
Pimpinan kelompok yang melihat situasi tidak baik, dia buru-buru melompat meninggalkan kapal Yu Ming .
Kembali ke perahunya dan berteriak,
"Angin keras,..!'
"Mundur semua..!"
Semua perahu kecil segera bergegas meninggalkan perahu, sedangkan sisa anggota mereka yang masih mengalami kejang kejang di atas kapal Yu Ming .
Mereka semua satu persatu di tendang keluar dari kapal oleh Yu Ming .
Tidak lama kemudian rombongan kelompok tengkorak merah, beserta kapal besar nya.
Mereka terlihat tergesa-gesa mundur melarikan diri meninggalkan tempat itu.
Setelah mereka semua pergi,Yu Ming baru menaikkan sauh ke kapal.
Lalu melanjutkan perjalanan santai nya menyusuri sungai kuning.
"Hua er keluarlah..!"
"Keadaan sudah aman sekarang..!"
Ucap Yu Ming dengan suara sedikit di keraskan.
Ji Lian Hua yang tidak pernah jauh dari belakang pintu bilik perahu.
Begitu mendengar ucapan Yu Ming, dia langsung bergegas keluar dari bilik perahu.
Ji Lian Hua mengedarkan pandangannya, di sana hanya ada bekas sisa kekacauan yang di timbulkan oleh kelompok bajak sungai tengkorak merah.
Sedangkan orang dan kapalnya, satupun tidak lagi terlihat.
Ji Lian Hua segera berinisiatif membantu Yu Ming membersihkan kapal mereka agar lebih nyaman di pergunakan.
Mereka berdua bekerja sambil saling tersenyum.
Sambil membersihkan sisa robekan jala dan senjata,
Ji Lian Hua berkata,
"Yu Ming ke ke kamu mengampuni mereka takutnya, mereka akan kembali menganggu kita.."
"Itu akan merepotkan saja.."
Yu Ming sambil tersenyum dan berkata,
"Aku rasa mereka tidak akan punya nyali untuk itu.."
"Kalau tetap nekad, aku pasti akan berikan hukuman yang lebih berat lagi.."
Ji Lian Hua mengangguk paham, tapi sesaat kemudian dia kembali berkata,
"Yu Ming ke ke, taruhlah mereka tidak datang mengganggu kita.."
"Tapi mereka pergi ganggu orang lain yang lemah.."
"Bukankah itu sama saja kamu membantu mereka melakukan dosa..?"
Yu Ming tersenyum sabar, sambil bekerja dia berkata,
__ADS_1
"Tidak ada manusia yang tidak bersalah, bisa beri mereka kesempatan bertobat itu tentu baik untuk semuanya.."
"Bila kita langsung membunuh mereka, itu hanya akan menambah dosa kita.."
"Bila mereka mengulangi perbuatan mereka, dan di ketahui oleh kita.."
"Maka saat itu kita menghukumnya juga belum termasuk terlambat."
Ji Lian Hua mendengarkan sambil bekerja, dia kemudian berkata,
"Apa saat itu Yu Ming ke ke akan membunuh mereka..?"
Yu Ming menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Selain membunuh kita masih bisa punya banyak cara lain menghukum mereka tidak harus dengan cara membunuh.."
Ji Lian Hua sambil menahan tawa berkata,
"Apa maksud Yu Ming ke ke ingin mengajak mereka makan..?"
Yu Ming menghentikan kegiatannya dan berkata,
"Bukan seperti itu, maksud ku,.aku bisa membuat mereka bertobat dengan membuat mereka mencicipi jadi orang lemah.."
"Di mana giliran mereka yang di tindas orang, biar mereka merasakan bagaimana rasanya menjadi orang lemah dan tertindas.."
Ji Lian Hua mengangguk dan berkata,
"Sedikit berbeda dari umumnya, tapi aku rasa itu cukup baik.."
"Hanya saja aku sedikit kasihan dengan orang yang bakal menjadi korban mereka nanti, sebelum di buat bertobat.."
"Orang yang bisa menjadi korban mereka, kemungkinan mereka juga punya dosa baik di masa lalu ataupun kini.."
"Makanya bisa jadi korban.."
"Sedangkan mereka ini setelah kita ampuni masih berbuat jahat, mereka juga akan menuai karma mereka sendiri.."
