
Yang di tangkap oleh Ping Ru Meng adalah Yu Ming sudah salah tidak bersedia mengaku salah dan meminta maaf dari nya.
Tidak berusaha membujuknya dengan baik, meminta maaf, mengakui kesalahannya, memberikan nya penjelasan yang masuk akal.
Berusaha menyenangkan hatinya, sebaliknya Yu Ming malah berbicara seolah olah dia mahluk paling suci.
Berbalik dirinya lah yang telah bersalah, dia yang harus bertobat.
Tentu saja hal yang menurut Ping Ru Meng sangat sangat tidak masuk akal ini, tidak mungkin dia bisa menerima nya.
Dengan senyum sinis, Ping Ru Meng berkata,
"Simpan ucapan munafik mu yang memuakkan, jangan membuang buang air ludah mu.."
"Bersiap lah..!"
Setelah memberikan bentakan ke Yu Ming, kini Ping Ru Meng melepaskan Tebasan Pedang jurus.
"Kilatan Es Beku..!"
Seberkas cahaya biru melesat membentuk cincin setengah lingkaran dari 8 penjuru menerjang kearah Yu Ming.
Yu Ming tetap diam tidak bergeming di tempat, sambi tersenyum lembut, Yu Ming membiarkan serangan Ping Ru Meng menghantam nya tanpa ampun.
Melihat sikap yang Yu Ming ambil, Ping Ru Meng di dalam hati kecilnya agak sedikit khawatir dan tidak tega bila jurus nya itu membunuh Yu Ming.
Tapi hatinya yang lain memintanya jangan ragu untuk itu.
Yu Ming tidak pantas mendapatkan pengampunan dari nya, lelaki tidak berjantung yang tidak punya kesetiaan dan kejujuran tidak pantas baginya, untuk berbelas kasih pada orang jenis seperti itu.
Tapi bagaimana pun hatinya yang lain membujuknya untuk tidak berbelas kasih pada Yu Ming.
Tapi Ping Ru Meng tetap tidak bisa tidak emas dan mengkhawatirkan keadaan Yu Ming.
Di saat dia hampir bertindak menarik kembali dan membatalkan serangan nya.
Serangan nya sudah lebih dulu mencapai sasaran, tapi lagi lagi serangan cahaya kemilau cincin setengah lingkaran yang datang dari delapan penjuru.
Semuanya hancur pecah berkeping keping, saat bersentuhan dengan perisai pelindung cahaya pelang Yu Ming.
Ping Ru Meng di satu sisi merasa lega, tapi di sisi lain dia juga merasa kecewa dan merasa penasaran.
Sebenarnya sampai di tahap mana tingginya ilmu Yu Ming mantan suaminya itu.
Benarkah Yu Ming yang kini kembali kehadapan nya, dalam bentuk seorang kakek tua berambut putih.
__ADS_1
Demikian sakti sehingga ilmu rahasia dari leluhurnya yang paling hebat, juga tetap bukan tandingan Yu Ming.
Terpancing oleh rasa penasarannya yang besar, Ping Ru Meng kembali melancarkan serangannya.
Jurus ketiga,
"Selaksa Hawa Pedang..!"
Segera tercipta selaksa energi Pedang biru muncul di belakang Ping Ru Meng .
Dengan mengikuti pergerakan jari telunjuk dan tengah Ping Ru Meng yang di tunjukkan kearah Yu Ming.
Segera energi Pedang yang jumlahnya tidak terhitung semuanya datang bagaikan. berondongan peluru senapan mesin, menembaki perisai pelindung cahaya pelangi Yu Ming.
Perisai pelindung cahaya pelangi sendiri tidak bergeming.
Hanya ada sedikit beriak kecil, seperti permukaan air yang lagi tenang, tiba tiba kejatuhan sesuatu yang ringan.
Hal ini terjadi setiap energi Pedang berbenturan dengan kilau cahaya pelangi yang melindungi seluruh area di mana Yu Ming berada.
Sebaliknya energi.pedang Ping Ru Meng , setiap bertemu dengan perisai pelindung Yu Ming.
Energi Pedang akan hancur lebur dengan sendirinya, hingga tidak bersisa.
Melihat keadaan tersebut, Ping Ru Meng sadar serangan ketiganya, juga sama seperti serangan sebelum nya, tidak akan menghasilkan perubahan berarti.
