PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
GEDORAN KERAS DARI LUAR


__ADS_3

Ji Qin Fu bergerak duluan mendorongkan angin berpusar nya menyerang kearah Yu Ming .


Melihat hal itu, Yu Ming langsung membalas dengan dua tebasan pedang atas bawah yang menimbulkan lantai terbelah, langit diatas juga ikut terbelah.


Kekuatan dahsyat itu segera membelah angin tornado yang di lepaskan oleh Ji Qin Fu.


Ji Qin Fu yang melihat bahaya datang menerjang nya.


Dia yang panik dengan tekanan kekuatan Yu Ming yang begitu dahsyat.


Dia langsung memainkan jurus puncak yang dia kuasai.


"Bara Merah Gerah...!"


Segera hujan cahaya merah turun dari langit menghujani Yu Ming .


Sedangkan Ji Qin Fu sendiri dengan sepasang telapak tangan berubah merah membara.


Dia membentuk sebuah tameng perisai lingkaran dengan tulisan rune kuno di tengahnya.


Dia dorongkan kedepan untuk menahan tebasan Pedang Xuan Yuan.


"Wusssshhh...!"


"Blaaarrrr...!"


Terjadi benturan keras antara tameng dan energi pedang diudara.


Dengan kesudahan tameng retak retak, Ji Qin Fu terlihat semakin pucat wajahnya.


Dia menambahkan lagi kekuatan Energi Ufuk Barat untuk menguatkan pertahanan Perisainya.


Sayangnya sia sia, kekuatannya masih kalah di banding kekuatan Yu Ming .


"Blaaarrrr...!"


Tameng perisai meledak hancur berkeping-keping, Ji Qin Fu , yang berusaha bertahan dengan kedua tapak di dorongkan kedepan.


Guna menyambut kekuatan energi pedang Xuan Yuan, sebagai usaha terakhirnya untuk mempertahankan diri.


Seketika saat energi pedang Xuan Yuan melintasi tubuhnya.


Mulai dari lengan baju, terus merembet keatas.


Seluruh pakaian Ji Qin Fu pecah hancur berkeping-keping di landa kekuatan kekuatan dahsyat pedang Xuan Yuan.


Sehingga dalam sekejab Ji Qin Fu di buat seperti seekor monyet putih tak berbulu.


Melihat keadaannya yang sangat memalukan, tiada jalan lain, Ji Qin Fu, terpaksa menggunakan kedua telapak tangannya menutupi area rahasia di bawah pusarnya.


Lalu dia segera berlari meninggalkan tempat tersebut, membiarkan kedua bola daging putih di bagian pantatnya menghadap udara terbuka.


Ji Qin Fu tiada waktu mengurus bagian itu, dia hanya bisa menutupi senjata rahasianya dari bagian depan saja.

__ADS_1


Dia terus berlari cepat melintasi lapangan terbuka, untuk bisa menjangkau kembali ke kamar nya.


Ji Qin Fu sampai tidak sempat menutupi sepasang lato kato nya yang terus bergerak gerak saat dia sedang berlari.


Untungnya tempat itu sedang sepi karena saat itu hari di luar sana masih gelap.


Hanya Yang Ni penonton tunggal yang sempat menyaksikan kejadian itu.


Yang Ni yang selalu berpenampilan tenang dan dingin, terbawa oleh pemandangan lucu di hadapannya.


Dia terpaksa menggunakan satu tangan menutupi mata nya dengan sela sela jari sedikit terbuka.


Sedangkan tangan yang lain nya, dia gunakan untuk menutupi mulutnya sendiri, berusaha menahan tawa.


Di posisi lain Yu Ming yang mengalami serangan hujan cahaya merah, seluruh tubuhnya terlindungi oleh cahaya emas Chi pelindung dari pedang Xuan Yuan.


Hingga hujan cahaya merah lenyap, Yu Ming terlihat baik baik saja.


Kerubutan yang terjadi antara Yu Ming dengan Ji Qin Fu di taman samping restoran.


Tentu saja terdengar jelas oleh pemilik pelayan dan penghuni penginapan lainnya.


Tapi yang bernyali, hanya berani mengintip dari kisi kisi jendela kamar.


Sedangkan yang penakut, semuanya memilih untuk menutupi wajah hingga ke telinga dengan bantal.


Agar tidak mendengar keributan mengerikan di luar sana.


Yu Ming setelah berhasil menghalau Ji Qin Fu meninggalkan penginapan, memaksanya kembali ke kamar.


