
Contohnya adalah preman pasar, tukang berkelahi jalanan, tukang pukul, pengawal, hingga polisi kota dan prajurit kerajaan.
"Berikutnya adalah Tingkatan besi, disini mereka sudah lebih terlatih menguasai beberapa jenis ilmu silat dan jurus."
"Contohnya adalah Guru silat pasaran, Komandan pelatih pasukan, Anggota biro pengawalan perjalanan jarak dekat atau pun jauh, "
"Bagaimana, ada gambaran..?"
Tanya Wang Wu.
Yu Ming mengangguk pelan dan berkata,
"Selanjutnya..?"
Wang Wu mengangguk dan melanjutkan berkata,
"Selanjutnya tingkatan perak, di sini di huni oleh ahli silat yang sudah menguasai permainan silat dan jurus nya dengan lebih baik."
"Contohnya adalah anggota anggota perguruan silat terkemuka, Jendral Jendral umum di kerajaan, tokoh golongan hitam yang baru memilki gelar dan julukannya."
"Berikutnya adalah tingkatan emas, Di sini di isi oleh para ahli silat, yang membangun perguruan dan memilki murid lebih dari seratus orang, ketua sebuah biro pengawalan, yang memilki reputasi besar, seorang panglima perang atau Jendral senior."
"Berikutnya lagi adalah tingkatan berlian, di sini di isi oleh ketua perguruan besar terkemuka, pendekar bebas, yang kemampuan nya setara dengan ketua perguruan besar."
"Untuk tingkatan emas dan berlian, masing masing di bagi dalam 3 tahap,
1, Tahap Pemula.
2, Tahap Menengah.
3 Tahap akhir.
"Selanjutnya adalah 3 alam, alam manusia langit."
"Di sini diisi oleh pendekar ataupun tokoh dunia persilatan, yang mampu terbang bebas di udara, terbang bebas diatas air."
"Mampu menyerang siapapun, tanpa perlu lagi menggunakan pedang.."
"Energi Qi nya adalah senjata yang paling mematikan."
"Mampu membentuk energi pelindung untuk melindungi diri.."
"Di sini juga terbagi dalam 3 tahapan, yaitu pemula, menengah, dan akhir.
"Selanjutnya adalah alam dewa, di sini kesaktian si pemiliknya sudah sulit di ukur, "
"Guru sendiri juga sulit menggambarkan nya, karena kesaktiannya sulit terukur lagi."
"Mungkin saat ini yang bisa di masukkan ke golongan tahap ini, adalah Perdana menteri Jiang Je Ya dari kerajaan Zhou dan Raja Iblis Che Lung di Mo Kui Shan."
"Diatas tahap ini, ini adalah suatu misteri yang mirip dongeng, sulit di buktikan keberadaan nya.."
"Beberapa ratus tahun yang lalu saat kerajaan Tsang baru berdiri, di era akhir dinasti Xia."
"Tokoh ini pernah muncul, katanya dia adalah putra Kaisar Langit dan Wang Mu Niang Niang, yang turun kedunia menolong umat manusia dari gangguan para iblis dan Siluman.."
__ADS_1
"Tapi semua itu hanyalah cerita dari mulut ke mulut, secara turun temurun, yang sulit di buktikan kebenaran nya.."
Yu Ming saat mendengar bagian terakhir cerita gurunya, dia tersenyum pahit.
Karena dia tahu dengan jelas, tokoh yang disebutkan itu, tidak akan pernah ada lagi.
Kini yang tersisa hanya tokoh kecil, yang sudah kehilangan sinarnya.
Bagaikan bintang redup, di matikan sayang, di hidupkan tidak mungkin.
Untuk menutupi pikiran yang berkecamuk dalam batin nya.
Yu Ming kembali bertanya,
"Guru,.. guru sendiri dan pemimpin tempat ini, ada di tingkatan mana..?"
"Aku sendiri dan lawan ku tadi, ada di tingkatan mana..?"
Wang Wu tersenyum sabar dan berkata,
"Kamu ada tingkatan emas pemula, sedikit diatas tingkatan perak."
"Sedangkan gadis yang menjadi lawan mu, dia ada di tingkatan berlian awal.."
"Aku sendiri dan Chai Ni ada di tingkat alam manusia langit tahap awal."
