PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
KISRUH


__ADS_3

Hanya saja sejauh mana hubungan mereka, Li Tek tidak mau menebak dan memikirkan nya.


Li Tek hanya diam menatap kearah Yu Ming tanpa berkata-kata, dia hanya memasang senyum ramah saja.


Mencoba untuk tidak berburuk sangka atas kehadiran Yu Ming di kediamannya.


Yu Ming menanggapi ucapan gubernur Li dengan gelengan kepala dan berkata,


"Terimakasih banyak gubernur Li, aku sebenarnya juga tidak berkeberatan dengan hal itu.."


"Hanya saja saat ini waktunya kurang tepat.."


"Sahabat ku di Utara sana, mungkin akan menghadapi masalah besar.."


"Jadi aku harus menyusul ke kota Ji untuk melihat situasi di sana.."


Ucap Yu Ming berterus terang.


Ucapan Yu Ming segera mengagetkan semua yang hadir kecuali Yang Ni yang sedang kalut tentunya.


Li Tek kini langsung angkat bicara,


"Apa maksud saudara ini, saudara adalah sahabatnya tuan putri Ji Lian Hua..?"


"Saat ini saudara terburu-buru adalah ingin pergi melihat keadaan putri Ji Lian Hua..?"


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Tepat sekali Jendral Li, Hua er sebenarnya bukan hanya sahabatku."


"Tapi lebih dari itu, dia selain terhitung adik seperguruan ku, dia juga termasuk bintang penolong hidup ku.."


"Hubungan kami agak panjang dan rumit bila ingin di jelaskan.."


"Mungkin lain waktu saja,..permisi semuanya.."


Ucap Yu Ming sambil memberi hormat.


Lalu dia bersiap pergi dari sana.


"Tunggu..Yu Ming ke ke..!"


Teriak Yang Ni sambil berlari menyusul Yu Ming .


Nyonya Siao sempat menahan tangan putrinya, tapi Yang Ni mengibaskan pegangan tangan ibunya.


Tanpa menghiraukan larangan ibunya, gadis itu langsung berlari menyusul kearah Yu Ming .


Mendengar panggilan Yang Ni, Yu Ming sambil tersenyum pahit.


Terpaksa menahan langkahnya dan berbalik menghadap kearah Yang Ni, yang sedang berlari menghampirinya.


Saat tiba di hadapan Yu Ming tanpa memperdulikan respon semua yang hadir di sana.


Yang Ni segera berkata,


"Yu Ming ke ke aku ikut ya..?"


Yu Ming menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Yang Ni maaf ini menyangkut nyawa seseorang aku harus cepat.."


"Maaf aku tidak bisa membawa mu.."


"Lebih baik kamu di sini bersama keluarga mu, di sini jauh lebih aman untuk mu.."


"Harap mengerti.."

__ADS_1


Yang Ni sepasang matanya mulai berkaca-kaca, saat dia menggelengkan kepalanya.


Airmatanya langsung runtuh membasahi wajahnya.


"Tidak Yu Ming ke ke, aku tidak mau.."


"Aku hanya ingin bersama mu, selamanya aku hanya ingin bersamamu.."


Ucap gadis itu pelan sambil menahan Isak.


Tapi ucapan itu jelas terdengar oleh semua yang hadir.


"Yang Ni kembali... kamu..!"


"Jangan bikin onar..!"


Bentak Pendekar Yang geram, karena merasa malu dengan calon besan dan calon mantunya atas sikap putrinya yang sangat tidak tahu aturan.


Yu Ming yang tadinya mau menjawab dan membujuk Yang Ni agar tidak mengikutinya.


Agar mau menurut tetap tinggal di sisi orang tuanya.


Kini melihat sikap Pendekar Yang, dia langsung jadi tidak enak hati.


Mati aku, batin Yu Ming.


Masalah pelik apalagi yang akan muncul di sini.gumam Yu Ming dalam hati.


Di saat Yu Ming sedang bingung roh gaib hitam malah muncul menertawainya dan berkata,


"Tuh kan mampus loe sekarang, ini yang namanya tidak mau dengar nasehat orang tua, kerugian menanti didepan mata.."


"Bunga segar tidak mau, bunga bekas diambil, kapok loe.."


"Udah terima aja, nikahi saja, kwkwk..!"


