
Menjelang subuh Yu Ming yang menangkap ada pergerakan halus di dalam hutan sana.
Sesaat kemudian Yu Ming melihat ada 4 sosok yang bergerak ringan, sedang melesat keluar dari balik hutan.
Mereka berempat terlihat seperti sedang terbang tanpa menyentuh tanah.
Tapi mata Yu Ming yang tajam bisa melihat dengan jelas, keempat orang itu tidak lah sedang terbang .
Yu Ming menemukan mereka berempat sedang meniti diatas ujung rumput.
Dari mereka berempat Yu Ming melihat orang pertama yang bergerak paling depan.
Orang ini yang ilmu ringan tubuh nya paling tinggi.
Hal ini terlihat jelas, ujung rumput yang di lewatinya tidak bergerak sama sekali.
Sisa 3 orang lainnya, kemampuan mereka sama, rumput yang mereka lewati, ujungnya sedikit melengkung ke bawah.
Meski selisih mereka tidak banyak, tapi Yu Ming berani pastikan orang pertama itu pastilah pimpinan kelompok sorban merah.
Sedangkan tiga orang yang mengikutinya, bila bukan wakilnya, tentu mereka adalah tangan kanan kepercayaannya.
Di belakang mereka terlihat menyusul cukup banyak pasukan yang semua nya mengenakan penutup kepala.
Di bawah cahaya bulan, bisa terlihat dengan jelas mereka adalah anggota sorban merah.
Berbeda dengan yang pernah dia jumpai di pelabuhan dulu, Yu Ming melihat orang orang ini, setidaknya beberapa kali lebih gesit daripada anggota di pelabuhan dulu.
Jumlah mereka cukup banyak, Yu Ming menafsir setidak mungkin di atas 500, mungkin mendekati 1000, tapi semua itu hanya perkiraan Yu Ming saja.
Melihat kedatangan kelompok yang tentunya datang dengan maksud tidak baik.
Yu Ming dari tempat duduknya, tiba tiba melepaskan kembang api ke udara.
Untuk mengingatkan Jendral Qi dan Ji Lian Hua di kemahnya, agar bisa segera mempersiapkan diri menghadapi lawan yang datang menyerang di kegelapan menjelang subuh .
Pimpinan rombongan tersebut, begitu melihat Yu Ming melepaskan kembang api ke udara.
Dia langsung menyadari keberadaan mereka telah di ketahui oleh lawan.
Dia segera berkata kepada salah satu dari 3 orang kepercayaan nya,
"Siao San..!"
"Habisi dia..!"
Selesai memberi instruksi ke orang nomer 4 di sekte nya, dia segera memberi kode pada bawahannya, agar menahan pergerakan mereka.
"Tahan..!"
Teriak orang nomor dua kepercayaannya, yang bernama Siao Ji lantang,
__ADS_1
Seluruh pasukan sorban merah, langsung berhenti bergerak, mereka semua bergerombol diam di tempat menunggu instruksi lebih lanjut.
Siao San begitu mendapatkan instruksi dari pimpinan nya, dia langsung melesat kearah Yu Ming menyerang Yu Ming dengan sepasang kapak nya.
"Blaaarrrr...!"
Batu besar tempat Yu Ming duduk langsung meledak terbelah dua, oleh dua berkas cahaya yang di lepaskan oleh Siao San, dari jarak jauh, lewat tebasan sepasang kapak besarnya .
Setelah batu yang berhamburan akibat ledakan serangan Siao San mereda
Di sana Siao San tidak melihat orang yang berada diatas batu yang menjadi targetnya.
"Awas diatas kepala mu..!"
Teriak pimpinan sorban merah mengingatkan Siao San .
Siao San buru buru melihat keatas, tapi serangan Yu Ming ujung pedangnya sudah begitu dekat hampir mengenai keningnya.
Siao San buru buru terbang mundur kebelakang, sehingga serangan Yu Ming luput dari sasaran.
Tapi meski berhasil meloloskan diri, kening Siao San tetap berdarah, terkena goresan hawa pedang yang terpancar dari pedang Xuan Yuan.
Siao San terlihat mencicipi darahnya sendiri, yang mengalir masuk kedalam mulutnya.