Baru saja Wang Wu selesai menjawab, tiba-tiba di sana muncul seorang gadis gemuk, berwajah tembam seperti bakpao.
Rambutnya di kuncir dua, membentuk dua gundukan hitam kecil, di kiri kanannya, Cepol dua.
Tapi aslinya tidaklah selucu yang terlihat, inilah yang mungkin di sebut penampilan menipu.
Orang banyak bilang cewek buruk rupa berhati emas, tapi kenyataannya justru berbanding terbalik.
Begitu buka suara, langsung terdengar suaranya yang nyaring melengking, menusuk telinga.
"Hei kalian berdua,..! bukannya pergi jalankan tugas..!"
"Malah duduk duduk santai, sambil ngolor ngidul di sini...!"
"Kamu yang tua, cepat pergi melapor ke Se Mu,..agar di tentukan pekerjaan mu selanjutnya..!"
"Kamu ikut dengan saya..!"
Bentak si gendut sambil berkacak pinggang, dan menunjuk nunjuk wajah Yu Ming dan gurunya, dengan sikap sangat judes dan tidak sopan.
Yu Ming hampir maju menghajar si gendut, yang berani menghina gurunya.
Tapi tangannya keburu di tahan oleh Wang Wu.
Wang Wu menggelengkan kepalanya, memberi kode agar Yu Ming, tidak sembarang bertindak dan mesti bersabar.
Yu Ming mengerti maksud gurunya, dia pun menghela nafas panjang.
Mengangguk pada gurunya, lalu dia dengan kepala tertunduk, segera mengikuti si gendut pergi dari tempat tersebut.
__ADS_1
Wang Wu sendiri tidak perlu di tunjukkan jalan, karena tempat ini dulunya, adalah tempat kediaman guru nya, yang di wariskan ke dia dan Semei nya.
Setelah mereka bersama kembali, mereka berdua lah yang merapikan dan merawat tempat ini.
Hingga mereka kembali berpisah, tempat ini pun, Wang Wu tinggalkan buat Semei nya.
Dia sendiri memilih pindah tinggal di pondok sederhana di Cing Long San.
Yu Ming mengikuti si gendut, yang bila berjalan membuat debu beterbangan.
Mereka terus berjalan menuju halaman depan bangunan perguruan Thian Cien Pai.
Setelah tiba di lokasi, si gendut dengan santai berkata,
"Ambil sapu di sana, bersihkan halaman ini, dedaunan kering dan sampah kumpulkan ke gerobak itu,.."
"Bawa ke hutan kecil di bawah gunung ini, untuk di buang.."
"Sebelum matahari tenggelam sudah harus selesai, lewat dari waktu itu, kamu tidak diijinkan untuk makan.."
"Ruang dapur tempat makan ada di bagian paling ujung gedung ini.."
"Tempat tidur mu, juga ada di bagian itu.."
Ucap si gendut dengan gaya nya, yang seperti ratu, sangat sangat menyebalkan.
Bila boleh, ingin rasanya Yu Ming menguliti dan memerasnya, agar lemaknya keluar semua, dan bisa di jadikan lampu minyak penerangan.
Tapi sayangnya itu hanya angan angan, yang tak mungkin terwujud.
Saat ini yang jelas terwujud adalah Yu Ming pergi mengambil sapu butut, yang di geletakkan di bawah sebatang pohon besar,
Pohon besar itu terletak di posisi paling ujung dan paling sudut.
Dari sanalah, Yu Ming setelah menjemput sapunya.
Dia mulai menyapu sampah dedaunan kering yang berserakan di mana mana.
Setelah memastikan sejenak hasil kerja Yu Ming, si gendut pun berkata.
"Menjelang sore, aku akan datang periksa, bila belum selesai, kamu harus menyelesaikan nya, hingga selesai.."
"Tidak boleh menunda nya, hingga esok.."
"Mengerti kamu..!"
Bentak si gendut dengan wajah jutek dan galak.
"Baiklah Fei cie cie, kakak gendut.."
Jawab Yu Ming sambil menyapu.
Si gendut yang hampir pergi, menghentikan langkahnya.
Berbalik menoleh kearah Yu Ming, dengan sepasang mata melotot, tapi tetap terlihat sipit.
__ADS_1