PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
KEMBALI NYA JI FA


__ADS_3

Thian Cien Sen Ni yang tinggi hati dan pemarah, tentu saja sulit menahan kemarahannya atas penghinaan ini.


Dengan satu hantaman telapak tangan nya, tandu mewah yang ada di hadapannya, langsung hancur pecah berkeping-keping di buat nya.


Tandu mewah itu menjadi sasaran amukan kemarahan Thian Cien Sen Ni.


Atas pelecehan yang Yu Ming sengaja lakukan, untuk mencoreng wajahnya, dan ini sudah yang kedua kalinya.


"Yu Ming kamu bajingan tengik, kamu lihat saja..!"


"Aku bersumpah,..! di dunia ini bila ada kamu, tidak akan ada aku..!"


Ucap Thian Cien Sen Ni dengan wajah penuh emosi.


Hari hari berlalu dengan cepat, tidak terasa Yu Ming sudah dua tahun lebih, tinggal di kota An.


Selama ini, dia menghabiskan seluruh waktunya, untuk membangun kota An, yang kini dia beri nama kota Chang An yang artinya kedamaian panjang.


Dengan nama tersebut, Yu Ming berharap kota tersebut. selama nya, akan tetap selalu hidup dalam keadaan aman dan damai.


Kota Chang An dalam dua tahun ini, telah di sulap menjadi kota yang sangat besar dan maju.


Penduduk kota tersebut juga sangat padat, bangunan bangunan mewah dapat di temui di mana mana.


Benteng kota tersebut juga sangat mewah dan dibuat dua lapis, dengan menara pengawas di bangun di mana mana.


Setiap pintu gerbang masuk ada menara pengawas utama.


Kemudian di samping kanan kiri ada di bangun dua menara pasukan pemanah, yang lebih kecil tapi menjulang tinggi, melebihi menara pengawas gerbang.


Posisinya yang lebih tinggi dari menara pengawas , mempermudah bagi penjaga, bila ada lawan yang berhasil tiba di menara pengawas utama.


Mereka secara otomatis akan melepaskan anak panah ke lawan di bawahnya, lawan akan menghadapi serangan dari menara pemanah di samping kiri kanannya.


Saat melewati dua lapis pintu gerbang yang di jaga ketat.


Di sepanjang jalan, akan di temukan kembali beberapa menara pemanah, yang di bangun di kanan kiri jalan.


Diatas tembok benteng yang di bangun dengan lebar, di setiap tempat.


Di tempatkan senjata pelontar batu, juga senjata pelontar panah raksasa.


Kamp kamp markas militer, di bangun di empat penjuru kota.


Sehingga kota tersebut memilki 4 markas kamp militer.


Total pasukan pertahanan dikota itu mencapai 400.000 personil, dengan 800 komandan pasukan, 400 perwira dibawah 40 jendral muda, dengan 3 jendral senior yang bertanggung jawab langsung ke Yu Ming


Di bagian sisi luar benteng kota, juga di kelilingi parit sungai kecil setinggi sepuluh meter.


Untuk lalu lalang di pintu gerbang utama, Yu Ming menggunakan jembatan tarik.


Jadi bila musuh tiba, jembatan dapat di tarik, musuh akan kesulitan untuk mendekati pintu gerbang kota, maupun tembok benteng kota.


Dengan keamanan tingkat tinggi, terutama di pintu gerbang Utara dan Barat.


Kota Chang An adalah kota pertahanan yang akan sangat sulit di tahlukkan.

__ADS_1


Dengan segala kemajuan dan pencapaiannya, Kota Chang An saat ini, boleh di bilang adalah ibukota kedua kerajaan Chu.


Tapi anehnya bangunan kediaman Yu Ming sangat sederhana, tidak terlalu besar dan megah.


Hampir sama saja dengan keadaan bangunan kediaman di sekitarnya.


Begitu pula dengan tempat kediaman para pembantu setianya.


Kediaman mereka berderet, tidak terlalu jauh dari kediaman Yu Ming .


Kediaman mereka sedikit lebih kecil, sederhana, rapi, tapi jauh dari kata mewah.


Justru kediaman para saudagar pedagang dan pengusaha kaya raya lah, yang terlihat jauh lebih mewah dan megah.


Kemajuan kota Chang An tentu mengundang tidak sedikit pasang mata menginginkan nya.


