
Yu Ming dan Ji Lian Hua mengikuti ketiga murid Wu Ti Cien Sen, yang membawa mereka untuk melihat isi gudang perbekalan.
Semua keperluan perjalanan di pasok dengan lengkap di dalam gudang itu.
Isi gudang ini jelas jauh lebih lengkap ketimbang isi gudang perbekalan kapal Yu Ming sebelumnya.
Yu Ming jadi merasa agak sedikit tidak enak hati, dengan kebaikan yang Wu Ti Cien Sen, berikan kepada dirinya.
Untuk membalasnya Yu Ming segera mengeluarkan beberapa permata, sumber daya berharga yang dia dapatkan di hutan misterius.
"Tolong sampaikan sedikit ucapan rasa terimakasih ku pada guru kalian.."
"Semoga benda benda ini bisa bermanfaat membantu pemulihannya.."
Ketiga murid Wu Ti Cien Sen menerima bungkusan kain hitam dari Yu Ming dengan penuh hormat.
Setelah menjura memberi hormat ke Yu Ming dan Ji Lian Hua, salah satu dari mereka berkata,
"Terimakasih banyak Tuan muda Wu Ming, kamu akan sampaikan barang berharga ini ke guru kami.."
"Selamat jalan tuan muda Yu Ming .."
"Kami pamit permisi dulu.."
Setelah saling menjura, sesaat kemudian mereka segera bergerak meninggalkan kapal besar itu.
Yu Ming dan Ji Lian Hua mengantar mereka hingga di tepi kapal.
Setelah mereka bertiga pergi, Yu Ming segera menghampiri juru mudi kapal nya yang biasanya di panggil paman Luo.
"Paman Luo besok pagi saat matahari terbit, kami akan kemari untuk melanjutkan perjalanan.."
"Apa paman dan kru paman sudah siap untuk itu..?"
Tanya Yu Ming memastikan, bila mereka tidak bisa, maka Yu Ming akan mencoba belajar mengoperasikan kapal besar ini.
Yu Ming yakin dia bisa, meski agak sedikit repot bekerja sendirian di kapal sebesar ini.
Nanti di persinggahan lain, dia baru akan merekrut beberapa personil baru untuk membantunya pikir Yu Ming dalam hati.
Paman Luo tersenyum ramah dan berkata,
"Tuan muda jangan khawatir, kami semua siap berangkat kapan pun.."
"Kami memang sudah di siapkan khusus, untuk mengantar kemanapun tuan muda ingin pergi.."
Yu Ming menatap kearah paman Luo dengan wajah ragu dan berkata,
"Paman Luo, sebaiknya paman Luo tahu satu hal, tujuan perjalanan ini sangat lah jauh.."
"Aku hendak pergi ke gugusan pulau di laut timur sana."
"Itu adalah tempat yang sangat jauh, perjalanan pulang pergi kami, mungkin bisa menghabiskan waktu satu tahun lebih ."
__ADS_1
"Bagaimana paman Luo,? apa paman luo ada berkeberatan ."
"Sebaliknya Paman Luo dan kru paman rundingkan dulu, dan pikirkan lagi.."
"Besok baru berikan saya jawabannya.."
Paman Luo tersenyum dan berkata,
"Kami semua sudah siap untuk itu, tak perlu di rundingkan lagi.."
"Sekarang pun bila tuan muda ingin berangkat kami siap.."
Yu Ming mengangguk dan berkata,
"Baiklah kalau begitu, terimakasih banyak.."
"Aku tidak buru buru, silahkan saja paman Luo dan yang lainnya berkumpul dengan keluarga dulu."
"Besok pagi kita baru berangkat.."
Paman Luo sambil tersenyum menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Terimakasih tuan muda ."
Yu Ming mengangguk dan berkata,
"Baiklah paman Luo, silahkan teruskan saja.."
"Aku permisi dulu.."
Setelah meninggalkan kapal, Yu Ming yang tahu Ji Lian Hua ingin jalan jalan sore, dia belum ingin pulang ke penginapan.
Tak ingin mengecewakan nya.
Yu Ming memutuskan menemani Ji Lian Hua jalan jalan berkeliling kota untuk menyenangkan hati gadis itu.
