PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Benturan dahsyat


__ADS_3

Ji Lian Hua yang terlalu bersedih melihat keadaan Yu Ming , dia lupa dirinya sedang berada di dalam air.


Dia berteriak keras memanggil nama Yu Ming dan beberapa patah kata meminta Yu Ming jangan mati.


Tapi kenyataannya tidak ada suara terdengar selain gelembung udara yang berhamburan keluar dari mulutnya.


Sisa udara di paru paru Ji Lian Hua habis akibat teriakan tersebut.


Sehingga dua kehabisan nafas, Ji Lian Hua mengalami shock kejang kejang tidak bisa bernafas.


Sesaat kemudian dia ikutan terbaring lemas di dasar sungai, dalam posisi memeluk Yu Ming erat erat.


Yu Ming sendiri yang sedang dalam keadaan mati suri, tubuhnya mengalami proses penyembuhan sendiri.


Gelang berlian yang melingkar di lengannya tiba tiba mengeluarkan cahaya terang benderang.


Sebelum kemudian meredup dan menghilang dari pergelangan tangan Yu Ming .


Hilangnya belenggu di kedua lengan dan leher, seketika membuat sebagian besar Chi dewa Yu Ming bergolak hebat didalam tubuhnya.


Chi yang mengeluarkan cahaya panca warna seperti pelangi itu mengelilingi seluruh tubuh Yu Ming .


Chi dewa yang mulai bereaksi dengan tubuh Yu Ming, Chi yang sangat kuat tersebut mengalir deras memaksa jantung Yu Ming kembali bekerja.


Jantung yang rusak tertembus energi pedang Wu Ti Cien Sen, mulai beregenerasi.


Perlahan lahan mulai berdetak kembali, bersamaan dengan jantung pulih diafragma Yu Ming juga mulai bisa bekerja.


Yu Ming terlindungi oleh sebuah gelembung udara besar yang tercipta dari Chi Dewa nya.


Sehingga dia mulai bisa bernafas dengan bebas, Ji Lian Hua yang di sampingnya pun ikut terbantu.


Ji Lian Hua mulai batuk batuk memuntahkan sejumlah air yang menutupi paru paru nya.


Setelah air di muntahkan Ji Lian Hua mulai bisa bernafas kembali.


Begitu sepasang matanya kembali terbuka, dia melihat Yu Ming sedang memeluknya sambil tersenyum.


Mereka berdua berada dalam sebuah gelembung air besar.


Ji Lian Hua segera berkata,


"Yu Ming ke ke,.. kita di mana..?"


"Apa kita sudah meninggal..?"


"Ini neraka atau surga ?'

__ADS_1


Yu Ming sambil tersenyum berkata,


"Kita masih hidup, kita masih di dasar sungai.."


"Saat ini kita berada dalam gelembung udara, yang tercipta oleh hawa Chi Dewa ku yang mulai pulih sebagian.."


"Ayo kita keluar dari sini, aku masih harus memberi pelajaran pada si sombong itu.."


"Agar dia tahu apa yang di namakan tingginya langit tebal nya bumi.."


"Dia harus mencicipi hawa dewa sejati ku.."


Ucap Yu Ming sambil melesat naik ke atas.


"Byuuur...!"


Air sungai meledak tinggi, saat Yu Ming dan Ji Lian Hua yang terlindungi di dalam gembung air, keluar dari permukaan sungai. dan mereka di dalam gelembung udara sana kembali melayang di udara.


Yu Ming menarik kembali Chi dewa nya sehingga gelembung hilang dan Yu Ming menggantinya dengan perisai cahaya pelindung panca warna membungkus dirinya dan Ji Lian Hua.


Kemunculan Yu Ming yang hidup kembali, dimana riasan nya sebagai kakek tua juga ikut terlepas


Seketika membuat Wu Ti Cien Sen yang sedang memegang Rubah Bulu Putih yang terlihat tak berdaya di tangan nya.


Wu Ti Cien Sen terpaksa menghentikan pergerakan nya, yang tadinya sudah hampir pergi dari sana.


Tapi saat dia melihat Ji Lian Hua di dalam pelukan Yu Ming , juga pakaian Yu Ming yang sama persis dengan pakaian yang di kenakan oleh Wu Ming Lau Jen.


