PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Istana selatan


__ADS_3

Dengan kecepatan putaran tinggi berlawanan arah, Yu Ming memaksa angin berpusar yang mengikutinya.


Menantang pusaran angin tornado dari Kura kura raksasa.


Kedua angin berpusar yang terus bertabrakan kuat, akhirnya membuat angin tornado ciptaan kura kura raksasa meledak,


Hancur hilang tak berbekas.


Setelah Pusaran angin tornado besar berhasil di hancurkan, Yu Ming kini meluncur lurus siap untuk menebaskan Golok Cahaya Biru menuntaskan perlawanan Kura kura raksasa .


Semburan hawa dingin yang membekukan apapun yang di lewatinya.


Berulang kali di lepaskan oleh Kura kura raksasa untuk mencoba menghentikan pergerakan. Yu Ming .


Tapi dia tetap saja tidak berhasil melakukan nya, semua serangan nya sia sia.


Yu Ming terlalu pandai memainkan manuver manuvernya, jadi serangan yang di lepaskan oleh Kura kura raksasa jadi gagal total.


Saat Golok Cahaya Biru sudah semakin dekat, Kura kura raksasa menyadari, dia tidak akan mampu menghentikan Yu Ming dengan semburan mulutnya.


Kura kura raksasa segera memilih menarik seluruh kepala dan keempat kakinya bersembunyi di dalam cangkangnya yang keras.


Membiarkan cangkangnya yang keras untuk menyambut serangan Yu Ming .


Cara ini buat lawan lain tentunya sangat efektif, tapi untuk menghadapi Tebasan Golok Cahaya Biru.


Tindakan ini tidak ada bedanya dengan bunuh diri, apalagi Yu Ming memberikan tebasan itu dengan jurus rahasia Tiada Awal Tiada Akhir.


Hal ini membuat Kura kura raksasa semakin tidak punya peluang untuk bertahan hidup.


Saat cahaya biru berkelebat kebawah, membentuk bayangan Golok Raksasa menghantam cangkang Kura kura raksasa .


Seketika terjadi ledakan dahsyat yang membuat bumi bergetar langit berguncang.


Istana di atas permukaan danau, perlahan lahan tenggelam, karena es tebal di permukaan telaga terbelah.


Begitu pula dengan gunung es di belakang istana, gunung itu juga terkena dampak.


Gunung es tersebut terbelah dua, kemudian ikut tenggelam bersama sama dengan istana di permukaan telaga beku.


Sedangkan di posisi Kura kura raksasa sendiri, di bagian Cangkangnya terlihat memancarkan cahaya putih berkilau .


Berusaha bertahan dari tebasan Golok Cahaya Biru .


Tapi cahaya itu segera buyar, Golok Cahaya Biru tetap mendarat keras di atas cangkang Kura kura raksasa .


Garis garis retakan di permukaan cangkang kura-kura mulai terlihat.

__ADS_1


Semakin lama garis retakan semakin jelas, hingga akhirnya, cangkang itu tidak mampu bertahan lagi.


Langsung meledak hancur berkeping-keping, termasuk potongan kaki, tubuh dan kepala kura kura yang lembut, juga ikut hancur beterbangan kesegala arah.


"Terimakasih anak muda, akhir kamu membebas tugaskan aku dari tugas kewajiban menjaga tempat ini.."


"Selamat tinggal anak muda.."


Ucap suara Kura kura raksasa tanpa terlihat bentuk rupanya lagi.


Yu Ming mengangguk pelan dan berkata,


"Sama sama selamat jalan.."


Yu Ming berdiri diam di sana mengheningkan cipta sejenak.


Sebelum dia kemudian memutuskan untuk menyusul masuk ke kedalaman telaga, untuk menemukan Peti mati batu giok hitam yang ada di dalam istana yang kini tenggelam ke dasar telaga.


Menyelam kedalam dasar telaga yang gelap dan sangat dingin, Yu Ming kembali mengeluarkan bola mutiara malam sebagai penerangan .


Tubuh Yu Ming sendiri yang terlindungi oleh Chi yang bergerak otomatis.


Sama sekali tidak merasakan hawa dingin, yang mampu membuat aliran darah dan jantung berhenti bekerja.


