PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
MENJADI BUNGKUK


__ADS_3

Andaikan dia mau mampir bertanya, tentu dia akan mendapatkan kenyataan.


Ternyata yang sedang melakukan upacara sembahyang itu adalah rakyat kota Shoucun, yang di pimpin oleh Jendral Xiang, Jendral Zhuo dan Jendral Meng.


Mereka sedang melakukan upacara sembahyang, untuk ketenangan arwah Yu Ming, yang mereka anggap telah meninggal di tempat tersebut demi memperjuangkan kesejahteraan mereka semua.


Mereka yang sedang sembahyang, tidak akan ada yang pernah menyangka, bahwa orang yang sedang mereka sembahyangi.


Ternyata kini sedang di tawan dalam kerangkeng bekas babi, yang di tempatkan di dalam kereta yang di tarik oleh dua ekor kuda.


Penduduk tidak ada yang menyadarinya, tapi tidak dengan Siao Li yang ikut di tepi sungai, menanti kepulangan tuannya.


Siao Li yang memiliki penciuman tajam, dia segera menyadari tuan nya ada di dalam kereta tersebut.


Tapi karena dia tidak bisa berbicara, jadi dia tidak bisa memberitahu hal ini ke yang lain.


Siao Li hanya bisa diam diam berlari meninggalkan tempat tersebut, kemudian dia mengikuti secara diam diam kemanapun kereta itu pergi.


Saat ada kesempatan, Siao Li pun langsung melompat masuk kedalam kereta tersebut.


Begitu melihat tuannya terbaring dalam keadaan tidak bisa bergerak.


Siao Li dengan khawatir langsung menghampiri Yu Ming , untuk memastikan keadaan Yu Ming .


Untuk itu Siao Li ikut menyusup kedalam kerangkeng yang mengurung Yu Ming .


Setelah masuk kedalam kerangkeng, Siao Li segera menjilati semua bagian tubuh Yu Ming yang terluka hingga sembuh.


Tapi Siao Li hanya bisa mengobati luka luar, sedangkan luka dalam seperti patah tulang dia tidak bisa membantu.


Yu Ming sangat kaget, saat melihat Siao Li hadir di sisinya, sedang menatapnya dengan sepasang mata nya yang lugu.


Yu Ming buru buru berbisik pelan,


"Siao Li,.. kamu tidak boleh di sini.."


"Segeralah tinggalkan tempat ini..di sini berbahaya.."


Siao Li menatap kearah Yu Ming dengan ragu,


Dia sama sekali tidak berani beranjak dari sana.


Melihat keraguan di mata sahabat setianya, Yu Ming kembali berkata dengan lebih tegas.


"Siao Li dengarkan aku, jangan ragu.."


"Cepat pergilah, di sini berbahaya.."


"Mereka tidak akan segan segan melukai mu, bahkan membunuh mu..."


"Cepatlah pergi, mumpung masih ada waktu ."


Siao Li menatap kearah Yu Ming dengan tatapan mata sendu, kemudian mahluk itu menggelengkan kepalanya.


Dia malah memilih menyusup di dekat tubuh Yu Ming , dari sepasang mata nya yang polos terlihat ada air bening yang jatuh menetes.

__ADS_1


"Aiss kamu kenapa ? kok malah meringkuk di sini..?"


"Cepat pergilah, tiada waktu lagi..cepat.."


Desis Yu Ming cemas.


Tiba-tiba tirai jendela terbuka, salah satu dari 6 gadis Thian Cien Pai, yang di tugaskan mengawasi Yu Ming.


Mendadak muncul di sana, begitu melihat kehadiran Siao Li di samping Yu Ming .


Dia langsung berteriak,


"Guru lihat ada rubah ekor sembilan, muncul di dalam kereta.!"


Melihat kedatangan gadis itu, dan mendengar suara teriakan nya.


Yu Ming seketika lemas.


Kini semua sudah terlambat, Siao Li jangan harap bisa melarikan diri lagi pikir Yu Ming dalam hati.


Yu Ming terlihat sangat cemas, dia kini benar-benar khawatir akan nasib temannya, bila ikut terjatuh ketangan orang orang Thian Cien Pai yang sangat membencinya.


