
Yu Ming masih sambil membelai kepala Siao Li , untuk menutupi gejolak perasaan dan pikiran nya, agar tidak terlena dan mabuk oleh kecantikan dan wangi dari Ji Lian Hua yang sangat memikat.
Yu Ming mencoba mengambil dengan tangan lainnya, untuk mengamati ukiran halus di permukaan papan itu.
Beberapa saat mengamati Yu Ming berkata,
"Ini sebuah peta, peta ini menunjukkan lokasi tertentu yang terletak di tengah lautan yang di kelilingi oleh gugusan pulau berbentuk memanjang ini.."
"Nama tempat nya sendiri tidak ada penjelasannya."
"Tanpa nama tempat dan lokasi petunjuk yang lebih konkrit."
"Peta ini tidak bisa di gunakan.."
"Kita juga tidak di beri petunjuk beda apa yang di simpan di titik ini.."
Ucap Yu Ming mengemukakan jalan pemikirannya.
Ji Lian Hua menatap kearah kedua benda sisanya dan berkata, "Apa ada kemungkinan berhubungan dengan kedua benda ini,?"
"Di mana kedua benda ini adalah kunci letak rahasia selanjutnya dari peta ini..?"
Yu Ming ikut memperhatikan kedua benda diatas meja itu, tapi setelah beberapa waktu berlalu.
Tidak juga berhasil mereka berdua pecahkan rahasia lanjutan dari peta kecil yang mereka temukan.
Yu Ming pun akhirnya berkata,
"Hua er kamu istirahatlah, biarlah benda benda ini aku membawanya ke kamar ku, untuk di teliti.."
Ji Lian Hua mengangguk dan berkata, dengan nada penuh sesal,
"Maaf Yu Ming ke ke, aku terlalu bodoh, sehingga tidak bisa membantu mu mengatasi kesulitan.."
Yu Ming tersenyum lembut dan berkata,
"Tidak Hua Er kamu jangan berpikir sembarangan.."
"Tidak ada hal seperti itu, kehadiran mu sangat berarti dalam perjalanan ini.."
"Bila tidak ada kamu di sisi ku, aku .."
"Ahh sudahlah pokoknya, jangan pernah kamu berpikir seperti itu, itu tidak benar.."
Ucap Yu Ming sambil menatap kearah Ji Lian Hua dengan serius.
__ADS_1
Ji Lian Hua wajah'bersemu merah, dia mengangguk pelan dengan kepala tertunduk sambil tersenyum bahagia.
Dia bisa menebak sendiri apa lanjutan ucapan Yu Ming, yang tidak dia teruskan.
Dia tahu Yu Ming merasa canggung untuk meneruskan perkataannya, makanya dia menghentikan nya di sana.
Sesaat setelah Yu Ming meninggalkan kamarnya, pintu kamar pun sudah Yu Ming tutup kembali.
Ji Lian Hua segera meraih Siao Li memeluknya, mengajak hewan kecil itu tertawa gembira, sambil berguling guling di atas pembaringan.
Ji Lian Hua terus berbicara sendiri mencurahkan perasaannya ke Siao Li yang selalu menjadi pendengar setianya.
Hingga akhirnya Ji Lian Hua karena ngantuk dia tertidur di sana bersama Siao Li yang meringkuk manis di dalam pelukannya.
Di tempat lain, Yu Ming saat berjalan keluar dari dalam kamar, dia terlihat memukul mukul kepalanya sendiri, dan menampar mulutnya sendiri.
Yu Ming terlihat sepanjang jalan menuju kamarnya, dia terus mengomel panjang pendek mengomeli dirinya sendiri.
Baru setelah kembali kedalam kamar nya sendiri, duduk di tepi jendela menghadapi meja di hadapannya yang tergeletak 4 benda disana.
Yu Ming duduk diam mengamati satu persatu keempat benda itu.
Benda pertama adalah kotak kayu kuno, yang bagian pantatnya kini telah terbuka.
Benda kedua adalah papan kayu kecil yang ada ukiran gambar peta lokasi suatu misteri tersimpan di tengah lautan.
Benda keempat adalah batu bulat seperti kelereng ukuran besar.
