PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Pertarungan tingkat tinggi


__ADS_3

Tapi saat melihat tatapan mata kakek Sun, Yu Ming tidak sampai menolak harapan terakhir orang tua itu .


Dia sudah menolaknya sekali, Yu Ming tidak sampai hati menolaknya untuk kedua kali


Yu Ming berukir hitung hitung untuk membayar sikap dan keputusan nya semalam.


Sebelum kakek Sun kehabisan kesabaran Yu Ming pun berkata,


"Baiklah kek,.. tapi lokasi aku yang tentukan.."


"Kita ketengah laut sana saja, di sana lebih baik.."


"Di sana lebih tenang juga lebih aman, bagi semua mahluk hidup, yang tidak mengerti urusan dan tidak berhubungan dengan pertarungan kita.."


"Bagaimana kek..?"


Kakek Sun sambil tersenyum lebar berkata,


"Setuju, itu ide yang bagus ."


"Silahkan.."


Yu Ming segera melesat terbang menuju ketengah lautan.


Sedangkan kakek Sun sambil tersenyum berkata,


"Maaf aku pinjam pedang kalian untuk aku gunakan sejenak.."


"Pedang datanglah ..!"


Seketika semua pedang milik siapa pun di kota Hang Zhou.


Langsung terbang sendiri ke langit.


Pedang pedang itu ada yang sedang di pegang untuk berlatih, tapi pedangnya tiba tiba memberontak sendiri dari pegangan tangan mereka.


Selain pedang yang di pegang di tangan, juga ada pedang yang tergantung di pinggang, di gendong di punggung.


Bahkan yang sedang di jual di dalam etalase kaca, di dalam gudang pusaka, atau dimanapun mereka berada.


Pedang pedang itu secara teratur semua melesat kearah dermaga, seolah olah ada tuan mereka yang memanggil mereka semua datang menghadap.


Tanpa memperdulikan kebingungan seluruh penduduk kota Hang Zhou dan sekitarnya.


Pedang pedang itu semuanya tetap melesat keangkasa, sebelum semuanya kemudian bergerak menuju dermaga, di mana kakek Sun yang memanggil mereka, sedang berdiri santai menunggu mereka di sana.


Begitu pedang pedang yang tidak terhitung jumlahnya itu tiba, bagaikan kawanan serangga atau lebah yang memenuhi angkasa.


Sehingga matahari yang terhalau oleh bayangan pedang pedang itu, cahayanya di bawah sana menjadi sedikit redup.

__ADS_1


Kakek Sun tidak ambil pusing dengan fenomena aneh tapi ajaib, yang membuat semua orang menatap bingung keangkasa.


Kakek Sun dengan posisi menggendong tangan di punggung.


Dia bergerak seperti orang sedang menaiki undakan tangga, dan yang menjadi undakan tangga nya adalah kumpulan pedang pedang.


Di mana kumpulan pedang itu seolah olah sehati dan sepikiran dengan kakek Sun.


Mereka seolah olah punya akal pikiran dan perasaan yang menjadi media untuk saling berkomunikasi dengan kakek Sun.


Kakek Sun setelah tiba di undakan tangga pedang paling atas.


Pedang di bawah sana langsung hilang dan bergabung dengan pedang yang menjadi alas kaki nya diatas sana.


Semua pedang yang bertugas menjadi batu injakan bagi kakek Sun untuk mencapai batas puncak, kini semuanya berderet rapi.


Sebagian menjadi alas kaki terbang membawa kakek Sun menuju tengah laut, menyusul Yu Ming, yang sudah menunggu di tengah laut sana.


Sebagian lagi mengikutinya dari belakang seperti barisan pasukan pedang yang berbaris rapi, sedang terbang menuju tengah laut, mengikuti komandan tempur mereka yang berada di garis terdepan sana.


Yu Ming sendiri di tengah laut sana juga melayang di udara, berdiri diatas sebuah pilar besar yang terbentuk dari air laut yang naik keatas, menjadi alas kaki tempat Yu Ming berdiri.


Baik Yu Ming maupun kakek Sun mereka sama sama menunjukkan tingkatan kemampuan mereka yang tidak lumrah manusia biasa mampu melakukan nya.