Sesaat kemudian Thian Cien Sen Ni sendiri sudah hadir di sana, dia segera berkata,


"Bawa keluar rubah itu, dia harus di kurung secara terpisah.."


'Jangan biarkan mereka bersama sama.."


"Baik guru,"


Tapi baru saja dia mengulurkan tangannya kedalam kerangkeng, ingin menangkap rubah ekor sembilan.


"Grrrrr..!"


"Aih.."


Gadis itu sangat kaget, tangan nya mengalami luka gores dan gigitan rubah ekor sembilan, sehingga berdarah cukup banyak.


Dia buru-buru mundur menjauh dan berkata,


"Guru binatang itu liar dan ganas, sebaiknya di bunuh saja.."


Wajah Yu Ming seketika pias mendengar ucapan gadis itu.


Tapi Yu Ming tidak bisa berkata-kata.


Dia tahu persis, memohon ampun pada mereka, pasti akan percuma.


Bila mereka melihat dia sangat perduli dengan Siao Li.


Itu justru akan semakin, membuat mereka antusias, untuk membalasnya dengan menyiksa Siao Li.


Saat ini Yu Ming menjadi bingung, dia benar benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan, untuk menyelamatkan sahabatnya.


Maju salah, mundur salah, selagi dia sedang bingung. Sebuah totokkan jarak jauh yang di lepaskan oleh Thian Cien Sen Ni .

__ADS_1


Segera membuat sahabat Yu Ming lumpuh, tidak bisa bergerak lagi.


Thian Cien Sen Ni segera berkata,


"Tangkap bawa keluar ikat keempat kakinya dan mulutnya erat erat.."


"Nanti baru buatkan kerangkeng kecil khusus untuk nya.."


"Siap guru.."


Jawab ke 7 murid Thian Cien Pai cepat.


Murid Thian Cien Sen Ni yang terluka tangan nya tadi setelah di obati oleh rekannya.


Dia segera turun tangan menyeret Siao Li keluar dari dalam kerangkeng dengan cara sangat kasar.


Lalu dengan kejam tanpa belas kasihan, di banting nya Siao Li.


"Ngekkk..!"


Siao Li langsung pingsan oleh bantingan keras itu .


Lalu dengan sadis kepala Siao Li dia injak dengan kuat.


Lalu dia mulai mengikat kedua kaki depan Siao Li menjadi satu, baru menyusul kedua kaki belakang nya juga di ikat jadi satu.


Mulut Siao Li juga dia ikat, lalu hasil ikatannya dia simpulkan jadi satu semua.


Sehingga tubuh kecil Siao Li yang tak berdaya. Kini terikat jadi satu simpul, lalu di gantung di langit langit kereta.


Yu Ming hanya bisa menghela nafas sedih, melihat'teman baiknya di perlakukan sedemikian rupa, oleh orang orang Thian Cien Pai, yang seperti tidak punya hati itu.


Yu Ming memilih tetap diam, tidak mau banyak bicara, agar Siao Li tidak mengalami siksaan yang lebih parah lagi.


Setelah membereskan Siao Li, yang kini terlihat tergantung di udara dalam posisi terbalik.


Mereka segera meninggalkan kereta, lalu perjalanan kembali di lanjutkan.


Sepanjang perjalanan, baik Yu Ming maupun Siao Li, mereka jarang di beri makan, kalaupun di beri makan.


Mereka hanya di berikan makanan sisa.


Untungnya Ji Lian Hua diam diam selalu memberikan pil teratai salju secara diam diam ke Yu Ming dan Siao Li.


Nyawa kedua nya baru bisa di pertahankan.


Dengan bantuan pil teratai salju itu, perlahan lahan tulang patah Yu Ming, mulai tersambung dengan sendirinya.


Saat tiba di Thian Cien Pai luka tulang patah Yu Ming akhirnya sembuh dengan sendirinya.


Yu Ming sudah mulai bisa bergerak dan berjalan sendiri, tidak lagi mengalami kesakitan dan kelumpuhan lagi.


Tapi akibat tidak di rawat dengan baik, kesembuhan Yu Ming membuat dirinya yang dulu tinggi tegap dan gagah.


Kini dia terlihat bungkuk dengan tulang punggung menonjol keluar.

__ADS_1


__ADS_2