"Mungkin tidak lewat tangan kita, tapi bisa jadi lewat tangan pendekar lainnya."
"Karena di dunia persilatan ini penuh dengan pendekar dunia persilatan yang tidak terhitung jumlahnya.."
"Pokoknya menghindari diri kita menambah karma jelek di kehidupan ini.."
"Pasti akan memberi manfaat baik buat kita ."
Yu Ming bisa berpikir begini, karena terakhir kali, dia memberi kesempatan pertobatan ke mahluk itu.
Gelang berlian yang melingkar di lehernya telah terlepas, jadi kini Yu Ming sedang berusaha sebisa mungkin menyadarkan semua mahluk di dunia ini.
Siapa tahu sebelum dia berhasil menemukan sisa 6 roh kegelapan lagi.
Dia bisa melepaskan semua gelang yang mengunci kekuatan dewa nya .
Mereka berdua bekerja sambil mengobrol sehingga tidak terasa pekerjaan mereka sudah selesai dengan sendirinya.
Kapal mereka juga mulai mendekati sebuah kota pelabuhan lain, yang terletak di tepi sungai kuning.
Ji Lian Hua segera menunjuk kedepan dan berkata,
"Yu Ming ke ke lihat di sana ada kota pelabuhan.."
__ADS_1
"Hari mulai siang, cuaca mulai panas, secara kebetulan kita menemukan kota pelabuhan itu.."
"Kita mampir kesana ya, aku ingin mencari tempat makan enak dan beristirahat sejenak di sana.."
"Bagaimana bila sore baru kita lanjut perjalanan lagi..?"
Yu Ming sebenarnya segan karena kantong nya kempes, tapi melihat Ji Lian Hua Begitu bersemangat.
Dia jadi tidak sampai hati menolaknya.
Tapi saat Yu Ming mau mampir roh Kegelapan muncul dan berkata,
"Jangan kesana, bahaya besar menunggu, takdir yang sangat buruk akan menanti mu.."
"Lewati dua kota pelabuhan maka petaka bisa di hindari, perjalanan akan lebih indah..'
Tempo hari Yu Ming tidak menurutinya, dia jadi tersangka pemerkosaan dan terseret permusuhan dengan sekte iblis.
Sampai saat ini pun permusuhan diantara mereka belum tuntas.
Kini apalagi kira kira petaka yang harus dia lalui, batin Yu Ming di dalam hati.
Tapi Yu Ming tetap tidak mengindahkan petunjuk dari roh kegelapan.
Di dalam pikirannya, Yu Ming hanya berucap singkat ke roh kegelapan.
"Terimakasih,..tapi aku haru menjalani takdir ku.."
Roh kegelapan menggerutu kecewa, lalu dia menghilang begitu saja dari pikiran Yu Ming .
Yu Ming segera menjawab Ji Lian Hua,
"Baiklah Hua er,.. kita coba mampir kesana lihat lihat .."
Ji Lian Hua terlihat sangat antusias dan gembira, dia segera berlari keanjungan kapal.
untuk melihat keramaian di dermaga sana.
Yu Ming melanjutkan membawa kapalnya merapat ke dermaga.
Setelah kapal merapat, segera ada orang yang datang membantu menarik kapal Yu Ming merapat.
Membantu mengikatkan tali kapal, agar kapal tidak hanyut.
Setelah selesai mereka menaruh papan Titian buat Yu Ming dan Ji Lian Hua agar lebih mudah turun dari atas kapal ke dermaga .
Saat turun dari kapal Ji Lian Hua segera memberi 3 orang yang datang membantu dengan beberapa keping uang perak.
Mereka semua terlihat sangat senang dengan pemberian Ji Lian Hua.
Yu Ming dan Ji Lian Hua lewat petunjuk informasi dari mereka,
mereka berdua akhirnya berhasil menemukan sebuah restoran besar yang cukup ramai pengunjungnya.
Restoran itu khusus menjual berbagai macam hasil sungai, ada yang di tawarkan untuk di makan mentah mentah.
Ada juga yang di tawarkan untuk di bantu masak.
Ji Lian Hua dan Yu Ming yang tidak terbiasa makan makanan mentah seperti penduduk lokal.
Mereka tentu memilih menu yang di masak.
__ADS_1