
"Itu cahaya emas berkilau yang berbentuk segitiga kerucut keatas."
"Bukankah itu adalah petunjuk dari tuan bahwa benda yang tuan cari cari ada di sana..?"
Ucap paman Luo sambil menunjuk kertas bergambar di tangannya dengan wajah serius.
Lalu dia menunjuk kearah kejauhan di pulau daratan luas itu, di mana gunung berkilauan itu terlihat jelas.
Yu Ming mengangguk dan berkata,
"Kelihatannya itulah tempat yang di maksud.."
"Aku akan pergi ke sana, paman boleh cari tempat mendarat, juga boleh menunggu di sini.."
"Terserah paman saja,.."
"Aku pergi dulu.."
Ucap Yu Ming .
Lalu dia segera melesat terbang, meninggalkan kapal, Yu Ming terlihat terus berlompatan ringan diatas permukaan laut.
Saat tiba di bagian tebing curam, yang di kelilingi oleh batu karang tajam.
Yu Ming dengan ilmu ringan tubuhnya berlompatan ringan, melakukan pendakian menuju puncak tebing.
Tanpa kesulitan berarti Yu Ming sudah berhasil terbang keatas dan mendarat di tepi tebing.
Tiba di tepi tebing, Yu Ming kembali melanjutkan perjalanan nya menyusuri daratan tanah merah.
Menuju gunung emas yang terlihat berkilauan dari kejauhan, saat tertimpa sinar matahari pagi hari.
Semakin mendekati gunung emas, gunung itu terlihat semakin jelas.
Ternyata gunung emas tersebut tidaklah kecil, gunung tersebut sangat tinggi dan besar.
Saat semakin mendekati kaki gunung, di sebuah lembah subur, yang ada Sungai dangkal yang mengalir deras.
Yu Ming menyaksikan ada rombongan manusia berkulit merah berambut hitam, mengenakkan pengikat kepala dan bulu ayam tertancap di sana.
Rombongan manusia yang menunggangi kuda dengan suara riuh rendah memacu kuda mereka menyeberangi sungai menghampiri diri nya.
Rombongan itu rata rata adalah penunggang kuda yang handal, mereka mendekati Yu Ming bersenjatakan panah, palu batu, kapak, dan tombak di tangan.
Dari gaya dan penampilan mereka, Yu Ming merasa mereka sedikit mirip dengan suku Padang stepa di wilayah Utara daratan tengah.
Tapi dari wajah dan cara ikat rambut, pakaian dan riasan di wajah yang penuh coreng cat warna putih.
Yu Ming menemukan mereka adalah kelompok yang berbeda, kelompok yang belum pernah dia temui sebelumnya.
Yu Ming menghentikan langkahnya, memperhatikan gerak gerik mereka, ingin tahu apa yang mereka inginkan.
Dengan cepat mereka sudah mengepung Yu Ming, ditengah tengah.
__ADS_1
Mereka duduk diatas punggung kuda berteriak riuh rendah mengangkat angkat senjata mereka diatas kepala.
Mereka mengendarai kuda tunggangan mereka bergerak mengelilingi Yu Ming .
Yu Ming tidak mengerti apa yang mereka teriakkan dan bicarakan, hingga seorang kakek tua, yang bertelanjang dada.
Memajukan kudanya keluar dari balik barisan Kakek itu begitu tiba di hadapan Yu Ming dia langsung berkata dalam bahasanya bertanya sesuatu ke Yu Ming .
Yu Ming mengerti dari gerak gerik kakek yang dia duga adalah kepala rombongan itu, kakek itu sedang menanyakan sesuatu kepada dirinya.
Tapi karena Yu Ming tidak mengerti, Yu Ming menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Maaf aku tidak mengerti maksud anda.."
Mendengar ucapan Yu Ming kakek itu sambil tersenyum ramah berkata dalam bahasa Han yang kaku.
"Anak muda apa yang kamu lakukan di sini..?"
"Siapa nama mu ?"
"Kamu berasal dari mana...?"
Yu Ming memberi hormat kepada kakek itu dan berkata,
"Aku bernama Yu Ming,."