Yu Ming yang melihat cara kedatangan kakek Sun, diam diam Yu Ming kagum dengan kemampuan kakek itu yang bukan hisapan jempol belaka.


Bila seperti yang terlihat saat ini, gosip dari buku itu jelas tidak palsu.


Kakek Sun memang layak menyandang gelar itu, dari semua musuh di dunia persilatan, kecuali penunggu yang menjaga peti mati Giok hitam.


Kakek Sun boleh terhitung yang paling luar biasa, bahkan Che Lung dari Mo Kui San juga tidak bisa di perbandingkan dengan nya.


"Kakek alam Dewa Pedang Abadi, memang pantas kakek Sun sandang..!


"Silahkan kita mulai saja kek..!"


Ucap Yu Ming dengan pengarahan tenaga Chi.


Sehingga suaranya terdengar jelas memenuhi angkasa.


Mampu mengalahkan suara dengungan pedang yang mengikuti kakek Sun.


Selain itu juga bisa mengatasi suara berisik air laut yang naik keatas bagaikan pilar air mancur raksasa yang naik keatas menjadi alas kaki Yu Ming .


Kakek Sun sambil tertawa senang, yang suaranya tidak kalah keras dari Yu Ming .


Dia kemudian berkata,


"Baiklah harap jangan di tertawakan, bila pertunjukan ku ini kurang sempurna..!"

__ADS_1


Selesai berkata pasukan pedang terbang segera bergerak terbang membelah udara, melesat cepat.


Menerjang ganas kearah Yu Ming .


Yu Ming yang melihat rombongan pedang datang mengejar kearahnya.


Yu Ming menarik air laut, naik keatas.


Air laut di bawah sana segera membentuk pusaran pilar raksasa naik keatas menjadi penghalau.


Datangnya serangan barisan pedang kakek Sun .


Barisan pedang yang menabrak pilar pusaran air, segera terhisap, lalu tergulung kedalam pusaran pilar air.


Melihat serangan pertamanya berhasil Yu Ming lumpuhkan dengan pilar air.


Kakek Sun melanjutkan dengan serangan kedua di mana sepasang jari tengah dan telunjuknya di tunjukkan kedepan.


Merasa tidak cukup hanya dengan sepasang jari kanan, kakek Sun melanjutkan dengan menambahkan tangan kirinya, ikutan menunjuk kearah Yu Ming .


Segera pedang berdesingan berputaran seperti mata bor memecah udara.


Menerjang kearah pilar air yang Yu Ming bentuk sebagai pertahanan nya .


Kakek Sun yang merasa belum cukup kuat untuk menembus pertahanan Yu Ming .


Setelah semua pedang yang mengiringinya telah meluncur kedepan semuanya.


Hanya sisa satu pedang sebagai alas kakinya.


Kakek Sun segera memanggil kembali pedang pedang nya yang tenggelam di dalam pusaran ataupun tenggelam ke dasar laut.


Untuk kembali naik keatas permukaan laut, kemudian naik ke udara.


Membentuk barisan baru, lalu melesat menerjang kedepan, sekali lagi menjadi serangan gelombang susulan yang bergerak seperti mata bor, mencoba menembus pusaran pilar air raksasa.


Serangan kedua dan ketiga kakek Sun berhasil menembus pilar air pelindung Yu Ming


Kini pedang pedang itu sedang meluncur cepat bagaikan kawanan pasukan lebah menerjang kearah Yu Ming .


Bunyi pedang yang berputar berisik seperti mata bor, segera memenuhi angkasa.


Yu Ming menyambut serangan itu dengan terbang mundur, lalu dia mengangkat naik air laut keatas.


Berubah menjadi tembok penghalang raksasa yang menghadang, sekaligus menggulung semua serangan pedang itu.


Lalu dia bawa tenggelam kedasar laut, mengikuti deburan ombak raksasa yang menyapu habis apapun yang ada di hadapannya.


Lagi lagi serangan kakek Sun gagal, barisan laksaan pedangnya, semuanya di gulung oleh ombak laut, di seret kedasar hingga tidak bersisa.

__ADS_1


__ADS_2