PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
LEMBAH SUNGAI HAN


__ADS_3

Ketiga Jendral itu mencoba untuk melihat nya lebih dekat, dan mereka mencoba untuk menganalisanya.


Jendral Zhuo dan Jendral Meng hampir berbarengan menggelengkan kepalanya.


Tapi Jendral Xiang masih diam dan terus mengamati, sambil menyentuh bibir bawahnya sendiri dengan jari telunjuknya.


Sesaat kemudian dia menatap kearah Yu Ming dan berkata,


"Apa maksud pangeran kedua kota ini terlalu dekat dan mirip mengepung Zhao Ge..?"


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Bisa berarti begitu, bila kita tidak tunduk dengan Zhao Ge.."


"Bila tunduk ke Zhao Ge, maka kedua kota ini akan terlihat sebagai kota pelindung, buat Zhao Ge.."


"Cepat lambat Zhao Ge akan membutuhkan nya, dan dia pasti akan memintanya dari kita.."


"Bila tidak setuju, akan jadi perang, bila setuju semua kerja keras kita, akan sama seperti Chang An, semua akan jadi sia sia.."


Jendral Xiang menatap Yu Ming dengan serius dan berkata,


"Lalu menurut pangeran, kira kira langkah apa yang tepat buat kita kedepannya..?"


Yu Ming sambil menatap kearah peta diatas tanah, dia menjawab pelan.


"Mengenai Dan Yang, aku tidak bisa putuskan, itu hak ayah ku.."


"Sedangkan Chang An sudah ku putuskan di serahkan ke Zhao Ge, sebagai balasan nya Zhao Ge Menganti nya dengan kota Dai Chen dan Shou.."


Ucap Yu Ming, sambil menggaris tiga lokasi lainnya sebagai peta baru.


Setelah itu dia kembali berkata,


"Kota Dai dan Chen terlalu dekat dengan wilayah Chang An dan Dan Yang.."


"Hanya kota Shou ini, di barat dia ada pembatas pertahanan alami, yaitu sungai Huai dan lembah sungai Huai.."


"Sedangkan di belakangnya arah timur, dia juga ada sungai Yang Tze sebagai pembatas pertahanan alami.."


"Arah selatan ada sungai Han, yang juga bisa menjadi pembatas pertahanan alami.."


"Di Utara ada deretan pegunungan perbukitan tebing dan celah sempit.."


"Ini juga wilayah yang mudah di jaga, dan sulit di lewati oleh lawan."


"Di kelilingi oleh beberapa sungai, ini akan membuat tanah di sekitar sini subur.."


"Pertanian dan perkebunan akan tumbuh dengan baik, bila di garap dengan benar..'


"Menurut ku ini adalah kota yang paling tepat untuk di kembangkan.."


"Tapi semua ini terserah kalian, kalian mau menggarap nya atau tidak, itu aku tidak memaksa.."


"Kalian jelaskan saja ke bawahan kalian, bila mereka ingin pindah, silahkan.."

__ADS_1


"Bila ingin bertahan silahkan, atau mau pindah ke Dan Yang, juga tidak masalah,.. semua bebas.."


"Tapi bila ingin dengarkan saran ku, maka segeralah ke kota ini, untuk mengambil posisi duluan.."


"Agar kelak tidak menyesal, saat kota ini menjadi besar dan maju, sehingga peluang kalian, untuk mendapatkan lahan menjadi sulit dan mahal.."


Jendral Xiang menatap kearah Yu Ming dan berkata,


"Apa pangeran akan pindah kekota ini..?"


Yu Ming menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak, aku harus ke Dan Yang karena keluarga ku ada di sana.."


"Kalaupun tidak di Dan Yang bersama keluarga ku, berarti aku akan berkelana tanpa arah tujuan.."


"Aku lebih suka begitu, berkeliling dunia meluaskan penglihatan, dari pada diam di satu kota menghabiskan sisa hidupku.."


"Aku tidak akan betah jalani kehidupan seperti itu.."


Ucap Yu Ming ringan.


Ketiga bawahan Yu Ming mengangguk paham, mereka dan Yu Ming jelas berbeda.


Mereka punya istri anak keluarga, sedangkan Yu Ming, dia masih muda, tidak terikat masih bebas.


Jadi wajar punya pikiran berbeda.


