue Lao adalah seorang kakek tua, yang bertugas mengurus takdir cinta muda mudi di dunia, tali benang merah percintaan adalah karya dia.
Sedangkan Tai Pai Cing Sing, dia adalah dewa bintang, seorang kakek tua renta yang biasanya suka jadi duta kaisar langit, untuk menyampaikan titahnya ke dunia atau ke alam lainnya.
Yu Ming sendiri hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya mendengar ucapan adiknya itu.
"Adik ku pagi sudah tiba, ayo kita pergi hadap ayah ibu, meminta doa dan restu sebelum berangkat.."
Ucap Yu Ming serius.
Yu Lek mengangguk cepat dan berkata,
"Baik kak..kalau begitu kita jalan sekarang.."
Tapi sebelum mereka sempat pergi dari sana.
Dewa Er Lang dan Dewa Pagoda mereka berdua menyusul datang kehadapan Yu Ming dan berkata,
"Wu Ming ada kabar buruk.."
"Yu Long dan pasukan neraka nya, kini sudah tiba di perbatasan, bersiap menyerang ke Pei Thian Men.."
Yu Ming mengangguk pelan dan berkata,
"Baik kakak misan, paman Dewa Pagoda .."
"Ayo kita pergi lihat kesana.."
"Mari.lewat sini, lebih cepat.."
Yu Ming terlihat mengibaskan tangannya, segera muncul sebuah portal cahaya di sana.
Yu Ming melesat masuk kedalam portal, diikuti oleh yang lainya.
Sesaat kemudian portal cahaya pun lenyap dari sana.
Saat portal cahaya muncul lagi, dia sudah ada di daerah perbatasan di mana tampak Na Cha yang memimpin pasukan bersama 4 raja langit hadir di sana memimpin 100.000 pasukan kahyangan.
Yu Ming disusul oleh yang lainya, mereka satu persatu keluar dari balik portal cahaya.
__ADS_1
Mereka segera ikut bergabung bersama Nacha.
Nacha segera memberi hormat kearah Yu Ming dan berkata,
"Salam hormat pangeran pertama.."
Yu Ming tersenyum dan mengulapkan tangan nya, lalu berkata,
"Nama ku sekarang Wu Ming Lao Jen.."
"Kamu boleh panggil aku Wu Ming atau Lao Jen bebas.."
Nacha mengangguk pelan.
Yu Lek disamping sana berkata,
"Kenapa tidak panggil Ming Lao saja..?"
"Jadi 11 12 dengan Yue Lao.."
Na Cha langsung menyemburkan ludahnya kedepan, dia berusaha menahan tawa, setelah mendengar ucapan Yu Lek.
Dia ingin tertawa tapi harus di tahan tidak enak dengan Yu Ming , jadilah air liurnya yang muncrat kedepan.
Yu Ming tidak menanggapi serius, dia hanya tersenyum saja.
Dia sedang menatap lurus kearah Yu Long yang datang dengan pasukan neraka nya yang campur aduk.
Ada pasukan iblis ada pasukan siluman, ada pasukan raksasa juga pasukan setan penasaran dan semua mahluk penghuni neraka.
Jumlah mereka sangat banyak,Yu Ming sampai sulit memperkirakan jumlah di pihak Yu Long.
Paling tidak Yu Ming memperkirakan kekuatan Yu Long minimal 10 kali lipat dari kekuatan pasukan kahyangan.
Pasukan kahyangan terlihat berbaris rapi dengan senjata lengkap siap tempur.
Sedangkan di pihak lawan, mereka tidak mengenal barisan hanya bergerombol seperti kawanan semut yang tersebar di segala penjuru.
Dalam satu tiupan suara sangkakala yang keras, pasukan neraka mengeluarkan suara teriakan membahana, berlarian menyerbu kearah pasukan kahyangan yang berada di posisi yang lebih tinggi.
Nacha segera memberi perintah, "
Pasukan siap...!"
Dia menatap tajam kearah pasukan lawan, hingga memasuki jarak tembak, dia baru memberikan perintah t
"Tembak...!!!"
Pasukan Kahyangan yang tadi sudah siap dengan anak panah dan busur terpentang..
Yang mereka tunggu tunggu adalah perintah dari Nacha ini.
Begitu perintah di lepaskan.
Anak panah pun melesat ke udara, memenuhi angkasa sebelum jatuh kebawah bagaikan datangnya hujan langsung menyerang pihak pasukan neraka yang sedang berlarian sambil berteriak teriak keras
__ADS_1
Panah yang datang sebagian menyambutnya dengan tameng terangkat keatas menahan serangan anak panah sambil terus berlari.
Sebagian lainnya membiarkan saja, karena mereka kebal terhadap anak panah.
Mereka tetap berlarian maju sambil berteriak teriak menerobos hujan anak panah, berusaha menjangkau posisi di mana Yu Ming dan pasukan Kahyangan berada .
Pasukan kahyangan tidak berhenti, secara bergantian mereka terus melepaskan anak panah ke udara.
Menghujani pasukan neraka yang di pimpin oleh Yu Long.
Yu Long sendiri belum terlihat bergerak maju, dia hanya dia di posisinya mengamati situasi pertempuran.
Di belakang Yu Long masih mengikuti pasukan neraka yang jumlahnya cukup banyak.
Kelihatannya bila mereka bukan pasukan utama, terkuat.
Tentunya mereka adalah pasukan cadangan Yu Long.
Apapun itu keberadaan mereka adalah suatu bahaya yang sulit di perhitungkan oleh Yu Ming .
Nacha saat melihat barisan pasukan lawan sudah mendekat, kini mereka mulai bergerak dari segala penjuru berusaha mendaki keatas bukit.
Nacha dengan gelang di tangan kiri, tombak di tangan kanan, Rida api di kakinya.
Nacha terbang ke bawah menyerang pasukan neraka, sambil menghajar siapapun yang ada di hadapannya dengan tombak gelang dan semburan api.
Memporak porandakan pasukan lawan.
Nacha berteriak,
"Pasukan Tameng sekarang...!"
"Maju...!"
Segera barisan pasukan Kahyangan yang membawa tameng dan tombak bergerak maju .
Komandan pasukan mereka bergerak di garis depan memimpin mereka maju.
Komandan pasukan kahyangan rata rata menggunakan pedang untuk menyerang lawan lawan mereka yang berdatangan.
Sesaat saja perang campur aduk pun muncul di tempat itu.
Yu Ming dan yang lainnya mereka belum ada yang maju, mereka semua hanya berdiam di belakang mengamati situasi dan menunggu perintah dari Yu Ming .
Nacha adalah pemimpin pasukan pembuka garis depan, makanya dia bebas bergerak kedepan.
Tanpa perlu mendengar perintah dari Yu Ming yang di tunjuk sebagai pimpinan tertinggi dalam pertempuran ini.
Perang simpang siur di bawah sana segera pecah, begitu barisan pasukan kahyangan yang menggunakan tameng berada dalam barisan formasi yang rapi bertemu dengan pasukan neraka yang menyerang secara bat bar.
Mereka lebih mengandalkan kekuatan pribadi daripada kekuatan barisan yang bekerja sama.
Tapi meski begitu, mereka tidak bisa di remehkan.
Meski bertempur sendiri sendiri, mereka adalah individu yang sangat kuat.
__ADS_1
Pasukan kahyangan kemungkinan akan kesulitan bila harus berhadapan langsung satu lawan satu melawan mereka.