
Yu Ming dan Yang Ni terpaksa mengikuti Min Min masuk
kedalam rumah nya.
Baru saja mereka sampai di halaman sebelah dalam gedung, dari dalam gedung sudah terlihat seorang pria berusia 60 an tahun, yang memelihara jenggot terpelihara rapi, ditemani oleh seorang wanita paruh baya berjalan di sampingnya.
Di belakang mereka mengikuti seorang wanita berparas cantik, wajahnya sedikit mirip dengan Min Min.
Hanya bedanya senyum dan tatapan mata gadis ini terlihat agak tinggi hati dan kurang menghargai orang lain.
Di samping nya mengikuti seorang pria yang bermata sipit berkulit agak gelap.
Pakaian nya berkesan rapi dan mewah, tubuhnya cukup kekar dan tegap, dia juga termasuk seorang pria tampan.
Tapi bila di bandingkan dengan Yu Ming tentu kalah jauh.
Pria itu sedikit mirip dengan wanita di samping nya, tatapan matanya sinis, angkuh dan penuh curiga.
Mereka adalah keluarga dekat Min Min pria dan wanita setengah tua itu adalah ayah ibu Min Min.
Ayah Min Min adalah seorang pengusaha pengawalan barang terbesar di kota Lin Ji.
Nama perusahaan pengawalan nya adalah Perusahaan Pengawalan Garuda Putih.
Sedangkan Ayah Min Min yang bernama Thio Sin Bu di dunia persilatan terkenal dengan julukan Pendekar Garuda Putih.
Makanya perusahaan pengawalan nya menggunakan nama Garuda Putih, mengikuti nama julukan nya.
Ibu nya Min Min hanya ibu rumah tangga biasa yang tidak mengenal ilmu silat.
Sedangkan wanita cantik dan pria berkulit gelap itu, mereka adalah kakak dan kakak ipar Min Min.
Alasan Min Min dan kakak keduanya bisa kabur dari rumah, sebagian besar juga karena ulah sikap dan ucapan kedua orang ini, yang merasa paling berkuasa di rumah.
Terutama kakak iparnya yang matanya berminyak mulutnya jahat, gayanya yang selangit sungguh membuat perut mual melihat nya.
Yu Ming yang berpengalaman, sekali lihat dia langsung bisa menebak karakter kakak dan kakak ipar Min Min.
Hanya saja, selama orang tidak menganggu dirinya, Yu Ming juga pantang mengusik orang, apalagi bergosip tentang orang lain.
Yu Ming kurang menyukainya.
Ayah ibu Min Min terlihat gembira dan terharu, saat melihat putri mereka bisa pulang dalam keadaan selamat
Mereka dengan gembira segera maju memeluk putri mereka.
Setelah sesaat saling melepas rindu, akhirnya ayah Min Min pun berkata,
"Min Min di mana kakak kedua mu, ?"
"Apa kakak mu tidak ikut pulang..?"
__ADS_1
Min Min menghela nafas panjang dan berkata,
"Ayah aku dan kakak di kota Qu Fu mengalami musibah.."
"Kami tidak sengaja, saat ingin membantu penduduk kota Qu Fu, menangkap penjahat penculik wanita.."
"Kami malah terjebak oleh penjahat pemetik bunga, kakak kedua meninggal dalam usaha menyelamatkan aku.."
"Itu adalah abu tulang kakak kedua.."
Ucap Min Min sambil menahan tangis.
Thio Sin Bu dan istrinya, mereka sangat terkejut saat mendengar kabar berita yang putri mereka bawa pulang.
Sesaat mereka berdua berdiri bengong menatap kearah guci berisi abu tulang putri kedua mereka dengan tatapan mata sedih dan sulit percaya.
Sesaat kemudian ibu Min Min yang tidak kuat menerima kenyataan.
Dia langsung pingsan tidak sadarkan diri, untungnya Thio Sin Bu dengan sigap menangkap tubuh istrinya.
Sehingga ibu Min Min tidak sampai terbanting ke atas lantai..
Thio Sin Bu segera menggotong tubuh istrinya kembali masuk kedalam rumah.
Kakak dan kakak ipar Min Min yang angkuh adalah dua orang yang paling sok sibuk.
