PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
KEMBALI LAGI


__ADS_3

Yu Ming masih dengan gerakan yang hampir sama, dia menggeser posisi kakinya, menghindari serangan.


Tapi sekali ini disertai dengan tebasan Golok Naga Emas kontan.


"Crackkkkk...!"


Golok ditangan Yu Ming dengan kuat, menebas tengkuk harimau hitam, yang sedang menerkam.lewat di sampingnya.


Darah muncrat muncrat, dari luka robek parah di area tengkuk Harimau Hitam.


Harimau hitam jatuh terguling di atas tanah dalam kondisi mengenaskan.


Dia terlihat berusaha bangun, sambil menggereng keras, tapi dia selalu roboh kembali.


Harimau hitam yang terluka parah itu, menatap kearah Yu Ming dengan marah.


Tapi dia terlihat tidak berdaya, tidak mampu lagi bergerak pergi menyerang Yu Ming.


Hanya bisa terbaring di sana, dengan nafas empas empis.


Yu Ming menatap sebentar kearah harimau hitam itu, tiba tiba Yu Ming merasa sedikit iba.


Yu Ming pun melangkah menghampiri harimau hitam tersebut.


"Siao Li bisakah kamu menolong nyawanya..?"


Tanya Yu Ming ke sahabat didalam gendongan nya.


Siao Li menatap kearah Yu Ming sejenak, lalu dia mengangguk cepat.


Yu Ming segera berjalan lebih mendekati Harimau Hitam tersebut dan berkata.


"Teman ku akan menyembuhkan luka mu.."


"Tapi bila kamu berani menganggu nya, aku pasti akan membunuh mu tanpa ampun.."


Ucap Yu Ming sambil menunjuk kearah wajah harimau hitam itu dengan ujung goloknya.


Yu Ming kemudian menodongkan Ujung goloknya menempel di samping rahang harimau hitam, hal itu untuk mencegahnya berbuat macam macam terhadap Siao Li.


Meski kondisinya sudah lemah, harimau hitam itu tetaplah mahluk ganas dan liar, yang harus di waspadai.


Yu Ming tidak mau maksud baik'nya, malah mencelakai sahabat tunggalnya ini.


Harimau hitam itu seperti mengerti ucapan Yu Ming, dia hanya diam terbaring tak bergerak di sana.


Membiarkan Siao Li berlompatan bebas di sekitar punggung nya


Tidak butuh waktu lama, begitu Siao Li kembali kedalam pelukan Yu Ming.


Harimau hitam itu kini sudah sembuh lukanya, dia bisa kembali bangkit berdiri.


Begitu merasakan keadaannya sudah pulih, harimau hitam itu buru buru melompat menjauhi Yu Ming.


Lalu berlari masuk kembali kedalam semak belukar, darimana asalnya tadi.

__ADS_1


Setelah harimau hitam itu pergi, Yu Ming sambil tersenyum berkata,


"Ayo Siao Li kita lanjutkan perjalanan kita kembali..."


Siao Li mengangguk kecil, lalu dia kembali menyusupkan kepalanya di dada Yu Ming, berbaring dengan nyaman di sana.


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Untung istri ku Ru Meng tidak ada di dunia ini.."


"Bila tidak, dia pasti akan mengusir mu.."


"Kamu begitu manja dan begitu berani merebut posisinya.."


Siao Li hanya menanggapinya dengan keluhan kecil, tapi dia tetap tidak bergeming, masih saja berbaring dalam pelukan Yu Ming.


Yu Ming hanya melirik sekilas kearah sahabat barunya, yang manja tersebut.


Setelah itu, dia segera melanjutkan langkahnya, memasuki bagian hutan yang lebih dalam.


Yu Ming terus bergerak santai tanpa arah tujuan, dia hanya terus bergerak berusaha menembus hutan tersebut.


Mencari jalan, berusaha keluar dari dalam hutan, yang sangat lebat tersebut.


Beberapa saat melakukan perjalanan, Yu Ming menemukan seekor rusa sedang asyik merumput.


Yu Ming segera berbisik pelan ke sahabatnya,


"Bagaimana bila makan siang ini, kita isi dengan daging rusa bakar.."


Setelah itu, mahluk lucu tersebut menggelengkan kepalanya, Lalu dia melompat turun dari pelukan Yu Ming


Dengan gerakan cepat, dia melesat kearah segerombolan ayam hutan, yang berada tidak jauh dari sana .