Yu Ming berpikir hitung hitung untuk menebus kebaikan dan ketulusan perasaan Ji Lian Hua selama ini pada diri nya.
Ji Lian Hua sulit menyembunyikan perasaan gembiranya, meski mereka hanya berjalan jalan keliling di sekitar kota pelabuhan itu saja.
Tapi Ji Lian Hua tetap adalah Ji Lian Hua meski hatinya senang gadis itu tetap tidak norak.
Dia tetap terlihat anggun, tidak terlalu berlebihan menunjukkan perasaannya di depan orang lain.
Yu Ming menemani Ji Lian Hua hingga matahari tenggelam dan jalanan mulai sepi.
Yu Ming baru berkata,
"Hua er kita pulang yuk.."
"Udah mulai malam, jalanan mulai sepi.."
Ji Lian Hua sambil tersenyum berkata,
__ADS_1
"Takut apa ? biar kota ini tersisa kita berdua, aku juga tidak bakalan takut.."
"Selama ada Yu Ming ke ke yang menemani ku, apapun dan di manapun, aku tidak bakal takut."
Yu Ming tersenyum dan berkata,
"Baiklah terserah pada mu,..kita jalan lagi sampai kamu bosan, baru kita kembali ke penginapan.."
Ji Lian Hua sambil tersenyum gembira, dia segera manju menarik tangan Yu Ming .
Dia menunjuk kearah sebuah Ting yang di bangun tidak jauh dari pinggir sungai.
"Kita kesana saja duduk duduk, sebentar kita beli sedikit arak dan camilan baru kesana.."
Ucap Ji Lian Hua bersemangat.
Dia segera berlari kesebuah kedai arak, membeli 4 botol arak lengkap dengan beberapa bungkus kacang goreng.
Yu Ming segera maju membantu membawanya, sementara,Ji Lian Hua sedang melakukan transaksi pembayaran.
Tidak lama kemudian Yu Ming dan Ji Lian Hua sudah terlihat duduk di dalam bangunan Ting.
Mereka berdua duduk santai menghadap kearah sungai, sambil ngobrol mereka menikmati kacang dan arak yang Ji Lian Hua beli tadi.
Di saat mereka berdua sedang asyik ngobrol ngobrol, tiba tiba Ji Lian Hua menunjuk kearah sungai dan berkata,
"Ehh lihat kak,.. malam malam begini, masih ada perahu yang sedang bergerak merapat ke dermaga."
Yu Ming mengangguk,, Yu Ming bukan hanya bisa melihat perahunya, bahkan penumpang dan pemilik perahu bisa Yu Ming lihat dengan jelas.
Penumpang perahu, terlihat berdiri di ujung anjungan perahu dengan gagah.
Perahu yang bergerak naik turun, dipermainkan oleh gelombang dan arus sungai kuning yang lebih deras dan kuat bila malam tiba.
Semua terlihat tidak membawa dampak bagi pria bertubuh tinggi besar berpakaian serba hitam itu.
Pria yang terlihat seperti baru berusia 30an, dia tetap berdiri kokoh di anjungan perahu.
Tubuh nya diam tak bergeming, seolah olah tidak terpengaruh oleh guncangan di bawah perahu sana.
Tiba-tiba tubuh pria berbadan tinggi besar itu, melayang meninggalkan perahunya.
Meski bertubuh tinggi besar, tapi dia bisa melayang terbang diatas sungai.
Ini adalah suatu pertunjukan Cing Kung, ilmu meringankan tubuh yang sangat tidak biasa.
Pria itu terus terbang menghampiri bangunan Ting tempat Yu Ming dan Ji Lian Hua duduk.
Pria bertubuh tinggi besar itu, seperti seorang pemain sulap, dia hilang muncul di tengah sungai sana.
3 kali muncul menghilang, dia sudah muncul di hadapan Yu Ming, dan berkata dengan suara dingin.
"Kamu sungguh tidak mudah di cari.."
__ADS_1
"Di cari kemana mana, akhirnya malah bertemu di sini, malam malam buta sedang memadu kasih dengan putri nya Ji Fa.."