
Kakek dan cucunya, mengangkat mangkuk di hadapan mereka untuk menerima lauk yang Yu Ming sumpit kan buat mereka dengan penuh hormat dan mengucapkan terimakasih.
"Terimakasih anak muda, kalau begitu kami memanggil anda tuan muda Yu Ming saja.."
Yu Ming tersenyum dan berkata,
"Terserah kakek saja, itu bukan masalah.."
"Ayo kita makan minum.."
Ucap Yu Ming sambil mengangkat cawan nya bersulang kearah kakek di hadapannya dan cucu perempuan nya.
Gadis muda itu sambil tersenyum malu, dia melirik kearah kakek nya.
Kakeknya mengerti maksud cucu perempuan nya, dia segera berkata,
"Maaf tuan muda cucu ku dia tidak pandai minum.."
"Biarlah aku saja yang temani tuan muda minum.."
"Saya harap tuan muda tidak tersinggung dan berkeberatan.."
Yu Ming buru buru menjura kearah kakek dan cucu perempuan nya dengan sikap sopan dan berkata,
"Maaf aku tidak tahu akan hal itu, maaf maaf.."
Melihat Yu Ming yang jadi merasa tidak enak hati.
Cucu perempuan kakek itu segera berkata,
"Maaf tuan muda, saya memang tidak bisa minum arak.."
"Bila di paksakan takutnya, hanya akan menjadi bahan tertawaan orang.."
"Untuk itu ijinkan saya minum teh menggantikan arak saja, untuk bersulang dengan tuan muda.."
Yu Ming mengangguk cepat dan berkata,
"Bukan masalah nona.."
"Mari mari.. jangan sungkan.."
Ucap Yu Ming sambil bersulang dengan cucu dan kakek itu..
Selesai bersulang Yu Ming pun berkata,
"Maaf bila kakek dan nona tidak berkeberatan, boleh kah aku tahu marga dan nama kalian yang terhormat..?"
Kakek itu setelah menghabiskan isi cawan ditangannya, dia sambil tersenyum memamerkan sedikit rongga mulutnya, yang terlihat banyak gigi yang ompong.
Kakek itu sambil menjura kearah Yu Ming dia berkata,
"Nama ku Sun Wu Liang.."
"Tuan muda Yu Ming boleh panggil apa saja bukan masalah.."
"Sedangkan di sebelah ku ini, dia cucu tunggal ku, nama nya Sun Ning Ning.."
Mendengar ucapan kakek itu, Yu Ming hatinya sedikit tercekat.
__ADS_1
Sun Wu Liang adalah nama yang tertera di buku catatan pengacau itu.
Sebagai jagoan nomor satu dunia persilatan, kabarnya senjatanya adalah alat musik.
Melihat penampilan mereka berdua cucu dan kakek yang membawa alat musik.
Yu Ming yakin, Sun Wu Liang yang di maksud buku itu, tentu adalah kakek di hadapannya ini.
Itu tidak mungkin salah lagi pikir Yu Ming dalam hati.
Melihat reaksi Yu Ming , kakek Sun hanya tersenyum dan berkata,
"Tuan muda Yu Ming , gosip di dunia persilatan sering berlebihan.."
"Lebih baik jangan di tanggapi dengan serius.."
"Seperti tuan muda, yang di tempatkan di posisi nomor 7 tapi pada akhirnya bukankah sudah hampir jadi nomor satu."
"Jadi gosip seperti itu, lebih baik kita anggap tidak pernah mendengar nya saja.."
Yu Ming segera tersadar, dari lamunannya.
Dia segera memberi hormat kearah kakek Sun dan berkata.
"Senior Sun memberikan nasehat dengan sangat tepat.."
"Ayo kita lanjutkan saja makan makan nya, ayo di.mskan .."
Ucap Yu Ming ramah, sambil menambahkan lauk buat kedua tamunya.
Selain itu dia juga secara bergantian mengisi cawan kakek Sun dan cucu nya.
Mereka bertiga makan dan mengobrol dengan akrab, hingga sekelompok orang asing.
Begitu tiba di lantai dua, mereka yang berpakaian seragam militer lengkap, dengan senjata dan helm baja penutup kepala.
