PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
RAJA TAO TIE


__ADS_3

Menghindar dari yang satu, tidak mungkin menghindari yang kedua ketiga dan selanjutnya.


Bila seperti ini tidak sampai satu menit, Yu Ming pasti sudah kehilangan kepalanya, di makan oleh kawanan Tao Tie yang rakus itu.


Begitu pula kaki tangannya, yang di cengkraman erat oleh beberapa Tao Tie lainnya.


Yu Ming pasti akan di bagi bagi oleh mereka menjadi beberapa bagian.


Bila tidak cepat mencari solusi, untuk melepaskan diri dari terkaman Tao Tie, yang sedang mengerubutinya.


Pedang Xuan Yuan, Yu Ming lepaskan dari genggaman tangan nya.


Pedang itu bergerak sendiri, meluncur cepat menembus kerongkongan, mematahkan tulang leher Tao Tie, yang sedang mengerubuti tubuh Yu Ming .


Di mulai dari Tao Tie yang mengincar kepala Yu Ming , hingga berakhir di ujung kaki Yu Ming .


Satu persatu mahluk tersebut ambruk keatas tanah.


Dengan satu teriakan keras, mengandalkan kekuatan tenaga luarnya.


Yu Ming melontarkan tubuh Tao Tie, yang sedang mengerubutinya, hingga terlempar kesegala arah.


Yu Ming segera melenting kan tubuhnya keatas, lalu dia mengulurkan tangannya.


Sehingga pedang Xuan Yuan kembali ke dalam genggaman tangan nya .


Setelah pedang kembali Chi Dewa kembali mengisi tubuhnya.


Yu Ming segera melepaskan jurus,


"Tebasan Pedang Xuan Yuan, Cahaya Pedang Tak Berbatas."


"Singg.! Singg.! Singgg.! Singgg..!"


"Singg.! Singg.! Singgg.! Singgg..!"


"Singg.! Singg.! Singgg.! Singgg..!"


"Singg.! Singg.! Singgg.! Singgg..!"


Ratusan cahaya pedang melesat kesegala penjuru menyerang kearah Tao Tie, yang bermunculan mengepung Yu Ming .


"Crashhh..! Crashhh..! Crashhh..!"


"Crashhh..! Crashhh..! Crashhh..!"


"Crashhh..! Crashhh..! Crashhh..!"


"Crashhh..! Crashhh..! Crashhh..!"


"Crashhh..! Crashhh..! Crashhh..!"


Satu persatu Tao Tie yang tertembus cahaya pedang, mereka bertumbangan dengan tubuh penuh lubang.

__ADS_1


Jatuh ambruk keatas tanah.


Tapi mahluk itu memang aneh, meski sudah terluka parah dengan tubuh penuh lubang.


Mereka belum juga tewas, bahkan mereka sedang berusaha meregenerasi lubang lubang di tubuh mereka.


Yu Ming saat melepaskan jurus itu. Dia juga sadar, akan ada kemungkinan seperti itu.


Yu Ming yang masih melayang di langit langit Gua, dia segera membentuk puluhan bayangan pedang di tangan nya.


Lalu bayangan pedang, yang muncul di depan dadanya.


Dia dorongkan kebawah.


Cahaya pedang itu bergerak cepat menebas leher Tao Tie, yang sedang berjuang meregenerasi diri .


Satu persatu Tao Tie tewas dengan leher putus, kepala terpisah dari badan, terkena tebasan cahaya pedang yang Yu Ming lepaskan.


Cahaya pedang itu bergerak cepat, membelah diri membabat putus setiap Tao Tie yang masih hidup.


Beberapa saat berlalu,, saat Yu Ming melayang turun kembali kebawah.


Di tempat tersebut, kembali terlihat mayat Tao Tie yang bertumpuk tumpuk tewas tanpa kepala.


Tao Tie yang menyusul tiba, dengan rakus mereka segera menyerbu bangkai rekan rekan mereka yang tewas di tangan Yu Ming .


Yu Ming sendiri kini sedang memilih pintu Gua, yang akan di ambilnya dengan wajah ragu.


Belum Yu Ming melakukan pilihan, tiba tiba Pai Se Phi melesat keluar dari gelang penyimpanan Yu Ming .


Yu Ming dengan gembira segera melesat mengikuti Pai Shi Phi, memasuki mulut Gua ketiga tersebut.


Di dalam Gua, Yu Ming terus berlari cepat mengikuti Pai Se Phi yang melayang di udara.


