PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
KONDISI XIONG YI


__ADS_3

Akibat nya perjalanan Yu Ming kedalam kota sedikit tertahan di sana, oleh penduduk yang penasaran.


Bagaimana pangeran kebanggaan mereka ini yang lagi lagi di kabarkan sudah tewas melawan buaya putih di sungai Han.


Kini bisa kembali dalam keadaan baik-baik saja, ini benar benar adalah suatu keajaiban.


Akibat sedikit tertahan di sana, saat Yu Ming memasuki pintu gerbang, ternyata Xiong Ai, dan ibunya Siao Cui sudah datang menyambut kedatangan nya.


Melihat yang datang menjemputnya cuma ibunya dan adik nya saja, serta seorang wanita muda lainnya yang ikut di samping adiknya.


Yu Ming di dalam hati sedikit bertanya tanya di mana ayah'nya, mengapa tidak terlihat diantara mereka.


Tapi meski hatinya bertanya tanya dan penasaran, tapi Yu Ming mengesampingkan nya.


Dia langsung menurunkan anak di dalam gendongannya, untuk di kembalikan ke ayah si anak.


Setelah itu, Yu Ming segera maju kedepan pergi bersujud didepan Siao Cui ibunya.


Siao Cui sendiri dengan wajah basah airmata dan senyum penuh haru.


Dia segera maju membantu Yu Ming untuk bangkit berdiri, lalu dia dengan penuh kasih sayang memeriksa Yu Ming dari atas hingga kebawah.


Memastikan bahwa putranya itu baik baik saja, setelah yakin dia baru maju memeluk Yu Ming erat erat dan berkata,


"Pulang sudah bagus, bisa pulang adalah yang terbaik.."


"Ibu tidak pernah berharap lain, ibu hanya berharap ini saja.."


"Ming Er..ibu sungguh merindukanmu.."


"Ibu..!"


Balas Yu Ming tanpa banyak berkata kata, hanya membalas memeluk ibunya dengan erat, dengan sepasang mata basah karena haru.


Setelah beberapa waktu berlalu, Yu Ming pun berkata,


"Ibu,.. ayah dimana ?"


"Mengapa aku tidak melihat ayah..?"


Siao Cui menghela nafas sedih lalu berkata,


"Ayah mu akhir akhir ini, kesehatannya kurang bagus.."


"Luka lamanya dulu kambuh, sehingga dia tidak praktis untuk datang kemari menemui mu.."


"Tapi dia sangat gembira dan bersemangat, saat mendengar kabar kamu sudah kembali dengan selamat.."


"Mari kita ke istana sekarang untuk menemui ayah mu.."


"Agar dia tidak menunggu lama.."

__ADS_1


Yu Ming mengangguk cepat, lalu dia segera menyertai ibunya naik keatas kereta bergerak menuju istana.


Sedangkan adiknya Xiong Ai dia bersama istrinya, mereka menggunakan kereta lainnya menyusul di belakang.


"Suamiku kamu selalu memuji kakak mu, begitu pula ayah ibu mu, mereka juga terlihat begitu menyayanginya.."


"Bahkan sepertinya lebih dari mu, aku jadi khawatir setelah ayah terjadi sesuatu.."


"Kita berdua akan terusir dari istana..."


"Lihat saja sikapnya tadi terhadap penduduk dia begitu ramah, pintar mencari popularitas.."


"Terhadap ibu mu juga, dia begitu pintar mencari muka dan perhatian.."


"Hanya terhadap kita yang dia anggap seperti tidak ada, dia anggap seperti angin.."


"Bahkan menyapa pun tidak, aku lihat sih dia tidak sebaik yang kamu ceritakan..."


"Semua hanya sandiwara yang sengaja di tunjukkan untuk orang lain melihatnya.."


"Dasar munafik.."


Ucap istri Xiong Ai kurang puas.


Xiong Ai menghela nafas panjang dan berkata,


"Mungkin kamu salah, tapi mungkin saja kamu benar.."


"Kita lihat keadaan nanti sajalah, semoga saja dugaan mu salah.."


"Bila tidak, tentu akan sangat merepotkan.."


Ucap Xiong Ai sambil menghela nafas panjang.


