
Yu Ming tersenyum canggung dan berkata,
"Itu dulu, sekarang aku hanya seorang pengelana biasa saja.."
"Ayo paman, lebih baik kita segera lanjutkan perjalanan saja.."
"Daripada nantinya timbul hal tidak perlu.."
Ucap Yu Ming memberi usul, sekaligus mengalihkan pembicaraan yang canggung.
Karena kini dia sudah melepaskan semua nya, dia kini sudah menjadi orang biasa.
Ji Dan mengerti situasi, dia segera memberi hormat ke Yu Ming, lalu dia dan putrinya segera kembali ke kereta mereka.
Ji Dan orang cerdas, dia juga sudah dapat kabar kematian Xiong Yi.
Di mana kini penerusnya adalah Xiong Ai, sedangkan Yu Ming yang tidak bermarga Xiong.
Kemungkinan bukan putra kandungnya Adipati Xiong Yi.
Jadi wajar bila pembicaraan ini, hanya akan menimbulkan kecanggungan bagi Yu Ming.
Ji Dan yang mengerti situasi, dia pun segera mundur teratur, agar penolongnya tidak merasa canggung dan kurang nyaman dengan pembicaraan tersebut.
Sesaat kemudian rombongan tersebut segera melanjutkan perjalanan dengan penerangan obor.
Berhubung diantara anak buah Ji Lian Hua ada yang mengerti dan paham dengan hutan sebelah barat.
Mereka juga menempuh perjalanan beramai ramai, sehingga binatang buas tidak ada yang berani muncul mengganggu.
Keesokan paginya, seperti perkiraan Yu Ming mereka akhirnya keluar dari dalam hutan.
Begitu mereka keluar dari dalam hutan, melihat tenda tenda pasukan kerajaan Zhou sudah di bangun di sekitar mulut hutan.
Yu Ming pun merasa tenang, selesai berpamit dengan semua nya.
Yu Ming pun berpisah dengan Ji Lian Hua.
Kembali masuk kedalam hutan, untuk kembali ketempat yang menjadi lokasi janji, dengan Asan Asin dan Ase.
Ketiga pemburu yang akan mengantarnya ketempat yang dia curigai adalah tempat yang sedang dia cari.
Saat kembali ke lokasi, Asan Asin dan Ase sudah menanti Yu Ming di lokasi janji ketemu.
Melihat kedatangan Yu Ming, Asin segera berkata,
"Waduh anak muda akhirnya kamu muncul juga.."
"Kami sempat khawatir kamu sudah di gondol pergi oleh hewan buas semalam.."
"Soalnya hutan selatan ini sangat rawan, orang hilang di bawa hewan buas itu sudah biasa terjadi.."
Yu Ming sambil tersenyum berkata,
"Maaf semalam aku ada sedikit urusan kesebelah barat sana.."
"Ini baru juga kembali.."
__ADS_1
Asan Asin Ase, mengira Yu Ming tentu pergi buang air besar, jadi mereka tidak banyak bertanya lagi.
Mereka segera mengajak Yu Ming memasuki hutan yang lebih lebar dan liar.
Setelah menempuh perjalanan setengah harian, melewati beberapa kolam beracun dan pepohonan lebat, hingga suasana terasa remang remang.
Mereka berempat akhirnya tiba di sebuah celah sempit yang di batasi dinding tebing yang menjulang tinggi keatas.
Asin terus memimpin jalan di paling depan sambil mengingatkan teman temannya, bila ada tempat tempat yang rawan bahaya.
Beberapa saat setelah melewati jalan celah sempit, mereka berempat tiba di sebuah lokasi, yang di kelilingi oleh tebing curam tinggi dan licin, karena dinding tebing di penuhi oleh lumut.
Asin berjalan menuju sebuah pohon besar yang tumbuh di salah satu dinding tebing.
Di bawah pohon besar tersebut, di bagian akar nya ada sebuah lubang yang tidak terlalu besar.
Hanya dengan cara merayap baru bisa masuk kedalam.
Asin bisa, karena tubuhnya kecil.
Tapi Asan dan Ase jelas tidak bisa karena tubuh mereka kebesaran.
Begitu pula dengan Yu Ming yang tubuhnya bahkan jauh lebih besar dan kekar di bandingkan dengan tubuh Asan da Ase.