Membantu menjadi penunjuk jalan bagi Yu Ming melewati terowongan di dalam Gua yang panjang dan berkelok kelok.


Terkadang mereka menghadapi beberapa mulut jalan yang bercabang.


Juga menghadapi terowongan, yang membentuk mulut mulut Gua, yang jumlahnya cukup banyak


Berkat petunjuk dari Pai Shi Phi, semua menjadi lebih mudah, Yu Ming tidak perlu ragu memilih jalan yang akan dia lalui.


Pai Shi Phi akhirnya membawa Yu Ming keluar dari sebuah mulut Gua.


Pai Shi Phi melayang keluar dari mulut Gua tersebut, dia berhenti kira kira 10 meter dari mulut Gua.


Dia terus melayang di udara, tidak bergerak maju kedepan lagi.


Pai Shi Phi berhenti di sana, hanya berputar putar pelan di udara.


Yu Ming segera melesat kedepan menghampirinya.


Tapi saat tiba di sana, di mana mata Yu Ming bisa melihat pemandangan hamparan luas di bawah sana.

__ADS_1


Sepasang mata nya membelalak kaget, melihat pemandangan di bawah sana, yang mirip sebuah lembah yang sangat luas.


Di lembah tersebut terlihat di penuhi oleh mahluk Tao Tie, yang tidak terhitung lagi jumlahnya.


Tao Tie,.. Tao Tie itu.., terlihat sedang mengerumuni seekor Tao Tie berukuran 10 kali lipat lebih besar dari Tao Tie disekitarnya.


Tao Tie yang ini berwarna merah, memilki sepasang sayap, kepalanya juga memilki sepasang tanduk sapi.


Punggung hingga ke ekor di lindungi oleh duri duri runcing yang menghadap keatas.


Berbeda dengan Tao Tie yang pernah Yu Ming hadapi, sebelum nya, mereka tidak memiliki mata.


Tapi Tao Tie yang ini, dia memiliki sepasang mata yang tumbuh di bagian dadanya .


Kini sepasang mata itu sedang menatap marah kearah Yu Ming, yang berada di ujung tebing di ketinggian sana.


Dalam satu lolongan kuat yang menggetarkan seluruh lembah.


Semua Tao Tie di sekitarnya, segera menoleh kearah Yu Ming .


Tak lama kemudian mereka mulai berlari berhamburan menerjang keatas.


Berusaha menjangkau kearah Yu Ming .


Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata,


"Ini benar benar sungguh tidak mudah.."


Selesai berkata, Yu Ming segera mengeluarkan Golok Naga Emas di pegang di tangan kiri, sedangkan pedang Xuan Yuan di pegang tangan kanan.


Lalu dia melesat terjun kebawah, menyambut kedatangan mahluk Tao Tie, yang tidak terhitung jumlahnya.


Disana Yu Ming segera mengamuk dengan sepasang pedang dan golok nya.


Silih berganti menebas putus leher Tao Tie yang berada di sekelilingnya.


Berbeda dengan sebelumnya, Tao Tie yang ini tidak berminat memakan bangkai rekan nya, saat bangkai mulai bertumpuk tumpuk.


Di sini di bawah lolongan Tao Tie bersayap itu, semua Tao Tie hijau, menerkam kearah Yu Ming seperti kesurupan, tidak takut mati.


Mereka berubah menjadi kekuatan besar, yang tidak takut mati dan terus menerus menerjang kearah Yu Ming .


Tidak tahu berapa banyak Tao Tie yang terbunuh oleh Yu Ming, juga tidak tahu berapa lama, Yu Ming menghabiskan waktunya bertarung dalam kepungan Tao Tie, yang terus menerjang kearahnya tanpa henti.


Yu Ming akhir nya kehabisan Chi Dewa, yang di salurkan oleh pedang Xuan Yuan.


Akibat dia terlalu forsir penggunaan nya, pedang Xuan Yuan kehabisan Chi Dewa untuk di salurkan ke Yu Ming .


Kemampuan Yu Ming mengalami penurunan secara drastis, kini dia hanya bisa mengandalkan kekuatan tenaga luarnya saja.


Berusaha menghabisi Tao Tie dengan golok dan pedang di tangan nya.


Seluruh tubuh Yu Ming, kini sudah tidak terlindungi Chi Dewa.

__ADS_1


Sehingga luka berdarah mulai memenuhi tubuhnya, yang terserempet serangan Tao Tie yang mengepungnya.


__ADS_2