Tapi Yu Ming meski galau, dia tidak mau menanggapi ocehan mahluk itu.


Karena Yu Ming tahu makin di tanggapi mahluk itu akan semakin menjadi jadi.


Mahluk kegelapan itu, menertawai orang nomor satu tapi kalau di balas dia marah dan ngambek seperti anak kecil.


Jadi Yu Ming lebih memilih untuk tidak melayani ataupun menanggapinya.


Di posisi Yang Ni gadis itu bukannya menurut, dia malah jadi nekad dan berkata dengan suara keras dan berani.


"Tidak ayah..! tidak ibu .!"


"Jangan memaksa ku..!"


"Aku tidak mencintai nya,..!"


Ucap Yang Ni sambil menunjuk kearah Li Tek..


"Aku tidak mau menjadi istrinya..!"


"Aku tidak mau di paksa seperti ini..!"


"Aku lebih baik mati, bila kalian terus memaksa..!"


Ucap Yang Ni nekad, sambil berdiri menghadang di depan Yu Ming .


Li Tek tidak berkata apa-apa wajahnya terlihat merah padam menahan malu kecewa dan juga marah.


"Yang Ni kamu sudah gila,.. jangan seperti itu.."


"Ini tidak boleh nak.."

__ADS_1


Teriak nyonya Siao tertahan mencoba untuk menyadarkan putrinya.


Tapi Yang Ni dengan keras kepala menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak ibu,.. tidak ayah..aku tidak gila, aku sangat waras dan sadar.."


"Alasan aku melarikan diri tempo hari juga karena masalah ini.."


"Jadi hari ini aku sekalian akan membukanya saja, semuanya biar jelas.."


"Aku tidak mencintai Li Tek, aku tidak bersedia menikah dengan nya.."


"Aku hanya mencintai dia, aku adalah istrinya.."


"Hidup aku akan menjadi bagian dari keluarganya, mati pun aku akan jadi hantu keluarganya..!"


Ucap Yang Ni Semakin nekad.


Dia bahkan menggandeng dan memeluk erat tangan Yu Ming.


Yu Ming sendiri ingin menolaknya, tapi melihat keadaan jasi seperti ini.


Dia jadi sulit berkata-kata, apalagi dia memang pernah punya ikatan pernikahan secara tidak langsung dengan Yang Ni.


Yu Ming jadi serba salah, pergi dia akan membuat Yang Ni terpukul.


Tidak pergi ini mau bagaimana baiknya..


Bawa Yang Ni ikut dengan nya, masalah tentu akan semakin rumit.


Kelak melompat ke sungai kuning pun dosanya sulit di bersihkan.


Pendekar Yang dengan tubuh gemetar menahan amarah dua menunjuk kearah wajah Yu Ming dan berkata,


"Wen Yu Ming kamu jawab aku, apa benar kalian sudah menikah ? apa kamu dan putri ku telah...!?"


"Jawab aku...!?"


Bentak Pendekar Yang dengan suara mengelegar.


Pedang hitam sudah terhunus di tangan nya.


Yu Ming yang cerdas sesaat jadi bingung mau menjawab apa.


Menjawab salah, tidak menjawabnya lebih salah lagi.


"Ayah bila kamu berani menyentuhnya, aku akan mati didepan kalian semuanya..!"


Bentak Yang Ni Tidak kalah histeris.


Sehingga Pendekar Yang jadi menelan ludahnya sendiri, lengannya sudah ditarik oleh istrinya.


Dia akhirnya hanya bisa berdiri diam dengan tubuh gemetaran menahan amarah.


Akhir nya dia berkata,


"Pergilah..! hari ini kamu berani melangkah keluar dari tempat ini.."


"Maka kedepannya kita putus hubungan kamu jangan pernah kembali dan memanggil kami ayah ibu mu lagi.."


"Anggap saja kami tidak pernah punya anak seperti mu.."


Ucap Pendekar Yang dengan suara sedih.


Nyonya Siao sampai tidak bisa berkata-kata, selain menangis sedih di pundak suaminya.


Anak dia yang kandung dia yang lahirkan, dia pula yang susui dan mengurusnya hingga besar.

__ADS_1


Bila harus berpisah dengan cara seperti ini, tentu dialah yang paling sedih, dia seperti diambil sepotong daging di hatinya dan di bawa pergi.


__ADS_2