"Aku berasal dari negeri yang jauh di daerah selatan sana.."
"Tujuan aku kemari adalah ingin pergi mengunjungi puncak gunung emas itu.."
Kakek tua itu mengangguk dan berkata,
"Anak muda,.. kamu bisa datang sampai kemari.."
"Aku rasa kamu pasti punya hubungan khusus dengan dewa kami yang bersemayam di puncak gunung sana.."
"Secara turun temurun, setiap kepala suku di tanah ini, semuanya pasti mewarisi bahasa dari dewa kami, yang sama dengan bahasa mu anak muda.."
"Tapi meski begitu, kamu tidak diijinkan untuk mengunjungi tempat suci itu.."
"Dewa kami melarang siapapun untuk mengunjungi tempat itu, termasuk kami semua, yang turun temurun menjadi penduduk asli di tanah ini.."
"Sebaiknya anak muda, kamu segera tinggalkan tanah ini.."
"Jangan pernah lagi kembali kemari.."
"Kamu hari ini eru.tung bertemu dengan kami suku beruang merah yang cinta damai.."
"Bila kamu bertemu dengan suku suku kami yang lainnya, terutama suku ular Derik dan suku kalajengking hitam.."
"Maka kamu harus waspada, mereka tidak akan seramah ini menyambut mu.."
"Mumpung masih ada waktu segera lah anda pergi dari sini anak muda.."
__ADS_1
Yu Ming tersenyum tenang dan berkata,
"Tidak aku tidak akan pernah pergi dari sini, sebelum misi ku selesai..."
"Aku kesini punya misi sendiri, aku tidak akan berhenti sebelum misi ku di sini selesai.."
"Aku kemari tidak bermaksud mencari keributan, tapi bila ada yang menghadang langkah ku aku juga tidak akan mundur.."
Mendengar ucapan Yu Ming , kakek itu tersenyum kecut dan berkata,
"Baiklah bila itu mau mu,.."
"Maka tiada jalan lain, kami akan melawan mu.."
"Anak anak maju serang...!"
Teriak kakek itu, sambil memutar kudanya menjauhi Yu Ming .
Segera batu yang di tembakan dengan ketapel, juga anak panah berhamburan menyerang Yu Ming .
Yu Ming segera menyambutnya dengan melesat menghilang dari tengah tengah kepungan.
Lalu Yu Ming segera terbang meninggalkan pata pengepung di bawah sana.
Dimana mereka sedang kebingungan menemukan kemana Yu Ming pergi.
Saat mereka melihat ke atas dan belakang, mereka menemukan Yu Ming sudah terbang jauh meninggalkan tempat itu.
Yu Ming tidak ingin melukai penduduk asli yang tadi telah bersikap sopan dengan nya.
Yu Ming merasa tiada perlu dia melukai orang orang yang tidak dia kenal ini.
Makanya, Yu Ming memilih terbang meninggalkan tempat itu.
Kepala suku Beruang Merah, yang melihat Yu Ming bisa terbang, dia segera melompat turun dari atas punggung kudanya.
Berlutut dan menyembah kearah Yu Ming sambil berteriak Yu Ming adalah dewa mereka yang datang berkunjung.
Serta Merta seluruh anggota suku beruang merah ikut bersujud menyembah kearah kepergian Yu Ming .
Agar tidak membuat masalah jadi panjang, Yu Ming pura pura tidak tahu dengan sikap penduduk setempat.
Dia lebih memilih mengabaikan mereka dan kembali meneruskan perjalannya dengan ilmu berlari cepat .
Belum lama Yu Ming menyeberangi sungai dan melewati sebuah bukit.
Yu Ming perjalannya kembali di hadang oleh orang berkulit merah dengan bentuk wajah dan penampilan hampir mirip.
Tapi Yu Ming menemukan mereka mengenakan mantel dan topi kepala serigala.
Yu Ming segera menyadari ini kemungkinan adalah suku yang berbeda.
Sebelum terjadi bentrok, Yu Ming sudah terbang tinggi melewati mereka.
__ADS_1
Melepaskan energi Chi Ciu Sen Kung melindungi tubuhnya, dari serangan jarak jauh senjata lawan.