Ping Ru Meng langsung mengerahkan jurus ke 7 nya,
"Hawa pedang es pemusnah tiga alam..!"
Begitu jurus ini siap di kerahkan, tiga energi langit, bumi, dan dunia bawah sana.
Memunculkan energi terus bergerak memasuki tubuh Ping Ru Meng .
Energi yang seperti Mega melayang di udara, semuanya dengan gerakan cepat secara terus menerus merasuki tubuh Ping Ru Meng .
Seluruh tubuh Ping Ru Meng mengalami getaran hebat.
Sebelum pedang di tangan nya dia tebaskan dari atas kebawah.
Sehingga muncul sebuah cahaya biru, berbentuk pedang biru raksasa.
Menghantam kubah perisai Yu Ming secara berulang-ulang, tapi tetap saja, tidak bisa membuat tebasan Pedang besar Ping Ru Meng berhasil menembusnya.
Setiap kali terjadi benturan pedang cahaya biru raksasa selalu bergetar hebat dan tertolak mundur.
__ADS_1
Tapi perisai pelindung cahaya pelangi,. sedikitpun tidak bergeming.
Setelah mengalami puluhan kali hantaman akhirnya pedang cahaya biru sendiri yang mengalami retak-retak, hingga akhirnya hancur pecah berkeping keping.
Sedangkan perisai pelindung yang di pancarkan oleh Yu Ming, terlihat masih tetap utuh.
Sama sekali tidak terpengaruh sedikitpun oleh hantaman keras pedang raksasa cahaya biru yang kini telah hilang tak berbekas.
Melihat kejadian tersebut, di mana lagi lagi serangannya di patahkan oleh Yu Ming.
Tapi Yu Ming tetap selalu tersenyum tenang kearahnya.
Hal ini membuat Ping Ru Meng emosi nya jadi terpancing.
Dia merasa Yu Ming seperti sengaja berbuat begitu untuk mengejek dan meremehkan kemampuan nya.
Emosi Ping Ru Meng yang tak terbendung, membuatnya mengerahkan jurus larangan yang sebenarnya tidak boleh sembarangan di pergunakan.
Tapi karena sikap dan reaksi Yu Ming dari awal hingga akhir, menurut Ping Ru Meng sangat arogan.
Maka dia memutuskan untuk memberikan pelajaran buat Yu Ming.
Untuk itu pedang inti es di tangan nya, Ping Ru Meng tunjukkan ke arah langit.
Seberkas cahaya biru melesat keluar dari ujung pedangnya, melesat keangkasa menembus langit.
Hingga langit terbelah, terbuka sehingga terlihat kerlap kerlip pemandangan gelap gulita, dengan pemandangan benda kecil bercahaya kerlap kerlip yang tidak terhitung jumlahnya menghiasi angkasa raya.
Seberkas cahaya biru dari ujung pedang Ping Ru Meng , kini menembus melewati kegelapan di angkasa raya.
Cahaya biru melesat menuju salah satu benda berkelap kelip diangkasa sana.
Cahaya biru menggapai salah satu benda bercahaya tersebut.
Meledakkan benda kecil itu, menyerap habis kekuatan cahaya benda yang di ledakan.
Lalu cahaya biru setelah menyerap kekuatan dari serpihan benda bercahaya diangkasa, yang baru saja di ledakan.
Kini seluruh kekuatan yang terserap bergerak kembali lagi, menuju Ping Ru Meng dan pedang nya berada.
Cahaya biru melesat masuk lewat ujung pedang, menyatu dengan Ping Ru Meng .
Seluruh tubuh Ping Ru Meng bergetar hebat, hingga akhirnya dia melepaskan kekuatan tersebut lewat Tebasan Pedang di tangan nya.
Begitu serangan di lepaskan, segera terlihat seberkas cahaya biru, berbentuk bola cahaya biru berkilauan melesat mengejar kearah Yu Ming.
__ADS_1
Hingga terjadi benturan keras yang menimbulkan efek suara dan situasi ledakan seperti bom nuklir di ledakan.
Sekali ini Ping Ru Meng di buat terpental mundur oleh daya ledak benturan serangannya dengan perisai pelindung Yu Ming.