PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Nelayan rambut putih


__ADS_3

"Ada yang menghadang lagi, tidak tahu, apa maksudnya..?"


Ucap Ji Lian Hua yang tiba tiba saja sudah muncul di samping Yu Ming .


Yu Ming mengangguk pelan tanpa menoleh dia berkata pelan,


"Ya kita lihat saja apa maunya.."


"Bila kebetulan dia sedang memancing, tentu akan menyingkir sendiri.."


"Bila tidak berarti dia kemungkinan utusan paviliun awan putih, yang datang khusus ingin mencari keributan.."


Ji Lian Hua mengangguk, dia terlihat bersiaga memegang gagang pedang nya dengan wajah tegang.


Sedangkan Yu Ming mengambil sikap tenang, dia membiarkan saja kapalnya terus bergerak sendiri.


Baru saat kapal dan perahu berjarak 100 meter, pemuda berambut putih itu, belum juga menyingkir kan perahunya.


Yu Ming berteriak memperingatinya,


"Saudaraku yang di depan sana, sengaja atau tidak sengaja..!"


"Lekas menyingkirlah, jangan halangi jalan kapal kami..!"


Pria itu tiba-tiba menoleh kearah Yu Ming ternyata sepasang bola matanya tidak ada titik hitamnya, tapi putih semua.


Dia terlihat sangat menyeramkan, pria itu menoleh kearah Yu Ming , dan berkata.


"Tahu diri lekas putar kapal mu kembali ke paviliun awan putih, segera memohon maaf pada sahabat ku..!"


"Bila tidak tempat ini akan menjadi kuburan terakhir mu..!"


Yu Ming tersenyum dingin dan berkata pelan di tujukan ke Ji Lian Hua.


"Lagi lagi dari sana, kelihatannya reputasi bedebah itu tidak kecil."


"Begitu banyak orang dunia persilatan yang bersedia berkorban menjual nyawa untuk nya.."


Ji Lian Hua mengangguk dan berkata,


"Ya tidak kecil, munafik nya itu yang paling besar.."


"Sehingga bisa menipu orang orang ini,.."


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Mungkin saja dia memegang kunci rahasia mereka, sehingga mereka terpaksa mengabdi padanya.."


Ji Lian Hua mengangguk dan berkata singkat,


"Bisa jadi.."


Kapal Yu Ming melaju semakin cepat, karena Yu Ming memang tidak berusaha mencoba menghentikan kapalnya.


Dia membiarkan saja kapalnya bergerak sendiri, mengikuti arus sungai..


Tabrakan keras akhirnya tidak terhindarkan.

__ADS_1


"Brakkkkk..!"


Pria itu terbang keatas meninggalkan perahunya.


Sambil melayang di udara dia menggerakkan tangkai pancing nya.


"Siutttt..!"


Benang pancing meliuk liuk seperti ular dengan mata pancing sebagai bagian kepala ular.


Siap mematuk kearah Yu Ming, sebelum berhasil mencapai sasaran.


sedang di tangan Ji Lian Hua berkelebat cepat.


"Trangggg..!"


Mata kail terpental balik, tapi pria itu lagi lagi menggoyangkan tungkai pancingan nya.


Segera mata kail yang kembali menyambar balik, tapi sekali ini yang di arah adalah Ji Lian Hua.


Tali pancing menyambar dengan energi yang membentuk bayangan Naga Biru menyerang kearah Ji Lian Hua.


Ji Lian Hua menghindar kesamping, lalu dengan gerakan cepat, dia menebaskan pedang langitnya dengan tujuan membabat putus bagian leher bayangan biru itu.


"Cringgg...!"


Bayangan Naga biru sirna, tapi pedang Ji Lian Hua sepenuhnya terlilit oleh benang dan mata kail.


Sepenuhnya terhenti di udara, sulit di gerakkan, karena begitu pedang Ji Lian Hua terlilit tali pancing, yang ternyata terbuat dari benang baja.


Tali pun menegang, karena pada bagian tungkai pancing, pemuda rambut putih itu membuat gerakan menyentaknya.


Mengikuti tubuh nya yang tersentak kuat.


Ji Lian Hua memanfaatkan situasi itu, dia melayang kedepan mendekati pemuda itu


Dengan pedang langit di tunjuk keatas menghadap keangkasa, di mana seberkas sinar putih turun merasuk kedalam pedang langit di tangan Ji Lian Hua.


