
Pembicaraan di jeda oleh pelayan yang datang mengantar pesanan mie polos daun bawang Yu Ming .
Melihat pesanan nya sudah datang, Yu Ming pun berkata,
"Hua er ayo kita makan, setelah ini kamu masih banyak urusan yang harus di kerjakan.."
Selesai berkata, Yu Ming pun mulai makan dengan cepat.
Ji Lian Hua sambil tersenyum, dia mengangguk pelan.
Kemudian mengikuti Yu Ming makan.
Meski mie nya sendiri sudah agak dingin dan mengembang, sudah kurang enak lagi.
Tapi Ji Lian Hua menikmatinya tanpa mengeluh.
Dia memang tidak cerewet soal makan.
Karena dia tidak di besarkan di istana, melainkan di besarkan di perguruan pedang langit.
Ji Lian Hua makan beberapa suap, lalu berkata,
"Yu Ming ke ke sendiri bagaimana, ? mau ikut bersama pasukan besar ku atau berangkat duluan. ?"
Sambil makan Yu Ming kembali berkata,
"Aku melanjutkan perjalanan ku secara terpisah saja.."
"Agar lebih cepat sampai di Tian Jin.."
"Nanti bila aku sampai duluan di Tian Jin, aku akan melihat situasi di sana..."
"Bila gubernur Yu Long membutuhkan bantuan, aku pasti akan membantunya.."
"Aku akan menunggu mu di Tian Jin, setelah masalah Huo Shu dan suku bar bar Beidi selesai.."
"Aku baru melanjutkan perjalanan ke laut timur.."
Yang Ni yang sudah selesai makan, dia menatap kearah Yu Ming dan Ji Lian Hua secara bergantian.
Lalu dia berkata pelan,
"Yu Ming ke ke aku sebenarnya malas pulang ke desa Nelayan Ping An.."
"Bagaimana bila aku ikut membantu misi mu, aku mahir melaut dan banyak kenal pulau pulau di laut timur."
"Selain itu aku juga kenal team yang bisa menjadi kru kapal layar kita untuk membantu kita
melaut. "
Yu Ming menghentikan makannya, dia menatap kearah Yang Ni untuk melihat keseriusannya.
Begitu melihat keseriusan gadis itu, Yu Ming pun berkata,
"Kamu serius ? kamu tidak rindu dengan kedua orang tua mu ?"
"Atau tunangan mu, barangkali..?"
"Bukan kah seharusnya kamu membereskan dulu urusan mu dengan orang tua dan tunangan mu.."
"Bila tidak aku bisa kena tuduhan menculik anak gadis orang.."
__ADS_1
Ucap Yu Ming setengah serius setengah bercanda.
Yang Ni menanggapinya dengan mencemberutkan bibirnya dan berkata,
"Itu kakak tak perlu khawatir, itu tidak akan terjadi.."
Sesaat kemudian dia melirik kearah Ji Lian Hua, lalu kembali melihat kearah Yu Ming sambil menahan senyum dia berkata,
"Aku katakan ke kakak, aku tidak akan pernah merindukan tunangan itu.."
"Karena aku kini sudah punya suami,.."
Ucapan Yang Ni segera membuat Yu Ming tersedak dan batuk batuk.
Ji Lian Hua buru buru menepuk dan mengurut punggung Yu Ming,
"Yu Ming ke ke, ini minumnya, kamu tidak apa-apa..?"
Yu Ming segera minum dan menggelengkan kepalanya.
"Makanya makan makan aja, jangan banyak bicara.."
"Hal lain selesai makan baru di bahas juga belum terlambat.."
Ucap Ji Lian Hua sambil membantu mengurut punggung Yu Ming sambil menegurnya.
Yu Ming mengangguk, sambil tersenyum canggung.
Dia buru buru menyelesaikan makan nya.
Tidak berani melanjutkan topik pembahasan nya, karena bila Yang Ni keceplosan tentang hubungan pernikahan sembahyang langit bumi mereka, yang di lakukan beberapa waktu yang lalu
Ji Lian Hua mungkin akan salah paham dengan hubungan nya dan Yang Ni yang rumit dan sulit di jelaskan dalam satu atau dua patah kata .
