PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Membelah Langit dan Bumi


__ADS_3

"Dia begitu menyayangi mu, begitu mencintai mu dan bangga pada mu.."


"Bila kini kamu bunuh diri, menyakiti diri mu sendiri dengan cara seperti ini, apa dia akan bahagia atau dia akan memarahi mu di bawah sana..?"


Xiao Cien Shen seperti tercerahkan, dia menggelengkan kepalanya dan menatap kearah Yu Ming dengan tatapan mata berterimakasih.


Yu Ming kembali tersenyum lembut dan berkata,


"Sekarang kamu paham maksud ku..?"


Xiao Cien Shen langsung mengangguk dengan bersemangat dan berkata,


"Aku mengerti terimakasih.."


"Aku memang bodoh, percuma aku usia lebih tua tapi aku.."


"Haisss,.. aku sungguh ceroboh.."


Ucap Xiao Cien Shen sambil memukul kepalanya sendiri.


Yu Ming tersenyum sabar dan berkata,


"Dewa sekalipun bisa melakukan kesalahan, apalagi kita manusia.."


"Yang paling penting tahu salah memperbaikinya bukan mengulanginya.."


"Paham.."


Kalau saja Xiao Cien Shen tahu bahwa Yu Ming sendiri sebenarnya adalah sang Abadi yang maha agung.


Tentu dia tidak akan terlalu menyesali lagi kebodohannya saat ini.


Yu Ming sambil tersenyum sabar melanjutkan berkata,


"Sekarang aku katakan alasan kenapa aku sebut kamu pengecut.."


"Ya kamu pengecut, karena kamu memilih menghindar bukan memperbaiki keadaan.."


"Kakak ipar mu meninggal, bukankah masih ada kakak mu yang kamu bisa gantikan kakak ipar mu mengurusnya.."


"Dia kini janda seorang diri, toko nya hancur, bila kamu pergi siapa yang akan perduli dan membantunya..?"


Xiao Cien Shen lagi lagi menatap kearah Yu Ming dengan tatapan mata penuh kagum dan sulit percaya kalimat seperti itu bisa keluar dari mulut pemuda 20 An tahun.


Ini lebih mirip ucapan seorang kakek kakek yang penuh asam garam kehidupan.


"Satu lagi.."


Sambung Yu Ming .


"Kamu tahu ada negara baru ada keluarga dan rumah buat kita berteduh.."


"Kamu dengan begitu banyak kesaktian, kamu bukannya gunakan untuk menolong negara dari ancaman bahaya dari luar.."

__ADS_1


"Kamu malah pilih bunuh diri di sini.. menyia nyiakan harapan orang yang mewarisi ilmu sakti'nya pada mu.."


"Untuk dua hal ini, apa berlebih bila aku mengatakan kamu pengecut, ? bila pilih mati bunuh diri di sini.."


Xiao Cien Shen mengangguk cepat, dia kini berlutut di hadapan Yu Ming dan berkata,


"Tuan penolong mohon petunjuknya, menurut mu kedepannya apa yang harus aku lakukan..?"


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Menurut mu ?"


Xiao Cien Shen menatap Yu Ming dengan serius dan berkata,


"Pertama aku harus pergi, membantu kakak ku mendirikan kembali toko obatnya yang hancur, ."


"Aku harus menjaga, mengurus nya serta melindunginya, hingga dia bisa mandiri, hidup bahagia dan tidak sedih lagi.."


"Kedua aku harus ke ibukota untuk mengabdikan kemampuan ku, kepada negara ku.."


"Aku harus mengukir prestasi yang akan membuat kakak ku bangga, juga kakak ipar ku di bawah sana ikut merasa bangga untuk ku.."


"Bukan begitu tuan penolong yang mulia..?"


Ucap Xiao Cien Shen penuh hormat.


Yu Ming mengangguk dan berkata,


"Itu baru benar.."


Dia tadi juga sudah menangkap maksud ucapan Yu Ming ke Xiao Cien Shen .


Jadi dia sudah menyiapkan sepucuk surat rekomendasi dan sekantong unang emas untuk di serahkan ke Xiao Cien Shen .


Jadi kini begitu Yu Ming menyerahkan sisa nya ke dirinya, Ji Lian Hua sudah siap.