Hal ini karena Yu Ming melakukan latihan fisik yang berat, selama bertahun tahun di Qing Lung San, saat mengikuti gurunya Wang Wu.
Asin menunjuk lubang tersebut dan berkata,
"Tiada cara lain, kamu harus bongkar dan perbesar lubang itu baru bisa masuk.."
Ucap Asin sambil menatap ragu ke Yu Ming.
Yu Ming tersenyum dia berkata, "Terimakasih banyak paman bertiga."
"Selanjutnya biar aku saja yang kerjakan, paman bertiga bisa lanjutkan rencana kalian untuk berburu.."
Asin mengangguk dan berkata, "Selamat berjuang, semoga lancar.."
"Kamu pergi dulu .."
Yu Ming mengangguk sambil tersenyum, dia mengeluarkan sebuah kantung kecil yang isinya uang perak.
Yu Ming langsung memasukkan nya kedalam kantung Asin dan berkata,
"Ini terimalah sebagai ucapan terimakasih ku, kalian sudah bersusah payah jauh jauh antar aku sampai kemari.."
"Ehhh ini apa ? gak usah anak muda.."
"Kami mana boleh menerima ini dari mu.."
Ucap Asin ingin mengembalikan ke Yu Ming .
Yu Ming menahannya dan berkata,
"Aku masuk kedalam sana untuk cari pengalaman baru, benda ini tidak akan berguna bagi ku di dalam sana ."
"Tapi buat kalian tentu berbeda, jadi jangan menolaknya.."
__ADS_1
"Kalian bawa sajalah dan pergunakanlah dengan baik.."
Asan dan Ase mengangguk, menyetujui pendapat Yu Ming ,
Asin akhirnya menerimanya dan berkata,
"Kalau begitu aku bantu simpan."
"Nanti bila kamu sudah kembali, boleh berkunjung ke desa kami, nama desa kami desa Rusa ."
"Bilang aja ingin mencari kami, orang orang di desa tentu paham, di mana rumah kami.."
Demi mempersingkat waktu, Yu Ming dengan asal mengangguk saja biar cepat.
Setelah itu dia segera pergi menghampiri lubang yang di tunjuk oleh Asin dan mulai menggalinya.
Melihat Yu Ming sudah mulai sibuk, ketiga pemburu itupun langsung pergi dari sana.
Tidak mau menganggu kesibukan Yu Ming , yang punya keinginan aneh dan sulit ditebak.
"Hei bocah idiot, mengapa kamu capek capek menggali nya, ?"
"Apa si putih pucat itu, tidak mengajari mu, ilmu pelepas tulang dan otot.."
Yu Ming terdiam karena kini si hitam sedang berbicara dengan nya di dalam pikirannya.
Yu Ming terlihat menggelengkan kepalanya, tapi tidak berbicara apa-apa.
Tapi didalam pikirannya, Yu Ming justru sedang berbicara serius dengan si hitam.
Dia segera berkata,
"Tidak, karena di kahyangan dulu kami bisa berubah jadi apapun sesuka hati.."
"Ilmu ini tidak di perlukan, sedangkan saat ini, meski ilmu ini perlu, tapi dengan Chi terbatas, aku juga belum tentu bisa.."
"Kalaupun bisa, saat dalam perjalanan Chi dari pedang ku habis, bukankah aku akan terjepit konyol di dalam sana.."
Si hitam sambil tertawa berkata,
"Kapan aku pernah bilang ilmu itu perlu Chi..?"
"Ehhh maksud senior..?"
Ucap Yu Ming bersemangat.
Si hitam segera menerangkan cara caranya.
Yu Ming segera meniru nya, mengikuti petunjuk dari si hitam.
Sesaat kemudian tulang tulang di sambungan bahu pundak dengan tulang belikatnya mulai berkerotokan semuanya.
Tidak lama kemudian Yu Ming segera bergerak seperti seekor belut tak bertulang.
Dia mulai merayap masuk kedalam lubang tanpa halangan, selama kepala nya bisa lewat. maka tubuh Yu Ming pasti bisa.
Intinya adalah kepala lewat dulu, bila kepala bisa makan lainnya pun aman.
__ADS_1