
Yu Ming yang merasa sedikit penasaran, dia yang harusnya menyusuri tepi sungai Han menuju kearah Hulu sungai.
Dia sengaja membelokkan langkahnya menuju ke kuil di atas bukit berbatu itu.
Hari juga sudah menjelang sore pikir Yu Ming, ketimbang bermalam di tepi sungai.
Lebih baik dia bermalam di kuil, sehingga tidak perlu khawatir terkena angin malam yang dingin ataupun merasakan berbasah-basahan bila hujan tiba.
Yu Ming menaiki undakan anak tangga batu dengan santai.
Kemudian dia melewati pintu gerbang kuil, melewati halaman sebelah dalam, hingga akhirnya tiba di dalam sebuah ruangan yang sepi tidak ada siapapun.
Selai sebuah patung perunggu yang di bangun di dalam kuil tersebut, menghadap kearah pintu masuk.
Di hadapan patung tersebut ada sebuah meja altar, sebuah tepat dupa yang dupanya masih menyala.
Pertanda ada orang yang baru saja habis sembahyang, sesajen sembahyang pun masih berada diatas meja.
Hanya saja disana tidak terlihat ada siapapun, bahkan penjaga kuil sekalipun tidak terlihat ujung batang hidung nya.
Yu Ming mengedarkan pandangannya sejenak mencari cari apakah ada orang yang terlewatkan oleh nya .
Setelah memastikan di ruangan tersebut hanya ada dia seorang, Yu Ming menghampiri sebuah pilar besar di dalam ruangan.
Dia mengambil posisi duduk santai, sambil bersandaran di pilar penyangga bangunan tersebut.
Dari sana, Yu Ming iseng iseng baru mencoba melihat lebih jelas, patung dewa apa yang di sembahyangi oleh penduduk di sekitar sana
Begitu Yu Ming mencoba untuk melihat dengan lebih teliti, dia sedikit kaget dengan wajah patung tersebut.
Ternyata patung itu di buat berdasarkan wajahnya, yang di jadikan sebagai acuan peringatan masyarakat, untuk di sembahyangi.
Yu Ming tersenyum haru, menanggapi kesetiaan para bawahannya yang tidak pernah melupakan nya
Termasuk tidak sia sia lah, dia selama ini selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk kesejahteraan mereka, pikir Yu Ming dalam hati.
Yu Ming kemudian melanjutkan duduk bersandaran nya dengan santai, di dalam kuil tersebut
Saat senja tiba, baru terlihat seorang petugas penjaga kuil muncul sambil membawa sebuah lampu minyak di tangan .
Petugas jaga kuil, awalnya sedikit kaget dengan kehadiran Yu Ming di dalam kuil nya, yang biasanya bila sudah malam tiba, akan jadi sangat sepi.
Sesaat setelah tersadar dari kagetnya, petugas penjaga kuil itu, baru melangkah menghampiri Yu Ming dan berkata,
"Selamat datang tuan ? tuan ini siapa ? kenapa tuan bisa ada di sini.?"
Yu Ming bangkit berdiri, menjura dengan sikap sopan dan berkata,
"Maaf aku hanya seorang pengembara, yang kebetulan lewat di sini.."
__ADS_1
"Karena kemalaman di jalan, jadi aku putuskan menumpang nginap di sini.."
Petugas penjaga kuil itu mengangguk penuh pengertian dan berkata,
"Tidak apa tuan,.anda silahkan saja."
"Itu bukan masalah.."
"Tuan silahkan saja.."
"Aku permisi dulu, mau kerjakan hal lainnya.."
Ucap penjaga kuil sambil tersenyum ramah.
Setelah itu dia segera berlalu dari hadapan Yu Ming .
Yu Ming juga tidak ingin banyak bicara, setelah petugas penjaga kuil pergi berberes beres.
Sekaligus membersihkan meja altar dan menyalakan dupa.
Yu Ming juga kembali duduk santai di sana, sambil memejamkan matanya .
Dalam keadaan mata terpejam, Yu Ming terus mencoba mendalami setiap inti pergerakan sepasang mahluk aneh, yang pernah di temui nya di makam misterius .
