
Pagi itu Yu Ming mendapatkan kabar dari paman Luo, bahwa mereka sudah hampir tiba di wilayah gugusan pulau lautan timur.
Pulau Peng Lai dan Gunung Fu Zi mulai terlihat dari kejauhan.
Kini Yu Ming Ji Lian Hua dan paman Luo sedang terlibat dalam perundingan serius.
Di mana Yu Ming meminta paman Luo membantunya mengikuti peta dari leluhur si tato kelabang.
Agar di bisa ada di posisi yang tepat sesuai dengan petunjuk dari peta.
Paman Luo yang sangat berpengalaman dalam pelayanan, dia mengerti apa yang Yu Ming kehendaki.
Dia segera mengatur kru kapal, agar mengarahkan pergerakan kapal mereka menuju titik yang Yu Ming gambarkan dari peta nya.
Tapi daerah yang Yu Ming tunjukkan di peta itu, mudah di lihat tidak mudah di capai.
Setelah agak mendekati daerah tersebut, paman Luo menemukan daerah itu penuh dengan batu karang tajam.
Sehingga kapalnya sulit untuk mendekat, selain itu tempat tersebut memilki arus pusaran air yang sangat sulit di tebak.
Selalu berubah ubah sangat berbahaya, salah salah kapal bisa terseret kedalam arus pusaran.
Di mana bila tidak di seret kebawah, kemungkinan kapal akan di hempaskan ke deretan kumpulan karang tajam yang ada di sekitar lokasi tersebut.
Paman Luo juga menerima laporan dari anak buah nya, bahwa di kawasan tersebut banyak ikan hiu pemangsa yang ukurannya sangat besar.
Dengan berbagai informasi itu, paman Luo akhirnya dari tempat jauh, memilih menurunkan sauh kapal.
Lalu dia pergi menemui Yu Ming dan Ji Lian Hua untuk menjelaskan situasi dan kondisi yang mereka hadapi saat ini.
Setelah mendengarkan penjelasan paman Luo hingga selesai, Yu Ming segera mengambil keputusan.
"Paman Luo, sebaiknya kita cari salah satu gugusan pulau yang mudah untuk mendarat."
"Pulau itu harus aman tenang tidak berbahaya, sehingga paman Luo, semua kru kapal dan kamu Hua er kalian bisa beristirahat dengan tenang di sana.."
Paman Luo menatap Yu Ming dengan tatapan mata penuh tanda tanya dan berkata,
"Lalu bila kita pergi mendarat di pulau yang tuan muda katakan.."
"Bagaimana dengan lokasi yang di tunjukkan oleh peta itu, apa tuan muda mau melupakan nya..?"
__ADS_1
Yu Ming tersenyum dan berkata,
"Tentu tidak, aku akan mencari akal lain untuk kesana ."
"Tapi berhubung tempat itu sangat berbahaya, jadi aku putuskan kalian sebaiknya tidak pergi kesana.."
"Aku akan pergi sendirian saja kesana.."
Ji Lian Hua sebenarnya ingin kesana, tapi dia sadar diri dan tidak mau memaksakan kehendaknya yang nantinya hanya akan merepotkan Yu Ming .
Atau dia malah membahayakan keselamatan Yu Ming , dia tidak mau hal itu terjadi.
Jadi dia memilih diam tidak berkomentar, mengikuti saja pengaturan Yu Ming .
Yu Ming tahu apa yang di pikirkan oleh Ji Lian Hua, dia tidak berbicaralah apapun.
Hingga paman Luo pergi menjalankan tugasnya, Yu Ming baru berkata pelan,
"Hua er maaf aku tahu kamu pasti ingin ikut, tapi aku terpaksa tidak mengajak mu.."
"Ini demi keselamatan mu, kamu mengertikan maksud ku.."
Ji Lian Hua memaksakan diri untuk tersenyum dan berkata,
"Aku mengerti dan bisa memahaminya.."
"Aku hanya berharap kamu kembali dengan selamat, kamu tidak boleh terjadi sesuatu.."
"Aku akan selalu menanti kepulangan mu, sampai kapan pun .."
