PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
HUO QI LIN


__ADS_3

Sesaat kemudian mulai terlihat Yu Ming berlarian, sambil berlompatan ringan di antar tonjolan batu gunung.


Yu Ming bergerak cepat menuruni puncak Feng Huang San dengan penuh percaya diri.


Saat tiba di kaki gunung Feng Huang San, Yu Ming pun bisa menghembuskan nafas lega.


Sambil melanjutkan perjalanan menyusuri jalan datar dan rata.


Yu Ming tidak ingat di mana letak air terjun itu.


Dia hanya bisa memulai nya, dengan menelusuri jalan menuju tepi sungai Han.


Yu Ming setelah tiba di kaki gunung Feng Huang San, dia memutuskan untuk memasuki desa Niu Cia.


Desa kecil tapi paling ramai, paling maju, dan paling dekat dengan kaki gunung Feng Huang San.


Saat memasuki mulut desa Niu Cia, Yu Ming menemukan desa tersebut kini sepi.


Dengan heran meneruskan langkahnya memasuki desa tersebut.


Baru memasuki desa, saat angin berhembus kearah Yu Ming, dia sudah mulai mencium bau tak sedap, seperti bau bangkai hewan mati yang tak terurus.


Yu Ming segera mempercepat langkahnya, untuk melihat apa yang sedang terjadi di dalam desa tersebut.


Setelah memasuki bagian dalam desa, Yu Ming mulai menemukan genangan darah, yang di dikerubungi oleh lalat.


Genangan darah terlihat berceceran di mana mana, tapi mayatnya tidak dia jumpai.


Trangggg..!"


"Trangggg..!"


"Blaaarrrr...!'


"Growwwarr...!"


Tiba tiba pendengaran Yu Ming menangkap ada keributan di sebelah selatan desa Niu Cia


Yu Ming segera mempercepat langkah kakinya, ingin menyaksikan apa yang sebenarnya sedang terjadi.


Saat tiba di lokasi, Yu Ming hampir muntah melihat tumpukan kepala manusia ada di mana mana.


Semuanya tersusun rapi membentuk kerucut kecil, dibeberapa tempat.


Selain itu di bagian tengah lapangan, terlihat puluhan mayat bergelimpangan di sekitar seekor mahluk setinggi 4 meter..


Mahluk tersebut terlihat seperti seekor singa tapi bukan singa, karena seluruh tubuhnya di penuhi sisik keras.


Selain itu di bagian tengah kepala mahluk itu masih ada sebuah tanduk berulir yang besar dan panjang.


Seluruh tubuh mahluk itu, di selimuti oleh api berkobar-kobar, yang tidak pernah padam.


Yu Ming mengenali mahluk itu biasanya di kahyangan dulu di sebut Huo Qi Lin.

__ADS_1


Ini adalah seekor mahluk legenda yang jarang ada, mengapa bisa muncul di desa Niu Cia, Yu Ming juga tidak mengerti.


Sedangkan di sekitar area pertempuran yang sedang berlangsung.


Terlihat belasan mayat wanita, bila dari seragam yang mereka kenakan.


Yu Ming mengenalinya, itu adalah seragam murid murid sekte pedang langit Thian Cien Pai .


Sedang apa mereka di sini,?


batin Yu Ming dalam hati, sambil memperhatikan pertarungan yang sedang berlangsung seru antara.


Ji Lian Hua, di bantu oleh tiga gadis rekan seperguruannya.


Mereka berempat sedang mengepung Huo Qi Lin.


Mereka berempat melakukan pengendalian energi pedang jarak jauh, untuk mengepung dan menyerang Huo Qi Lin dengan kompak.


Tapi serangan mereka tidak mampu melukai mahluk tersebut.


Karena seluruh tubuh mahluk itu terlindungi oleh sisik di tubuhnya yang sangat keras.


Tidak dapat ditembus oleh senjata tajam apapun.


Termasuk hawa pedang Ji Lian Hua dan ketiga rekan seperguruannya.


Yu Ming hanya berdiri mengamati, dia tidak mau ikut campur, urusan yang sedang di kerjakan oleh Thian Cien Pai tidak ada hubungannya dengan diri nya.


Meski sudah membalas dendam, tapi rasa tidak sukanya terhadap kelompok sekte arogan ini, belumlah hilang.


