PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
HUKUMAN BUAT PEMUDA BOTAK


__ADS_3

Selesai menyantap makanan dan minuman dari pemuda botak itu. Tak lama kemudian gadis muda tersebut.


Langsung merasa kepalanya pusing, tubuhnya lemas tak bertenaga.


Tongkat di tangan nya, tiba tiba terlepas dari pegangan tangannya.


Gadis itu dengan langkah terhuyung-huyung mundur kebelakang sebelum terjatuh lemah duduk di atas lantai.


Gadis itu terlihat terus memijat keningnya sendiri, berusaha menghilangkan rasa pusing di kepala nya dan berusaha mempertahankan kesadarannya.


Sesaat setelah mendengar suara tongkat jatuh dan tubuh gadis muda itu jatuh, dari pintu kuil terlihat biksu muda itu melangkah masuk kedalam sambil tersenyum mengejek.


"Adik manis, bagaimana rasa roti dan minuman ku enakkan..?"


"Ha...ha..ha..ha...!"


"Sabar sebentar lagi ada yang lebih enak lagi.."


",Jangan suka melawan, seperti kakak mu itu.."


"Contohlah gadis baju hitam dan putih itu, jadi tidak perlu mampus.."


Ucap pemuda botak itu sambil tertawa tawa sambil membuka bajunya.


Sehingga terlihatlah tato gambar kalajengking menghiasi kedua dada dan punggung nya.


Melihat tato di tubuh pemuda botak itu, sepasang mata gadis muda itu terbelalak ngeri dan dia segera berteriak, sambil berusaha mundur menjauh,


"Kamu pelakunya...!"


"Kamu bajingan biadab yang membunuh kakak ku..!"


"Jangan mendekat..!"


Teriak gadis muda itu sambil bergerak mundur dengan wajah ngeri.


Pemuda botak itu tertawa seram dan berkata,


"Itu karena kakak mu tidak penurut, suka melawan, jadi aku terpaksa mencekiknya hingga mampus, baru aku menikmatinya.."


"Bila kamu menurut, tentu aku akan membiarkan mu tetap hidup.."


Ucap pemuda botak itu sambil terus melangkah setindak demi setindak mendekati gadis muda itu.


Gadis muda itu pergerakan mundurnya terhenti, karena punggungnya telah mepet ketembok.


Dia kini hanya bisa menatap kearah pemuda botak itu, dengan tubuh meringkuk mengigil ketakutan.


Di saat si botak melompat menerkam kearah gadis muda yang akan menjadi target aksi bejad nya yang berikut .


Di hadapan nya tiba tiba muncul Yu Ming menghadang di sana, sehingga yang dia terkam dan peluk adalah tubuh Yu Ming yang kekar padat berisi, keras penuh otot.


Pemuda botak itu, dengan wajah kaget segera melompat mundur menjauh, saat sepasang matanya bertemu dengan sepasang mata Yu Ming yang sedang menatapnya dengan dingin.


"Hei kamu kenapa datang kemari..!?"


"Tidak kah kamu cukup puas menikmati su baju hitam bekasan ku itu..!"


Bentak Si pemuda botak yang berkelakuan bejad itu marah.


Yu Ming tersenyum dingin dan berkata,

__ADS_1


"Hari ini aksi bejad mu tamat, kamu harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan mu hari ini.."


Pemuda bejad itu tiba tiba tertawa keras, lalu menunjuk kearah wajah Yu Ming dan berkata, dengan gata congkak.


"Ha...ha..ha..ha...!"


"Lucu dan menggelikan sekali kamu..!"


"Berani mengancam ku, hari ini siapa yang bisa keluar hidup-hidup dari sini masih belum tahu..!"


"Kamu sudah berani sesumbar ingin tuntut tanggung jawab dari ku .!"


"Terima ini,. mampuslah..!"


"Wuttttttt...!"


Tiba tiba tanpa aba aba tiga jari si pemuda botak yang membentuk cakar elang menyerang kearah.leher Yu Ming .


Yu Ming yang sudah hapal gerak dasar ilmu silat, sekali lihat dia sudah paham kemana cengkraman itu ingin bergerak.


Yu Ming menanti dengan sabar hingga cengkraman itu bergerak membelok kearah dada kirinya ingin mencengkram jantungnya.


Yu Ming baru bergerak mundur satu tindak kesamping menghindari serangan tersebut .


"Crasssh...!"