Mereka menunjuk kesana membentak kemari meminta semua orang untuk pergi ambil ini itu.
Sedangkan mereka sendiri selain sok sibuk, sebenarnya tidak ada yang mereka kerjakan.
Para pembantu dan pelayan sebenarnya merasa mual dan kesal .
Tapi mereka sebagai bawahan tidak berani banyak membantah dan berkomentar.
Jadi mereka hanya bisa menyimpan kekesalan mereka di dalam hati saja.
Min Min sambil mengikuti dari belakang, dia tidak berkomentar, hanya mengikuti saja dari belakang.
Sedangkan Yu Ming dan Yang Ni terpaksa mengikuti saja kemana Min Min mengajak mereka, tanpa berani bersuara.
Sesaat setelah membawa istrinya kedalam kamar, dan menitipkan istri nya ke putri dan menantunya yang tak berguna itu, untuk menjaga dan menghibur istrinya bila sudah sadar nanti.
Thio Sin Bu segera mengajak semua orang yang hadir di sana untuk kembali keruangan tengah.
Di ruangan tengah itu, dengan sikap tenang, Thio Sin Bu mendengarkan semua cerita dari putrinya tanpa menyela.
Setelah putrinya selesai berbicara, Thio Sin Bu langsung bangkit berdiri menjura dengan penuh hormat kearah Yu Ming dan Yang Ni.
"Pendekar muda Yu Ming ,. di sini aku Thio Sin Bu mengucapkan rasa terimakasih, yang sebesar besarnya atas Budi baik anda, menyelamatkan putri ku Min Min.."
"Bahkan anda telah bersedia repot repot mengantar putri kami hingga kembali dengan selamat kerumah.."
__ADS_1
"Budi besar anda ini, aku Thio Sin Bu, seumur hidup pun tidak akan bisa membayarnya.."
"Sekali lagi terimakasih pendekar Yu Ming .."
Ucap Thio Sin Bu tulus dan penuh hormat.
Yu Ming tentu segera membalas menjura dengan sopan, Yang Ni juga mengikutinya.
Yu Ming segera berkata,
"Semua ini sudah seharusnya kami lakukan, Senior Thio tak perlu bersikap seperti ini.."
"Bila begini junior malah merasa tidak enak hati ."
Thio Sin Bu mengangguk pelan dan berkata,
"Baiklah pendekar muda, bila seperti itu aku tidak akan bersungkan lagi.."
"Harap pendekar muda, tidak menampik permintaan orang tua ini, untuk menginap beberapa hari di sini.."
"Anggap saja ini adalah rumah pendekar muda sendiri, pendekar muda juga jangan bersungkan dengan kami..."
Yu Ming mengangguk dan berkata,
"Min Min sudah memintanya, kami memang sudah menyetujui nya.."
"Kini ada ijin dari senior tentu kami akan tinggal di sini barang satu dua hari dengan hati lebih tenang ."
"Terimakasih banyak senior, maaf bila kehadiran kami nanti merepotkan anda.."
Ucap Yu Ming sopan.
Thio Sin Bu menepuk pundak Yu Ming dengan akrab dan berkata,
"Tidak akan ada yang di repotkan, pendekar muda jangan terlalu bersungkan.."
"Mulai saat ini kita adalah keluarga, sebaiknya kamu panggil saja aku paman Thio.."
"Aku juga akan memangil mu Ming Er .."
Yu Ming mengangguk setuju, dia segera menjura dan berkata,
"Terimakasih banyak paman Thio.."
Thio Sin Bu kembali menepuk pundak Yu Ming dengan akrab dan berkata,
"Ha..ha..ha..bagus..bagus..Ming er kita sekarang adalah keluarga, jadi tak perlu bersungkan lagi.."
"Afu tolong kamu segera antarkan Ming Er dan nona Yang untuk beristirahat di kamar tamu.."
"Setelah menempuh perjalanan jauh, tentu mereka lelah dan perlu beristirahat.."
__ADS_1
Afu mengangguk cepat, dia segera mengembalikan guci abu nona keduanya ke Min Min.
Lalu dia segera bergegas pergi dari sana untuk mengantar Yu Ming dan Yang Ni menuju kamar tamu mereka masing-masing.