Ketiga Jendral itu saling pandang sejenak, lalu mereka berkata hampir bersamaan,


Mereka bertiga dengan kompak menggunakan jari telunjuk mereka menunjuk kearah peta kota Shou.


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Kalau begitu, nama kota ini aku beri nama Shoucun, jadi kota ini akan terus berkembang seperti musim semi..yang indah.."


"Bagaimana menurut kalian.."


Ketiga Jendral itu tertawa dan berkata,


"Nama yang bagus, bila begitu kita putuskan itulah nama kota kita.."


"Shoucun.. Shoucun.. kota Shou yang terus bersemi.."


Ucap Jendral Xiang sambil tertawa.


Mereka berempat pun tertawa gembira bersama.


Beberapa saat kemudian mereka berempat segera menuruni bukit.


Begitu turun dari bukit, ketiga jendral itu segera memberikan instruksi kepada bawahan mereka, agar di lakukan secara berantai, bergerak mundur kembali ke kota Chang An.


Setelah pasukan besar dan alat berat bergerak meninggalkan Zhao Ge.


Di istana Kerajaan Zhou Ji Fa yang duduk di kursi kebesarannya, begitu mendapatkan laporan kabar itu.

__ADS_1


Dia langsung menghembuskan nafas lega.


Para menteri, aristokrat, dewan, bangsawan tidak ada yang tidak merasa lega dan bergembira.


Wajah wajah suram dan tegang dalam pertemuan di ruangan aula besar istana, kini terlihat cerah dan bergembira.


Tidak ada yang tidak memuji, kehebatan Jiang Je Ya, yang selalu bisa mengatasi masalah apapun seperti dewa.


Sementara itu di tempat lain nya, beberapa hari kemudian Yu Ming dan pasukan besarnya, akhir nya kembali ke Chang An.


Setelah mereka kembali, secara berguyur orang orang mulai pindah ke kota Shoucun.


Sebagian besar adalah dari pihak militer dan keluarga mereka.


Mereka pindah mengikuti Jendral Xiang Jendral Zhuo dan Jendral Meng.


Sedangkan Yu Ming tetap tinggal di Chang An bersama Siao Li, sambil menunggu utusan dari Zhao Ge datang melakukan serah terima jabatan dan kepemilikan kota tersebut.


Seminggu Yu Ming menunggu, akhirnya pejabat baru dari Zhao Ge tiba juga di kota Chang An.


Serah terima berjalan cukup lancar, pejabat baru sangat kooperatif dan sangat menghormati Yu Ming .


Sedikitpun tidak berani menunjukkan sifat seorang penguasa baru yang arogan.


Hal ini membuat Yu Ming lebih tenang melepaskan kota Chang An, ke pejabat baru tersebut.


Setelah serah terima selesai, Yu Ming menyempatkan diri melakukan perjalanan cepat menuju kota Shoucun.


Sebagai Kota baru tentunya masih banyak kekurangannya.


Yu Ming ingin melihat langsung dan menyumbangkan sedikit tenaga, agar hati nya lebih tenang, bila pun dia kembali ke Dan Yang.


Kedatangan Yu Ming langsung di sambut gembira oleh ketiga Jendral bawahan nya, seluruh penduduk kota tersebut, yang rata rata adalah teman seperjuangan nya di kesatuan militer mereka.


Mereka semua juga sangat bergembira.


Yu Ming mengikuti ketiga Jendral nya berkeliling, melakukan peninjauan ke lokasi lokasi perkebunan dan pertanian yang baru saja di buka lahannya.


Sambil melakukan peninjauan Yu Ming berkata,


"Jendral Xiang kendala berat apa yang sulit kita hadapi di sini ? apa ada hal hal yang sulit kalian atasi..?"


Jendral Xiang sedikit ragu ragu, dia menatap kearah kedua rekannya yang lain.


Setelah mendapatkan anggukan persetujuan dari kedua rekannya yang lain dia akhirnya buka suara,


"Saat kami tiba di sini melakukan peninjauan lokasi."


"Kami menemukan satu tempat yang sangat strategis di lembah sungai Han sana.."


"Tapi sayangnya menurut penduduk setempat, tempat itu terlarang untuk di garap.."


"Tempat itu di kuasai oleh seekor buaya putih raksasa, di bantu oleh belasan ekor buaya yang berukuran normal.."


"Rata rata sekitar 3 Depa panjangnya.."

__ADS_1


__ADS_2