Cakar itu menghantam tiang pilar yang berada di belakang Yu Ming hingga tiang itu gompal terkena cengkraman kuat jari jari pemuda botak itu.


Bertepatan dengan serangannya, menemui tempat kosong.


"Wuttttttt...!"


Sebuah tinju keras dari samping, dilepaskan oleh Yu Ming tepat melanda wajah kanan Pemuda botak itu.


Pemuda botak itu tubuhnya langsung terpental keras jatuh bergulingan hingga beberapa meter.


Mulutnya berlumuran darah, lima giginya terlihat copot jatuh keatas lantai, saat dia memuntahkan darah di dalam mulutnya keatas lantai .


Sesaat pemuda itu merasa pipinya kebas, kepalanya sedikit pusing oleh tinju Yu Ming yang begitu keras.


Tapi sesaat kemudian pemuda itu sudah kembali menerjang kearah Yu Ming dengan penuh emosi.


Dia kembali menggunakan sepasang cakarnya untuk menyerang kearah mata dan leher Yu Ming .


Yu Ming diam tidak bergerak menanti serangan pemuda itu mendekat.


Begitu serangan pemuda itu mendekatinya, sekali ini Yu Ming langsung menyambut kedua cakar itu dengan sepasang tinju.


Keras lawan keras saling berbenturan di udara.


"Brakkkk...!"


"Auggghh..!"


Pemuda itu langsung terpental mundur bergulingan diatas tanah, sambil berteriak kesakitan.


Kedua tangan nya, terlihat mengenaskan sepasang jari telunjuk tengah dan jempolnya terlihat berpindah posisi.


Jari jari nya terlihat tertekuk melenting kemana mana.


Si botak terus bergulingan di atas tanah dengan wajah penuh kesakitan.

__ADS_1


Tapi begitu melihat Yu Ming mendekati kearahnya ingin mencengkram titik Meridian yang terletak di tengkuknya.


Tiba tiba sepasang tangan si botak menahan diatas tanah, mendorong tubuhnya melenting keatas.


Sepasang kakinya di gunakan untuk memberikan tendangan beruntun susul menyusul kearah Yu Ming .


Tapi Yu Ming lebih sigap,


"Tapppp...!"


"Tapppp...!"


Sepasang pergelangan kakinya, terkunci oleh cengkraman tangan Yu Ming .


Sekali Yu Ming meremasnya, segera terdengar bunyi


"Krekkk...!"


"Krekkk...!"


Sambungan kaki nya terlah terlepas, bagian tersebut sudah ditemukan oleh cengkraman tangan Yu Ming .


"Arggghhh...!"


Si botak langsung berteriak ngeri penuh kesakitan, sekali ini rasa sakitnya jauh lebih hebat lagi daripada rasa sakit di jarinya tadi .


Belum hilang suara teriakan kesakitan nya.


"Desss...!"


Sebuah tendangan keras dari bawah keatas di layangkan oleh Yu Ming tepat menghantam.


Pusaka rahasia di bawah pusar Si botak hingga remuk tongkat pendosa nya.


Berikut sepasang lato lato nya juga langsung ikut kempes.


Meledak oleh tendangan keras Yu Ming, yang bisa menghancurkan batu karang dengan mudah .


"Auggghh...!"


Jerit si pemuda botak kesakitan hingga sepasang mata nya juling kedalam.


"Brukkkk...!"


Tubuh si botak terbanting berguling guling di atas tanah berteriak teriak hingga suaranya habis dan tidak terdengar lagi.


Celana di bagian selang jangan nya terlihat basah merah oleh darah bercampur pipis yang keluar secara liar tidak lagi bisa di tahan.


Akibat rasa sakit luar biasa, sekaligus remuk nya tongkat pendosa yang kini tidak karuan lagi bentuknya .


Gadis muda yang duduk dengan punggung menempel tembok, sampai membuang muka ngeri, melihat kejadian yang di alami oleh Si botak itu.


Yu Ming hanya berdiri diam menatap dengan wajah dingin tanpa perasaan, melihat nasib tragis yang di alami oleh pemuda botak itu


Bagi Yu Ming hukuman ini masih belum cukup, hatinya belum cukup terpuaskan.


Yu Ming tanpa menghiraukan Si botak yang bergulingan kesana kemari menahan rasa sakit hebat yang tak terlukiskan.


Yu Ming menoleh kearah gadis muda itu dan berkata,


"Ayo kakak antar kembali ke penginapan.."

__ADS_1


__ADS_2