Ucap Ji Lian Hua dengan kepala tertunduk tapi penuh perasaan.
Yu Ming tentu paham maksud ucapan Ji Lian Hua, dia tidak mungkin bodoh hingga tidak mengerti apa yang Ji Lian Hua ungkap kan secara halus itu.
Yu Ming sadar Ji Lian Hua bukan hanya memperdulikan dan menaruh posisinya sebagai sahabat biasa saja.
Ji Lian Hua jelas menginginkan lebih, Ji Lian Hua ingin mereka bisa bersatu untuk selamanya.
Tidak akan ada yang bisa memisahkan mereka, selain maut itu sendiri.
Tapi Yu Ming belum berani menerimanya, dia masih dilema, bagaimana baiknya menangani ini semua.
__ADS_1
Apa dia harus menerimanya atau melepaskan kesempatan yang Ji Lian Hua tawarkan kedirinya.
Apakah dia akan memilih bertahan hidup di dunia fana bersama Ji Lian Hua.
Hingga gadis itu tiada, dia baru kembali ke kahyangan menemui istrinya Ping Ru Meng.
Atau begitu kekuatan nya kembali, segera dia tinggalkan dunia ini untuk kembali kesisi istri tercintanya.
Sampai saat ini, dia belum bisa mengambil keputusan itu, terlalu banyak yang harus dia pertimbangkan.
Bila kembali, dia kasihan dan tidak tega dengan Ji Lian Hua, di lubuk hati terdalam nya yang juga sebenarnya mencintai dan sangat menyukai Ji Lian Hua juga menolak keras dia ambil keputusan ini.
Tapi di sisi lain bila dia ambil keputusan bersama Ji Lian Hua, hatinya yang lain mengutuknya sebagai lelaki tidak bertanggung jawab mata keranjang, tamak, tidak cukup puas dengan yang ada.
Padahal istrinya Ping Ru Meng di sana kesepian dan terus menanti nantikan kepulangan nya, tapi dia malah bersenang senang di dunia.
Ini sama saja dirinya begitu egois dan sangat berdosa, bersenang senang diatas penderitaan istrinya.
Bila keadaan di balik, dia berada di posisi istrinya, dan istrinya ada di posisi dia bersama pria lain, apa dia bisa menerima perlakuan istrinya yang seperti yang dia lakukan saat ini..?
Jawaban nya, tentu saja dia tidak bisa, bila dia tidak bisa,.lalu kenapa dia bisa anggap istrinya bisa.
Kenapa dia tega melakukan penghianatan terhadap kepercayaan dan rasa cinta istrinya pada dirinya.
Banyak pertimbangan yang muncul di benak dan pikiran Yu Ming yang membuat dia serba sulit dan serba salah
Sulit memutuskan maju salah mundur juga salah .
Akhirnya dia hanya bisa menggantung nya sehari lewat sehari tanpa kejelasan.
Seperti saat ini, Yu Ming akhirnya hanya bisa mengangguk pelan dan berkata,
"Terimakasih Hua er aku akan mengingatnya selalu.."
Setelah itu Yu Ming mengalihkan pembicaraan ke hal yang lain, lalu dia mengajak Ji Lian Hua keatas dek kapal, mereka menikmati makan sore bersama sambil menikmati udara sore hari yang sejuk, serta sinar matahari menjelang terbenam yang hangat.
Beberapa hari paman Luo mencari pulau yang cocok untuk mendarat.
Akhirnya dia menemukan sebuah pulau yang sangat eksotis, pulau itu ada air terjun, kolam, sungai kecil, hingga ada beberapa telaga yang bagian dasarnya bisa terhubung dengan laut.
Pulau itu di kelilingi oleh pasir putih dan pohon buah kelapa yang tumbuh subur di sana.
__ADS_1
Ikan sangat mudah di temukan di tempat itu, di bagian gugusan karang, udang juga tidak sulit ditemukan.
Udang disana adalah udang lobster atau di sebut Lung Sia, udang naga, udang dengan ukuran fantastis lengkap dengan sepasang capit yang mirip capit kepiting .