Wu Ti Cien Sen segera sadar, dia telah tertipu oleh penyamaran Yu Ming yang kini sudah terlepas penyamaran nya.


Wu Ti Cien Sen, melempar Rubah Bulu Putih yang sudah dia lumpuhkan kearah tepi dermaga.


Lalu dia mencabut kembali pedangnya, menghimpun energi yang jauh lebih dahsyat bersiap untuk menyerang Yu Ming .


Yu Ming juga melakukan hal sana, dia juga mengirim Ji Lian Hua kembali keatas kapal.


Dengan energi'nya dia membantu Ji Lian Hua mendarat ringan diatas kapal.


Dengan munculnya sebagian besar Chi dewanya, yang bergabung dengan energi dari Hei Pai Shi Phi dan energi dari pedang Xuan Yuan.


Yu Ming kini berhasil mengaktifkan hampir setengahnya kekuatan Chi dewa nya.


Sehingga Yu Ming memiliki kekuatan yang berlimpah tiada batasnya.


Dengan kekuatan ini, Yu Ming bisa mengaktifkan kembali jurus dahsyat nya.


"Tebasan Pedang Tiada Awal Tiada Akhir.."

__ADS_1


Jurus yang memilki kekuatan semesta tanpa batas waktu sangat mengerikan.


Mampu membunuh dewa ataupun iblis dengan mudah bila kekuatan maksimal jurus ini dia lepaskan.


Wu Ti Cien Sen yang melihat tampil Yu Ming yang jauh berbeda, seluruh tubuhnya terus di selimuti oleh cahaya Panca Warna.


Wu Ti Cien Sen sadar Yu Ming yang saat ini berada di hadapannya kekuatannya tidak lagi sama dengan kekuatan Yu Ming sebelumnya.


Sehingga Wu Ti Cien Sen tidak berani main main dua segera menyiapkan jurus keduanya yang jauh lebih dahsyat untuk menyerang Yu Ming .


Wu Ti Cien Sen segera menghimpun energi dahsyat dari air sungai yang mengalir di bawah sana, di padu dengan udara sekitarnya.


Hingga ribuan pedang air tercipta berputaran mengelilingi tubuh nya.


Saat Wu Ti Cien Sen mendorongkan sepasang jari telunjuk dan tengah yang terlihat sedikit gemetar kedepan.


Segera ribuan pedang air melesat kedepan menerjang kearah Yu Ming .


Wu Ti Cien Sen berteriak keras,


"Ribuan Pedang Tanpa Tanding Penakluk Dunia..!"


Segera ribuan pedang air melesat menerjang kearah Yu Ming dengan kekuatan 3 kali lipat di Bandung serangannya sebelumnya.


Yu Ming dengan pedang Xuan Yuan ditunjuk kedepan, dia juga melesat maju menyambutnya.


Cahaya panca warna yang muncul di depan ujung pedang Xuan Yuan, segera membentuk sebuah garis cahaya melengkung melesat kedepan, menyambut kedatangan serangan energi pedang air dari Wu Ti Cien Sen.


Pertemuan dua kekuatan raksasa bertemu di udara, kekuatan Cahaya panca warna lebih unggul.


Dengan mudah dia merontokkan semua energi pedang air, dan kini terus bergerak bersama Yu Ming dan pedang Xuan Yuan mendekati Wu Ti Cien Sen.


Wu Ti Cien Sen yang melihat jurus keduanya berhasil di hancurkan oleh Yu Ming .


Dia segera menghimpun energi nya, kemudian sambil berteriak keras dia melepaskan jurus ketiga.


"Naga Sakti Tanpa Tanding Penakluk Dunia..!"


Seekor Naga putih yang di dukung oleh kekuatan air yang membentuknya.


Segera melesat kedepan untuk menyambut kedatangan Cahaya Panca Warna yang berasal dari ujung pedang Yu Ming .


"Blaaarrrr..!"


Benturan dahsyat itu menimbulkan ledakan di atas perahu, ledakan di dermaga juga ledakan di sungai.


Kapal hancur berkeping-keping, Ji Lian Hua terlihat terbang keluar dari dalam kapal, kemudian dia mendarat ringan di tepi dermaga.

__ADS_1


__ADS_2