"Kokkkk...kokkkk..kokkkk..!"


Terdengar suara berisik ayam berteriak kaget di sekitar sana, tak lama kemudian rubah kecil Yu Ming sudah muncul kembali.


Dia terlihat sedang menyeret leher tiga ekor ayam hutan, yang terlihat tak berdaya dalam gigitannya.


Yu Ming segera tertawa dan berkata,


"Hah kamu hebat juga, bisa berburu juga rupanya.."


Yu Ming segera melangkah pergi membantu rubah kecilnya. dia langsung membantu meraih leher tiga ekor ayam hutan itu, yang kini terlihat tidak berdaya dalam gigitan mulut sahabatnya.


Tapi begitu berpindah ke tangan Yu Ming, ketiga ayam itu langsung meronta berusaha melepaskan diri.


Dengan menendang kesana kemari, dan mengerak gerakan kedua sayapnya.


Untung Yu Ming bergerak sigap,


"Kreekkk...!"


Yu Ming mengeratkan cengkraman tangannya, seketika leher ayam yang di cekal dalam tangan nya remuk patah patah.

__ADS_1


Tiga ekor ayam itu, tidak mampu meronta lagi.


Yu Ming kemudian melemparnya keatas tanah, dia segera pergi mengumpulkan ranting dan kayu bakar untuk membuat api unggun.


Setelah api unggun jadi, Yu Ming baru menguliti 3 ekor ayam itu, membuang isi perutnya.


Kemudian dengan bantuan kayu yang ada didekatnya, Yu Ming menyate ketiga ekor ayam hutan, untuk di bakar di atas api unggun.


Sambil menunggu daging ayam panggang nya matang, Yu Ming duduk santai bersandaran di bawah pohon rindang.


Sedangkan rubah kecil, Yu Ming biarkan bermain main sendiri, berlompatan kesana kemari di sekitarnya.


Rubah kecil sendiri sedang berfokus mengejar kupu-kupu, yang beterbangan kesana kemari.


Tapi tiba-tiba Siao Li berdiri diam tidak mengejar kupu kupu lagi, sepasang telinga terlihat berdiri dan bergerak gerak.


Dia sedang menatap kearah rerimbunan semak belukar, yang tidak jauh dari posisinya berdiri.


Siao Li perlahan-lahan melangkah mundur mundur sedikit demi sedikit.


Saat rerimbunan semak mulai berkerosokan, seperti ada yang sedang bergerak di dalam sana.


Yu Ming segera mengangkat ayam panggang nya, agar tidak sampai mutung


Setelah itu dia segera menyusul kearah Siao Li.


Begitu Yu Ming tiba, Siao Li segera melompat kedalam pelukan Yu Ming.


Akhirnya dari rerimbunan semak terlihat harimau hitam yang pernah di lukai oleh Yu Ming melangkah keluar dari balik semak.


Di sampingnya mengikuti tiga ekor macan hitam kecil yang lucu lucu.


Melihat yang datang adalah macam tersebut Yu Ming pun menghela nafas lega.


Yu Ming kembali lagi ke dekat api unggun untuk melanjutkan membakar ayam.


Siao Li yang awalnya takut dan bersembunyi di dalam pelukan Yu Ming.


Perlahan lahan dia memperhatikan ketiga anak macan yang sedang asyik bermain.


Dia jadi tertarik, setelah beberapa waktu mengamatinya.


Dia akhirnya memberanikan diri melompat turun dari pelukan Yu Ming.


Perlahan-lahan dia menghampiri ketiga ekor anak macan lucu, yang sedang bermain.


Melihat induknya diam saja, Siao Li memberanikan diri ikut bermain.


Ternyata 3 anak macan itu mau menerima nya ikut bermain, mereka tidak berkeberatan Siao Li ikut bergabung.


Sehingga sesaat kemudian, mereka berempat sudah asyik bercengkrama bergumul bersama dengan riang.


Setelah ayam bakar matang, Yu Ming melempar seekor ke si induk macan . Seekor ke Siao Li yang makan nya berbagi bersama dengan 3 ekor anak macan teman sepermainan nya .


Sisa satu ekor terakhir, Yu Ming ambil separuhnya, separuh lagi dia lempar ke induk macan sebagai tambahan.

__ADS_1


__ADS_2