Sesaat kemudian dengan wajah beringas, Siao San segera melesat kedepan menyongsong kearah Yu Ming .
Siao San memutar mutar sepasang kapak nya di depan tubuh nya, lalu dia melesat kedepan mengejar kearah Yu Ming.
Siao San terus menyerang seperti orang kalap, kedua kapak besarnya berseliweran kesana kemari, menimbulkan efek ledakan di mana pun kapak besarnya mendarat.
Pimpinan sorban merah yang melihat Siao San kesulitan menahlukkan Yu Ming .
Dia segera memberi perintah, kepada kedua bawahan kepercayaannya.
"Lao Ta, Siao Ji,.. kalian berdua pergilah bantu Siao San .."
Kedua orang kepercayaan nya yang di panggil Lao Ta dan Siao Ji, mereka berdua segera melesat kedepan dengan menghunus senjata masing masing.
Lao Ta menggunakan sepasang pedang kait, sedangkan Siao Ji menggunakan sebatang tombak dengan bagian mata tombak berbentuk sebuah bulatan lonjong besar yang di penuhi oleh duri duri tajam.
Lao Ta begitu tiba langsung menggunakan sepasang pedang berkait nya, untuk mengait leher Yu Ming .
Sedangkan Siao Ji begitu datang dia langsung menggunakan ujung tombak berdurinya untuk menghantam bagian punggung Yu Ming .
Saat kedua serangan itu tiba, Yu Ming dan Siao San sedang saling dorong.
Yu Ming berusaha menahan sepasang mata kapak besar, yang saking tajamnya, terlihat berkilauan di bawah pantulan cahaya rembulan.
.
Yu Ming yang menangkap ada yang menyerang nya dari arah belakang .
__ADS_1
Yu Ming segera memutar pedangnya yang menahan kapak, sambil melesat menghindar kesamping .
Yu Ming berhasil mengalihkan serangan kapak menyambut datangnya dua serangan dari arah belakang nya .
"Trangggg..!"
"Trangggg..!"
"Trangggg..!"
Terjadi tiga kali benturan dahsyat di udara.
Saat Siao San dan serangan dari kedua saudaranya saling beradu di udara.
Yu Ming dari arah samping, melepaskan sebuah tendangan terbang kearah Siao San .
Sekaligus melepaskan satu tendangan keras lainnya mendarat di wajah Siao Ji.
Sedangkan Lao Ta, dia menerima pedang Xuan Yuan yang di tusukkan kearah dadanya.
Siao San seketika terbang nyungsep menabrak tanah, dia langsung jatuh tergeletak pingsan tidak sadarkan diri.
Sedangkan Siao Ji dia terpelanting mundur kebelakang, dengan sepasang kaki menyeret diatas tanah.
Dua sempat menggunakan bagian tengah batang tombaknya, untuk menahan tendangan keras Yu Ming .
Sehingga dia tidak sampai terluka, hanya terdorong mundur saja.
Tikaman pedang Yu Ming kearah dada Lao Ta juga tertangkis oleh sepasang pedang berkait Lao Ta.
Lao Ta bukan hanya berhasil menangkis, tapi dia juga berhasil mengunci pedang Yu Ming, dengan sepasang pedang berkait nya.
Dalam posisi pedang terkunci, Yu Ming dipaksa oleh Lao Ta di seret maju kedepan.
Untuk menyambut dengkul Lao Ta yang di lepaskan menghantam dagu Yu Ming .
"Brakkkk...!"
Terdengar suara tulang patah.
"Arggghhh..!"
Di susul dengan suara jeritan ngeri.
Tapi suara jeritan kesakitan itu, bukan berasal dari Yu Ming , melainkan dari Lao Ta yang terlihat berlompatan mundur dengan sebelah kaki terangkat keatas.
Kejadian yang berlangsung cepat dalam serangan kilat, Lutut Lao Ta tempurungnya, hancur di sambut oleh tinju tangan kiri Yu Ming memancarkan cahaya emas.
Selagi Siao San pingsan, Siao Ji terpental Lao Ta melompat lompat mundur kesakitan.
Yu Ming melesat kedepan seperti bayangan kilat.
__ADS_1
Pedang dan manusia menyatu, menembus tubuh Lao Ta .