Mereka segera bergerak dengan senjata pedang dan perisai membentuk lingkaran mengepung tempat duduk Yu Ming .
Salah satu dari mereka membentak Yu Ming dengan bahasa Han yang kaku.
"Bukankah kamu ini yang berani melukai prajurit, yang aku utus untuk mengambil alih kapal mu, agar berlayar kearah barat..!?"
Tanya komandan militer itu dengan sikap penuh permusuhan."
Yu Ming tersenyum tenang, tanpa bergeser dari tempat duduknya, Yu Ming berkata
"Memang aku pelakunya, tapi aku ingatkan pada kalian semua..!"
"Jangan berani membuat keributan di tempat ini.."
'Bila kamu,..! kamu,..! dan kamu semuanya..!"
"Berani kalian berbuat keributan dan merusak properti di tempat ini.."
"Bila terjadi kerusakan, aku akan menuntut kalian mengganti kerugian, di tempat ini.."
"Bila tidak, kalian semuanya siapa pun itu. Kalian jangan harap bisa pergi dari sini.."
Pria berkulit putih yang tadi bicara dengan bahasa Han yang kaku.
__ADS_1
Dia tertawa mengejek Yu Ming dan berkata,
"Kamu mau takuti siapa, ? penyakitan dari timur..!?"
"Pasukan bersiap,.. !"
"Maju habisi mereka semua..!"
"Kecuali boneka Timur itu, sisakan dia untuk teman tidur ku..!"
"Bila aku bisa kalian boleh mencobanya..!"
Ucapan komandan pasukan asing itu, tentu saja membuat kakek Sun dan cucunya marah.
Tapi yang mereka tidak sangka adalah Yu Ming meski terlihat tersenyum tenang tidak berkata apapun.
Tapi sepasang matanya langsung berkilat, ucapan manusia manusia rendah ini.
Secara tidak langsung telah mengorek luka lamanya yang tidak pernah sembuh.
Dia bisa ada di dunia ini, juga berkat urusan itu, prajurit prajurit asing ini, ucapan nya tanpa mereka sadari mengingatkan tindakan putra dewa matahari yang telah menodai Hua er.
Yu Ming bisa bersabar terhadap penjahat apapun, tapi penjahat seperti ini dia paling benci.
Bila bertemu yang seperti ini Yu Ming hampir tidak pernah mengampuni mereka.
Saat inipun tidak terkecuali, kilat mata dan pancaran nafsu membunuh Yu Ming tidak ada yang menyadari kecuali kakek Sun.
Prajurit prajurit asing yang tidak tahu diri itu, mereka terus bergerak maju.
Dengan tameng di depan pedang terangkat diatas tameng.
Mereka dengan langkah kaki berderap keras.
Selangkah demi selangkah menghampiri Yu Ming dan kedua tamunya.
Tapi sebelum mereka menjepit Yu Ming dan kedua tamunya lebih dekat.
Yu Ming langsung meledakkan energinya dengan sepasang tangan terbuka.
Yu Ming memberikan tebasan energi Pedang Pengoyak Gunung dan Lautan.
"Brakkkkk...!"
Segera tameng yang di gunakan oleh prajurit prajurit asing itu, pecah berhamburan.
Sebelum tubuh dan pedang yang mereka pegang terlepas dan ikut terpental kesegala penjuru, seperti di sapu angin badai.
Komandan berkulit putih adalah orang pertama yang meledak tubuhnya terbelah dua dalam garis diagonal.
Sedangkan anak buahnya yang berada di baris paling depan, mereka semua terpental dengan panca indra mengeluarkan darah.
Jantung dan organ dalam mereka telah hancur oleh hentakan energi Yu Ming .
Meski di luar tampak baik baik saja, tapi di dalam sana, organ penting mereka telah meledak .
Sisanya yang di lapis kedua dan ketiga, mereka terbanting diatas lantai merintih rintih tidak sanggup bangkit berdiri.
Yu Ming menyapukan pandangannya matanya yang berkilat kearah sisa prajurit asing yang terkapar dan berkata dengan suara dingin.
__ADS_1
"Bayar lunas seluruh tagihan dan bersihkan tempat ini, aku akan mengampuni nyawa kecil kalian semua hari ini..!"
"Cepat lakukan,.. lalu menggelinding pergi dari hadapanku..!"