Ji Lian Hua menebaskan Pedang Langit Pemusnah menyerang kearah pemuda rambut putih itu.


Ribuan energi pedang, yang berasal dari pedang langit melesat cepat mengejar kearah pemuda rambut putih itu.


Pemuda itu memutar mutar tangkai pancing nya, sehingga benang baja berputar putar di sekitar tubuh nya.


Melindungi diri nya dari serangan energi pedang Ji Lian Hua.


Terdengar bunyi berdentingan seperti beda logam saling beradu, bunga api berpijar di sekeliling tubuh pemuda berambut putih itu.


Setelah benang pancing berhasil memukul runtuh energi pedang Ji Lian Hua.


Tiba-tiba tali pancing bergerak cepat menggulung kearah Ji Lian Hua.


Tali pancing dengan cepat telah melilit seluruh tubuh Ji Lian Hua, membuat gadis tersebut sulit bergerak.


Pedang di tangan nya terkunci di samping badannya terikat erat.


Dengan satu sentakan kuat tubuh Ji Lian Hua terseret kearah pria itu.

__ADS_1


"Tasss...!"


Seberkas energi tanpa wujud melesat dari pedang Xuan Yuan di tangan Yu Ming .


Seketika tali pancing yang terbuat dari baja putus di tengah tengah, sehingga pemuda berambut putih hanya berhasil menarik kembali sebagian tali pancingnya yang menjadi pendek.


Mata kail nya pun ikut lenyap tertahan di tubuh Ji Lian Hua.


Yu Ming menebaskan lengan kirinya seberkas energi tanpa wujud melesat kearah Ji Lian Hua.


Tanpa terlihat apa yang terjadi, tahu tahu semua tali baja yang melilit Ji Lian Hua semuanya terbelah dua.


Ji Lian Hua berhasil terlepas dari ikatan kuat tali benang pancing itu.


Begitu terlepas, pundak Ji Lian Hua sudah di tangkap oleh Yu Ming ditarik mundur kebelakang nya.


Kini Yu Ming yang berdiri berhadap hadapan dengan pemuda rambut putih itu.


Yu Ming sambil tersenyum sabar berkata,


"Saudaraku, sebelum kita memulainya, bolehkah aku tahu siapa nama dan julukan mu.."


Pemuda berambut putih itu menjawab dengan tenang,


"Aku Sie Bun orang orang dunia persilatan memanggil ku Nelayan rambut putih.."


"Itu saja.."


"Lihat serangan..!"


Bentak pemuda rambut putih bernama Sie Bun itu mulai menyerang Yu Ming dengan tangkai pancing nya.


Tangkai pancing begitu di getarkan segera berubah menjadi puluhan titik hitam menyerang kearah titik jalan darah di bagian depan tubuh Yu Ming .


Yu Ming memutar pedang Xuan Yuan ditangannya menjadi gulungan sinar mas.


Menggulung semua titik titik hitam yang datang menyerangnya kemudian dia ledakan hingga hancur tak berbekas.


Titik titik hitam sirna, tapi tangkai pancing yang menjadi inti serangan nyata.


Meluncur cepat kearah tenggorokan Yu Ming , Yu Ming memiringkan lehernya menghindari serangan cepat ujung tangkai pancing itu.


Tapi dengan gerakan lihat, pemuda rambut putih itu memutar pergelangan tangannya.


Segera tangkai pancing menyabet mengejar kesamping, Yu Ming langsung menundukkan kepalanya.


Lalu dengan gerakan cepat Yu Ming membalas dengan Tebasan Pengoyak Bumi.


Cahaya emas meluncur dari bawah keatas ingin membelah tubuh pemuda berambut putih itu.


Pemuda berambut putih itu menjejakkan ujung kakinya keatas lantai perahu.


Tubuh meluncur mengambang di udara, berputaran satu kali, menghindari tebasan pedang Yu Ming .


Sambil mengambang berputaran di udara, dia menggerakkan ujung tangkai pancing, untuk menotok pergelangan tangan Yu Ming, yang memegang pedang Xuan Yuan.


Yu Ming yang tidak ingin jalan darah di pergelangan tangan nya menjadi sasaran.

__ADS_1


Yu Ming segera menarik kembali pedang Xuan Yuan, sambil mendorong telapak tangan kirinya memberikan pukulan tapak naga emas.


__ADS_2