Yu Ming setelah berhasil menemukan istana yang dia cari, dia segera berenang cepat masuk kedalam istana.


Di dalam ruangan istana, Yu Ming melakukan cara yang sama, melepaskan roh gaib hitam yang keenam.


Yu Ming diikuti oleh roh gaib keenam kembali ke pulau di tengah telaga.


Tempat itu di jadikan sebagai markas oleh Yu Ming . Tempat bagi Yu Ming untuk memulai langkah nya menemukan roh gaib hitam berikutnya.


Setelah roh gaib hitam ke 6 ikut bergabung, di dalam pikiran Yu Ming bersama sama dengan saudaranya yang lain.


Yu Ming kini bergerak kearah selatan, target terakhir yang menjadi tujuan terakhir di tempat ini.


Istana di sebelah selatan telaga, terletak di dasar telaga, dengan air yang mendidih dan mengepulkan asap.


Tempat itu sangat panas luar biasa, untuk orang awam mungkin berpengaruh besar tanpa seragam lengkap penjinak bom, ataupun seragam pemadam kebakaran.


Tapi bagi Yu Ming keadaan itu bukan masalah, Yu Ming dengan gerakan tenang, dia langsung mendarat ringan di depan halaman istana.


Begitu Yu Ming mendarat, dari dalam istana seger terlihat melesat keluar seekor burung Feng Huang Api.


Burung Feng Huang Api itu berkata, lewat pesan suara .


"Hei kamu cepat menggelinding pergi dari sini..!"

__ADS_1


"Jangan pernah berani datang kemari, untuk menganggu tugas ku..!"


Yu Ming menanggapinya dengan tersenyum dingin dan menulis huruf di dalam air, untuk menjawab.


"Maaf senior permintaan mu, tidak bisa aku penuhi.."


"Mari kita selesaikan secara cepat saja.."


Masing masing mendemonstrasikan suatu kekuatan Chi yang luar biasa.


Di mana hanya dengan kekuatan Chi sempurna, maka Yu Ming dan Burung Feng Huang Api, mampu melakukan yang mereka pertontonkan barusan ini.


Burung Feng Huang Api yang melayang beterbangan berputar putar, mengangguk pelan.


Lalu Burung Feng Huang Api setelah mengeluarkan pekik nyaring, dia segera terbang melesat kearah Yu Ming .


Burung Feng Huang Api, ingin dengar satu kali tubrukan, langsung membuat Yu Ming menyerah.


Tapi kenyataannya Burung Feng Huang Api itu menemui tempat kosong.


Karena Yu Ming yang dia incar tidak ada di tempat nya.


Yu Ming dengan langkah cahaya telah menghilang dari posisinya semula.


Sama seperti Burung Feng Huang Api, yang tidak terpengaruh meski berada dalam air.


Api berkobar kobar tetap terlihat menyelimuti seluruh tubuh nya.


Yu Ming juga sama, pergerakan nya tetap secepat cahaya, air tidak mampu membatasi kecepatan gerakan nya, yang seperti mampu muncul dan menghilang di manapun, sesuka hati Yu Ming .


Burung Feng Huang Api, kembali bergerak cepat berputaran mengelilingi Yu Ming .


Sebelum kemudian dia kembali melesat cepat menerjang kearah Yu Ming .


Semburan api panas, dia lepaskan duluan menyerang Yu Ming .


Yu Ming menjawab serangan tersebut dengan satu Tebasan cepat.


Tebasan Golok Cahaya Biru melesat membelah api yang datang, langsung menerjang kearah paruh Burung Feng Huang Api.


Burung Feng Huang Api melakukan manuver cepat, menghindari tebasan cahaya biru itu.


Meski Burung Feng Huang Api berhasil menghindari tebasan tersebut.


Tapi bagian ekornya yang panjang tidak sempat menghindar, sehingga terpapas sebagian oleh Golok Cahaya Biru .


Burung Feng Huang Api kembali bergerak berputaran mengelilingi Yu Ming .

__ADS_1


Dia tidak ambil perduli dengan bagian ekornya yang terpapas, dia tetap berputaran mencari peluang.


Untuk kembali menyerang Yu Ming .


__ADS_2