Setelah selesai makan, Yu Ming segera berkata,
"Kalau begitu kita berpisah di sini saja Hua er, sampai berjumpa lagi di Tian Jin.."
Ji Lian Hua mengangguk dan berkata,
"Baiklah hati hati di jalan .."
"Tagihan di sini, tinggalkan saja, nanti aku sekalian mengurus nya ."
Ucap Ji Lian Hua cepat.
Saat dia melihat Yu Ming mau meraih kantongnya.
Yu Ming tersenyum canggung dan berkata,
"Baiklah kalau begitu kami tidak akan menolaknya.."
"Terimakasih banyak Hua er.."
Ji Lian Hua tersenyum lembut, dan melambaikan tangannya kearah Yu Ming dan yang lainnya..
Setelah saling melambaikan tangan Yu Ming segera mengajak Yang Ni dan Min Min meninggalkan restoran.
Mereka langsung naik keatas kereta dan bergerak meninggalkan kota Qu Fu melalui gerbang Utara yang agak sepi.
Karena saat ini masyarakat kota Qu Fu hampir semuanya kini sedang berkumpul di balai kota, mendengarkan cerita Ji Qin Fu, yang baru saja pulang kekota Qu Fu sambil menyeret Seng Kun, dan memimpin rombongan wanita terakhir yang di culik oleh Seng Kun untuk di kembalikan ke keluarga mereka.
__ADS_1
Mereka juga terlibat pembahasan serius untuk mencari jasad wanita yang telah tewas dan menentukan hukuman yang pantas untuk Seng Kun.
Saat Yu Ming sedang mengendalikan kereta kudanya meninggalkan kota Qu Fu.
Yang Ni tiba tiba muncul dan duduk di samping Yu Ming dan berkata,
"Bagaimana Yu Ming ke ke, kamu belum jawab pertanyaan ku di restoran tadi .?"
"Pertanyaan apa..?"
Ucap Yu Ming pura pura bodoh sambil menahan senyum.
"Dasar nyebelin,..tentu saja pertanyaan aku boleh ikut tidak berpetualang bersama..?"
Ucap Yang Ni .
"Bersama siapa ? tunangan mu ?"
"Wah itu aku tidak mau jadi tiang listrik pengganggu ."
Ucap Yu Ming sengaja menggoda Yang Ni.
"Tunangan aku gak punya, kalau suami ada, mau aku sebutkan ke dunia kamu ini suami ku.."
Ucap Yang Ni sambil menarik ujung rambut di dekat bagian daun telinga Yu Ming .
"Aduhhhhh..!"
Keluh Yu Ming.
"Sakit,.. ya..ya.. baik..baik..kamu ikut,.. kamu ikut.. ."
Ucap Yu Ming panik.
Yang Ni menanggapinya sambil tertawa, lalu dia kembali menghilang kedalam bilik kereta, kembali berkumpul dengan Min Min
Setelah Yang Ni duduk di sisinya, Min Min dengan suara setengah berbisik berkata,
"Apa benar Yu Ming ke ke adalah suaminya kak Yang Ni.."
"Yu Ming ke ke sangat baik dan tinggi ilmu silatnya, kakak sungguh beruntung.."
Ucap Min Min polos.
Yang Ni sambil menahan tawa, dia menceritakan cerita hubungan dirinya dan Yu Ming yang sebenarnya.
Min Min mendengarkan dengan serius, di penghujung cerita dia baru berkata pelan.
"Yu Ming ke ke memang sangat baik, itu tidak ada yang perlu di ragukan lagi.."
"Pantes saja putri kaisar pun ikut menyukainya, karena Yu Ming ke ke memang luar biasa.."
Ucap Min Min penuh kagum.
Yang Ni mengangguk menyetujui pendapat Min Min, sesaat kemudian mereka berdua sambil berbaring segera terlibat dalam obrolan serius rahasia wanita, yang sering membuat mereka berdua tertawa cekikikan di dalam sana.
Yu Ming tidak ambil pusing, dia hanya fokus terus mengendalikan kereta kudanya.
Saat Yu Ming memasuki kawasan hutan bambu, di depan jalan yang harus dia lalui.
Terlihat hadir 3 sosok manusia berpakaian serba hitam menghadang di jalan, yang akan Yu Ming dan rombongannya lewati.
__ADS_1