Tapi di kerajaan Zhou sendiri tidak ada yang berani bergerak, pergi menyentuhnya.


Baru setelah kaisar Ji Fa kembali dari perjalanan ekspedisinya, dia sangat kaget, saat mendengar laporan tentang perkembangan di dalam negerinya.


Khususnya Chang An dan pangeran Yu Ming dari kerajaan Chu.


Dia menaruh perhatian khusus pada laporan tersebut.


Saat inipun dia sedang mendengarkan langsung dengan seksama, semua laporan dari bawahannya yang masuk.


Para bangsawan dan aristokrat yang menyimpan dendam kerajaan Chu.


Mereka memberikan laporan yang sengaja di lebih lebihkan, agar Ji Fa memberikan mereka dukungan penuh, untuk pergi menggempur kota Chang An.


Meski Ji Fa terlihat tertarik dengan laporan mereka.


Dia memilih mengumpulkan informasi yang lebih banyak, baru akan memutuskan tindakan apa yang akan di ambilnya.


Jiang Je Ya selaku perdana menteri, juga tidak berkata apa-apa.


Dia juga memilih diam dan menjadi pendengar yang baik.


Dia cukup lama meninggalkan istana, menemani Ji Fa melakukan ekspedisi ke barat.


Jadi dia juga tidak mau terburu buru ambil keputusan.


Setelah mendengarkan semua pendapat, Ji Fa akhirnya memutuskan membubarkan pertemuan tersebut.


Setelah sidang istana di bubarkan, saat kembali ke ruang kerjanya, Ji Fa baru berkata,


"Bagaimana menurut mu..?"


Di dalam ruang kerja Ji Fa, hanya ada Jiang Je Ya dan dirinya saja.


Bahkan Kasim dan dayang istana, semua nya menunggu di luar ruangan.


Jiang Je Ya mengangkat bahu dan berkata,


"Masalah Chang An harus di putuskan dengan sangat hati hati.."


"Sebaiknya Yang Mulia undang menteri kebudayaan dan menteri perpustakaan kemari.."

__ADS_1


Ji Fa melengak kaget mendengar ucapan Jiang Je Ya.


Dia menatap perdana menterinya dengan tatapan mata penuh tanda tanya.


Jiang Je Ya sambil tersenyum tenang berkata,


"Saat ini yang paling Yang Mulia perlukan, adalah orang yang bisa berbicara jujur apa adanya.."


"Untuk itu pilihannya hanya bisa jatuh pada mereka berdua.."


"Meski ucapan mereka tidak enak di dengar, tapi setidaknya itu adalah ucapan jujur.."


Ji Fa langsung tertawa dan berkata,


"Kamu benar sekali, hanya Jiang Shang...hanya Jiang Shang,.. yang tiada dua, yang bisa punya pemikiran seperti ini.."


"Ha..ha..ha..ha..!"


"Menarik sungguh menarik ."


"Baiklah kita panggil mereka berdua kemari.."


Ucap Ji Fa sambil tersenyum tertawa lepas.


"Bai kung kung masuklah...!"


Panggil Ji Fa dengan suara sedikit di keraskan.


Seorang Kasim berambut putih segera masuk kedalam ruangan.


"Ya Yang Mulia, apa yang bisa hamba tua ini lakukan buat Yang Mulia..?"


"Kamu pergilah, panggil Menteri Kebudayaan Gu Chen dan menteri perpustakaan Li Kun kemari.."


Ucap Ji Fa tegas.


"Baik Yang Mulia..Hamba tua akan laksanakan perintah.."


"Permisi Yang Mulia,.."


"Permisi tuan perdana menteri.."


Ucap Bai Kung Kung sopan.


Ji Fa dan Jiang Je Ya menanggapinya dengan anggukan pelan.


Mereka tidak mau banyak bicara dengan pembesar Kasim bermulut manis dan bermuka dua itu.


Mereka membutuhkan tenaganya, tapi tidak dengan hubungan baiknya.


Ji Fa bahkan setiap 1 tahun sekali, dia selalu adakan roling jabatan kepala Kasim istana.


Semua ini agar mereka tidak terlalu punya kuasa, dan tahu terlalu banyak tentang politik di istana.


Setelah Bai Kung kung pergi, pintu di tutup kembali dengan rapat.


Ji Fa baru buka suara,

__ADS_1


"Hua er pergi juga sudah ada satu waktu.."


__ADS_2