Setelah petugas penjaga kuil sudah pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Yu Ming mulai bersilat dan berlatih menuruti gerakan, yang pernah di lihatnya dari kedua mahluk itu.
Yu Ming memberi nama jurus ciptaan nya, dengan nama,
"Jurus singa monyet bersatu.."
Setelah menyelesaikan beberapa kali, rangkaian jurus yang dia ciptakan itu.
Hingga tidak di temukan lagi adanya kekurangan atau kelemahan rangkai jurus baru ciptaannya itu.
Yu Ming akhirnya tersenyum puas dan menghentikan latihannya.
Dia lalu kembali duduk santai, bersandarkan pilar didalam bangunan kuil tersebut.
Perlahan-lahan Yu Ming pun terlelap dalam tidur nya, karena tidak berlatih Chi, tidak punya Chi.
Yu Ming memerlukan istirahat tidur dengan tenang seperti orang awam pada umumnya .
Dia tidak bisa seperti dulu, tanpa makan, tanpa minum, tanpa tidur , tidak menjadi masalah baginya.
Sekarang ini, satu saja dari ketiga hal itu ada yang kurang, itu pasti akan jadi masalah besar baginya.
Yu Ming tertidur pulas hingga suara burung mulai berkicau.
__ADS_1
Dia baru terjaga dari tidurnya.
Setelah merenggangkan otot di tubuhnya, Yu Ming pun bersiap siap melanjutkan perjalanan nya.
Sebelum pergi dari kuil tersebut, Yu Ming meletakkan beberapa keping perak diatas meja altar.
Setelah itu dia baru pergi dari kuil itu dengan hati tenang.
Yu Ming menuruni undakan tangga, hingga tiba kembali di tepi sungai Han.
Dari sana Yu Ming terus melanjutkan perjalanan nya menyusuri pinggiran sungai tersebut menuju hulu sungai tersebut yang terletak di arah barat.
Yu Ming terus menempuh perjalanan keluar masuk hutan menuju arah barat.
Melakukan perjalanan yang sama seperti dulu, hingga akhirnya dia tiba juga di kolam air terjun, yang bagian atasnya menjadi tempat jalan keluar masuk menuju makam kuno yang pernah dia temui.
Yu Ming berdiri sebentar di tepi kolam air terjun, sambil menatap kearah ketinggian sana.
Setelah mencari cari dan menemukan tempat yang di carinya.
Yu Ming baru mengeluarkan pedang Xuan Yuan mengumpulkan Chi dewa yang di suplai oleh pedang nya.
Setelah cukup, Yu Ming segera melesat keatas, dengan ilmu mengendarai Mega.
Tubuhnya melesat cepat bagaikan anak panah yang di lepaskan dari busur nya.
Setelah menemukan gua yang berada di balik air terjun, Yu Ming segera melesat menembus air terjun.
Yu Ming harus bergerak cepat, sebelum kehabisan Chi, seperti kemaren.
Sehingga menimbulkan kecelakaan fatal yang tidak perlu.
Yu Ming akhirnya berhasil mendarat ringan di tepi mulut gua, yang dia tuju.
Setelah memasuki gua tersebut, Yu Ming langsung berjalan menuju mulut lubang yang pernah di ledakan secara aneh lewat bantuan Pai She BI, yang kini di simpan nya.
Yu Ming kembali kedalam ruangan yang ada meja batu, di mana dia menemukan Pai Shi Bi dulu.
Kini dia melanjutkan perjalanan kembali kedalam ruangan makam kuno.
Setelah menghabiskan beberapa waktu melakukan perjalanan undakan anak tangga yang terus menurun kebawah.
Yu Ming akhirnya tiba kembali kedalam ruangan, yang ruang tengah ada diagram bintang dengan sekeliling nya, di kelilingi oleh rune rune kuno.
Yu Ming langsung menghampiri bagian paling tengah dari formasi bintang.
Di bagian tengah tersebut, Yu Ming mengeluarkan kunci emas nya.
Kemudian dia masukkan kedalam lubang lekukan berbentuk kunci kuno.
__ADS_1
Sambil melihat reaksi Pintu batu besar di hadapan nya.