Dia langsung maju menyerahkan sepucuk surat dan sekantung uang untuk Xiao Cien Shen .


Ji Lian Hua segera berkata,


"Ini surat rekomendasi dari ku, kamu serahkan saja ke paman ku Ji Dan, dia pasti tahu cara mengaturnya untuk mu.."


Xiao Cien Shen menatap Ji Lian Hua dengan tatapan mata tak percaya.


"Nona, apa yang nona maksud adalah Ji Dan wali kaisar saat ini, beliau itu adalah paman mu.."


"Jadi nona ini..?"


Tanya Xiao Cien Shen kaget.


Ji Lian Hua tersenyum dan berkata,


"Benar aku memang Ji Lian Hua, putrinya Ji Fa, kakak nya Ji Song, kaisar saat ini.."

__ADS_1


Xiao Cien Shen ingin bersujud di hadapan Ji Lian Hua, tapi Ji Lian Hua menolaknya, membantunya bangun dan berkata,


"Kakak Xiao tidak perlu peradatan, sebaliknya kami dari keluarga Ji yang harus berterimakasih dan merasa beruntung bisa berkenalan dengan kakak Xiao.."


Xiao Cien Shen menatap kearah Yu Ming dan Ji Lian Hua dengan penuh haru dan berkata,


"Aku Xiao Cien Shen hari ini termasuk terbuka matanya, bisa bertemu dengan orang besar tapi rendah hati seperti kalian berdua.."


"Aku Xiao Cien Shen hari ini benar benar tahluk luar dalam.."


"Mulai hari ini aku Xiao Cien Shen bersumpah akan mengabdi pada kerajaan Zhou, bahkan bila badan terpisah pisah tulang remuk, aku tetap akan setia dan membela kerajaan Zhou.."


"Kecuali kerajaan tidak membutuhkan aku lagi, bila tidak selamanya nyawa ku adalah milik kerajaan Zhou yang jaya.."


"Aku Xiao Cien Shen hari ini bersumpah bila ada satu patah kata ku hari ini yang tidak benar dan aku kelak melanggarnya.."


"Biarlah aku mati di sambar petir.."


Ucap Xiao Cien Shen bersumpah dengan penuh tekad.


Yu Ming sambil tersenyum menepuk pundak Xiao Cien Shen, dan menatapnya dengan bangga.


Ji Lian Hua juga tersenyum gembira, dengan semakin banyaknya orang sakti yang berdiri di pihak kerajaan adiknya tentu kerajaan nya akan semakin kuat dan dia boleh bertenang hati.


Apalagi Xiao Cien Shen ini bukan orang biasa, mungkin kemampuannya tidak beda jauh dengan perdana menteri terbaik kerajaan Zhou, Jiang Je Ya.


Ji Lian Hua diam diam melirik kearah Yu Ming dengan tatapan mata bangga dan penuh terimakasih.


Yu Ming hanya menanggapinya dengan tersenyum santai.


Yu Ming mengajak Xiao Cien Shen mampir sebentar ke kapal nya untuk makan dan minum bersama.


Sebelum mereka akhirnya berpisah, di mana Yu Ming kembali melanjutkan perjalanan nya.


Kearah timur laut, sedangkan Xiao Cien Shen dia melanjutkan perjalanan nya, kembali kekota Ping untuk menemui kakak perempuan nya .


Memenuhi harapan terakhir kakak iparnya, agar bisa pergi dan beristirahat dengan tenang di dunia bawah sana.


Sementara Yu Ming didalam kamarnya setelah kapal mereka kembali melanjutkan perjalanan .


Yu Ming menemukan kenyataan lagi lagi gelang yang membelenggu pergelangan kakinya yang sebelah kanan kembali terlepas.


Sehingga Chi Dewa nya pulih hingga ke 75%.


Yu Ming sangat gembira mendapatkan kenyataan tersebut.


Yu Ming buru buru melanjutkan nya dengan bermeditasi menyempurnakan jurus pertama.


Lalu melanjutkan nya ke jurus kedua nya.


"Membelah Langit dan Bumi.."


Sebelum nya, Yu Ming mengalami gagal total saat berlatih jurus ini.

__ADS_1


Tapi kini berbeda, saat melatihnya, Yu Ming menemukan sedikit demi sedikit, dia kini bisa melatih nya.


__ADS_2