Empat benda ini, terutama benda ke tiga dan kempat, mereka yang menjadi fokus Yu Ming melakukan pengamatan secara teliti dan tenang.
Yu Ming akhirnya mengulurkan tangannya mengambil lempengan besi tua di hadapannya.
Yu Ming setelah mengambil lempengan besi tua itu, dia mengamati cukup lama lempengan besi itu.
Yu Ming setelah beberapa waktu mengamati, dia mencoba menyentil lempengan besi tua itu.
Mengamati dan mendengarkan bunyi suara lempengan itu saat di sentil.
Selain itu Yu Ming juga coba mengetuk ngetukkan lempengan besi itu keatas meja.
Bahkan coba di adu dengan pedang Xuan Yuan, tapi tetap saja Yu Ming belum berhasil menemukan sesuatu yang unik dan berbeda dari lempengan besi tua itu.
Yu Ming terus mengamatinya dengan penuh penasaran, Yu Ming akhirnya iseng iseng menggunakan hawa api surgawi membakar lempengan besi tua itu.
Begitu terbakar oleh api surgawi, besi itu perlahan-lahan berubah menjadi merah membara.
__ADS_1
Perlahan lahan besi tua yang membara itu meleleh, Yu Ming menemukan ada benda berkilauan di balik lapisan besi tua .
Yu Ming semakin menambah hawa panasnya, segera besi yang melapisi benda berkilauan di dalam sana terus meleleh.
Lumer lepas dari benda aslinya ternyata adalah sebuah lempengan batu 4 persegi pipih dan tipis transparan bentuknya.
Setelah besi yang melapisinya sepenuhnya lepas, Yu Ming segera membawa potongan batu persegi empat itu untuk di amati dari jarak dekat.
Sesaat kemudian dengan penuh penasaran, Yu Ming yang melihat potongan lempengan batu itu besarnya hampir sama dengan papan kayu ukiran peta.
Yu Ming membawa batu tipis itu untuk menjadi pelapis bagian atas ukiran peta yang tertera di papan kayu tipis.
Segera begitu di satukan, kini muncul tulisan deretan pulau diatas gugusan pulau ada tulisan huruf Peng Lai.
Lalu gambar gunung di tengah tengah gugusan pulau terbesar adalah tulisan gunung Fu Ji.
Sedangkan lautan yang menjadi tempat misteri ada tulisan kecil 15 Li jaraknya dari Gunung Fu Ji.
Arah matahari dan bulan juga ada panah merah dari titik lokasi.
Juga ada tulisan Tung Nan Si Pei, di setiap pojok atas gambar peta, yang artinya adalah timur selatan barat Utara.
Menggambarkan 4 arah mata angin dengan sangat jelas
Dengan petunjuk tersebut kini jelas lah semua nya.
Yu Ming kini benar benar menemukan sebuah peta yang sangat jelas arah petunjuk nya.
Kini hanya tersisa satu rahasia, apa fungsi dari batu hitam bulat tersebut.
Hal itu yang Yu Ming belum bisa pecahkan rahasia nya.
Satu hal yang sangat kebetulan adalah tempat yang di tunjukkan di dalam peta.
Adalah tempat yang sama, yang ingin Yu Ming temukan untuk membantu melepaskan saudara saudara roh gaib hitam yang terkurung di tempat itu.
Perjalanan berjalan cukup lancar hingga akhirnya Yu Ming dan kapalnya, mulai mendekati kota pelabuhan terakhir, yang menjadi kota pelabuhan terluar yang berbatasan langsung dengan laut timur.
Kota pelabuhan itu bernama kota pelabuhan Wan.
Kota pelabuhan Wan tidak begitu ramai, karena kota ini terletak di sebuah pulau terpisah dari daratan tengah .
Di kota ini mata pencaharian utama penduduk nya adalah nelayan pencari ikan.
Pertanian dan perkebunan hanya untuk memenuhi kebutuhan penduduk setempat saja .
__ADS_1
Pusat perdagangan di kota ini hampir tidak ada.
Hasil tangkapan ikan mereka akan di bawa ke kota pelabuhan Thian, yang menjadi penghubung kota Wan dengan daratan tengah.