"Growwwarr...!"


Setelah beberapa kali mengeluarkan suara gerengan penuh kemarahan.


Sambil mencakar cakar tanah di bawah sana, dengan cakar kaki depan sebelah kanan nya yang tajam.


Huo Qi Lin tiba-tiba terbang menerkam kearah salah satu diantara empat gadis yang sedang mengeroyoknya.


Sepasang cakar kaki depan nya, bergerak cepat ingin mencengkram kearah kedua pundak gadis Thian Cien Pai tersebut.


Gadis Thian Cien Pai yang di serang tentu menjadi panik.


Dua segera memutar pedangnya.


Membentuk perisai energi, untuk menahan terkaman Huo Qi Lin yang kuat dan ganas tersebut.


Huo Qi Lin yang melihat ada perisai energi yang menghadang pergerakan nya.


Dia langsung memberikan serangan semburan api tiga rasa yang ganas cepat dan kuat.


Api tiga rasa adalah salah satu jenis api yang tidak dapat di padamkan dengan air atau pun es.


Api ini sangat kuat dan ganas, dapat meleburkan besi dan baja dengan sangat mudah.

__ADS_1


Api ini terbentuk dari rasa marah, rasa benci, dan rasa dendam.


"Wusssshhh...!"


Semburan api menerjang pertahanan energi pelindung gadis tersebut.


Energi pelindung yang menciptakan perisai bagi gadis Thian Cien Pai, berhasil di lubangi oleh semburan api tiga rasa.


Huo Qi Lin saat melewati perisai energi yang telah berlubang, ada celah dan rongga besar di sana.


Dia dengan mudah melewatinya, lalu bergerak menubruk kearah gadis Thian Cien Pai yang terlihat panik dan pucat wajahnya.


Gadis Thian Cien Pai itu buru buru melepaskan pedang di tangan nya terbang menyerang kearah mata Huo Qi Lin.


Lalu dia sendiri membuang diri kebelakang menghindari terkaman Huo Qi Lin.


Tapi serangan pedangnya, tidak berhasil mengenai sasaran, malah pedangnya di gigit dan di patahkan oleh Huo Qi Lin seperti mengunyah kerupuk di mulutnya.


Patahan pedang tersebut kemudian di semburkan secara bersamaan mengincar kearah tubuh gadis Thian Cien Pai, yang posisi berada di bawah posisi Huo Qi Lin yang sedang terbang lewat diatas tubuhnya.


"Wusssss...!"


"Singgg..,! Singgg..,! Singgg..,!"


"Ahhhhhhh...!"


Gadis Thian Cien Pai yang malang itu, sebelum rekannya sempat datang membantu.


Dia nyawanya sudah merenggang, seluruh tubuhnya, terlihat tergelatak dengan darah segar mengalir deras dari luka, di sekujur tubuhnya.


Sedangkan pertolongan dari Ji Lian Hua dan dua rekannya yang lain, tidak memberikan dampak berarti bagi Huo Qi Lin.


Tusukan pedang mereka bertiga, hanya menimbulkan suara berdentang keras pedang dan sisik Huo Qi Lin yang tebal.


"Trangggg.! Trangggg.! Tranggg.!"


Huo Qi Lin malah berbalik menyemburkan api tiga rasa menyerang salah satu dari rekan Ji Lian Hua yang menyerang dari sisi kiri.


Sedangkan rekan yang bertugas menyerang dari sisi kanan, di balas oleh Huo Qi Lin dengan sabetan ekornya yang seperti cambuk bergerigi.


"Wussssh...!


"Crakkkk...!"


"Brukkkk...!"


"Brukkkk...!"


Kedua rekan Ji Lian Hua satu jatuh tergelatak dengan tubuh gosong.


Yang lainnya tergeletak dengan leher pedang patah dan leher hampir putus, terkena sabetan ekor Huo Qi Lin.


Dalam satu kali serangan, tiga rekan Ji Lian Hua tewas, ini hanya menunjukkan betapa kuat dan ganasnya Huo Qi Lin tersebut.

__ADS_1


Ji Lian Hua yang menyerang dari arah belakang, hanya terpental mundur dengan pedang patah, dan lengan memar, di terjang ole salah satu kaki belakang Huo Qi Lin.


__ADS_2