Yu Ming memang sengaja hanya menghukum Ji Qin Fu, dengan mempermalukan nya saja.


Belum ada niat untuk membunuh ataupun membuatnya menjadi cacat.


Ini bukan karena Ji Fa dan Ji Dan berdiri di belakang Ji Qin Fu,juga bukan Karena segan dengan Jiang Je Ya.


Tapi ini lebih karena Yu Ming belum ada bukti kuat, dia lah pelakunya, jadi dia memilih untuk menangani hal ini dengan lebih hati hati.


Kecuali terbukti, dia pasti akan menyuruhnya bertanggung jawab, kalau perlu Yu Ming akan membuatnya cacat tidak bisa menjadi laki laki lagi kedepannya.


Yu Ming siapa mereka siapa didepan mata Yu Ming mereka tidak terlihat.


Jangan kan mereka, dewa sekalipun dia berani menghukum nya, apalagi cuma manusia di dunia fana.


Tidak, Yu Ming bukan takut.Dia hanya tidak mau salah menindak orang.


Bisa jadi si muka putih itu hanya korban sama seperti dirinya, yang kebetulan berada di lokasi.


Bila dia salah menghukum orang, bukan nya, dia akan menjadi tertawaan pelaku yang sebenarnya.


Untuk menghindari hal itu, Yu Ming memutuskan dia akan menyelidiki hal tersebut dengan hati hati.


Dia akan mengumpulkan informasi lengkap dari Yang Ni yang sekarang menjadi istri sementara nya.

__ADS_1


Yu Ming kembali duduk santai di depan Yang Ni, seolah-olah tidak pernah terjadi apa apa di tempat itu.


Padahal akibat pertarungan mereka taman samping mengalami kerusakan cukup parah.


Yu Ming yang sudah duduk di hadapan Yang Ni segera berkata,


"Nah sekarang coba kamu ceritakan, mulai dari penginapan hingga kamu bisa ada ditempat kita bertemu terakhir bagaimana ceritanya..?"


Mendengar pertanyaan Yu Ming , Yang Ni semakin ragu Yu Ming lah pelakunya.


Bila Yu Ming pelakunya, dia tentu tahu urutan peristiwa nya, buat apa dia masih bertanya dan meminta dia menceritakan urutan peristiwa nya .


Meski ragu, Yang Ni tetap. Bercerita, sambil diam diam memperhatikan perubahan ekspresi wajah Yu Ming saat mendengarkan ceritanya.


Tapi sampai dia mengakhiri ceritanya ekspresi wajah Yu Ming yang mendengarkan dengan serius sedikitpun tidak berubah.


Hingga dia mengakhiri ceritanya, Yu Ming baru berkata,


"Jadi kamu pertama kali keluar dari kamar mu, melakukan pengejaran..."


"Karena ada bayangan yang melintas di depan kamar mu..?"


Yang Ni mengangguk mengiyakan.


Yu Ming kembali bertanya,


"Selain itu kamu sempat mengejar bayangan hitam yang menggunakan penutup kepala, melarikan diri hingga menghilang dalam Kegelapan malam...?"


Lagi lagi Yang Ni menganggukkan kepalanya.


"Kamu ingat dalam pertarungan terakhir kamu melawan bayangan itu, adalah di halaman bagian dalam sebuah kelenteng bobrok..?"


"Terakhir yang kamu ingat adalah lawan mu, mengibaskan lengan bajunya kearah wajah mu.."


"Setelah mencium bau wangi, kamu pun tidak ingat apa apa lagi..?"


"Terakhir saat bangun, yang kamu lihat adalah aku benar..?"


Yang Ni kembali mengangguk, lalu berkata dengan suara sedih,


"Apa bukan kamu pelakunya ?"


"Kalau bukan kamu pelakunya, kenapa kamu bersedia menjadi suamiku..?"


"Kenapa kamu bersedia sembahyang langit dan bumi bersama ku..?"


Ucap Yang Ni sambil menatap kearah wajah Yu Ming dengan airmata bercucuran.


Yu Ming tersenyum lembut dan berkata,


"Jangan terlalu banyak berpikir, saat ini aku adalah suami mu, jadi wajar aku. bertanya, aku hanya ingin tahu.."


"Tiada maksud lain, ayo kita kembali ke kamar sekarang.."

__ADS_1


Ucap Yu Ming sambil menyentuh lembut lengan Yang Ni.


Di saat bersamaan dari arah pintu restoran yang tertutup rapat, tiba tiba terdengar suara gedoran pintu yang kuat dari luar.


__ADS_2