Istri Xiong Ai segera menggeser posisi duduknya mendekat ke suami nya, dan berkata,


"Takut apa, di belakang mu ada ayah ku yang mendukung mu.."


"Bila dia berani macam macam, ayah ku tentu akan membantu mu.."


Xiong Ai tersenyum kecut, tapi dia tidak berkomentar apapun, memilih diam saja menikmati perjalanan dengan pikiran masing masing.


Istri Xiong Ai yang baru di nikahi nya ini, bernama Fu Ying, dia bukan orang sembarangan.


Latar belakang keluarganya cukup kuat, dia adalah putri kesayangan Adipati He Lu dari Wu.


Adipati He Lu yang punya banyak wilayah sebagian di selatan, sebagian di timur, banyak berbatasan langsung dengan wilayah adipati Xiong Yi dari Chu.


Untuk memperkuat tali persaudaraan dan hubungan politik, agar tidak saling mencurigai dan berbenturan.


Maka Adipati He Lu dari Wu menawarkan putri kesayangannya, Fu Ying, untuk di nikahkan dengan Xiong Ai, putra Adipati Xiong Yi.

__ADS_1


Gayung bersambut, Xiong Yi menerimanya dengan senang hati, maka jadilah kini, Fu Ying sebagai istri nya Xiong Ai.


Fu Ying yang sangat cantik parasnya, dengan mudah, dia berhasil membuat Xiong Ai bertekuk lutut di bawahnya.


Tadinya dia berharap suaminya akan menjadi penerus, setelah Xiong Yi yang mulai sakit sakitan .


Sehingga dia punya peluang untuk menjadi penguasa kota Dan Yang dan wilayah selatan sekitarnya.


Tapi dengan kepulangan Yu Ming, keseluruhan rencananya untuk menguasai Chu, menjadi tamat."


Makanya dia sangat tidak suka, saat mendengar Yu Ming kembali ke Dan Yang.


Dia langsung menunjukkan rasa antipati nya terhadap Yu Ming .


Tapi meski dia sangat tidak menyukai Yu Ming, dia tidak berani menunjukkan secara berterang.


Dia hanya menunjukkan nya di dalam hati, dan di belakang Yu Ming saja.


Karena dia sadar posisi diri nya yang menikah masuk kedalam keluarga orang sangat lemah.


Dia tidak mungkin menang, bila harus bertengkar secara langsung.


Karena dia tahu Yu Ming mendapatkan dukungan penuh dari ayah ibu mertuanya, juga dari seluruh penduduk Chu.


Reputasi Yu Ming terlalu kuat, bila dia harus berkonfrontasi secara vulgar.


Jadi cara terbaik adalah mengadu domba kedua kakak beradik itu, agar bertengkar sendiri.


Di kereta lainnya di depan sana,Yu Ming terlihat sedang asyik menceritakan pertualangan nya selama ini ke ibunya.


Tanpa terasa saat cerita usai, Yu Ming, ibu nya dan rombongan lainnya di belakang sana.


Mereka semua akhirnya tiba juga, di tempat kediaman, Adipati Xiong Yi yang megah dan mewah bangunan gedung Istana nya.


Setelah tiba didepan halaman istana, kereta kuda pun hanya bisa sampai di sana saja.


Selanjutnya, Siao Cui segera memimpin jalan di depan sana, bersama Yu Ming memasuki istana dengan berjalan kaki.


Sedangkan Xiong Ai dan Fu Ying menyusul di belakang mereka.


Fu Ying diam diam menggerutu di dalam hati, merasa dirinya tidak di hargai oleh Yu Ming .


Padahal semua ini, terjadi secara tidak sengaja hanya salah tafsir saja.


Yu Ming dan Siao Cui, terlalu khawatir dengan keadaan Xiong Yi.


Sehingga mereka sejenak melupakan, keberadaan Xiong Ai dan istri nya, putri manja Fu Ying.


Saat Yu Ming diajak memasuki sebuah kamar mewah yang luas, dia akhirnya bisa melihat seorang pria yang terlihat agak tua letih dan lemah.


Seluruh rambutnya sudah memutih semua, wajahnya pucat. Dia duduk di tepi ranjang, sambil tersenyum lembut.

__ADS_1


Menatap kearah Yu Ming dengan tatapan mata bahagia dan penuh haru.


__ADS_2