PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
PENCULIK BERSULING KEMBALI MUNCUL


__ADS_3

Yu Ming dari tempat Min Min, dia segera kembali ke kamarnya, tapi saat tiba di depan kamarnya sendiri Yu Ming terlihat ragu ingin masuk.


Saat Yu Ming sedang bingung, pintu kamar terbuka dari dalam.


yang muncul adalah Yang Ni.


Yang Ni tersenyum pahit dan berkata,


"Yu Ming ke ke masuklah, Hung Mei dia sudah pergi dari tadi siang.."


"Dia malu untuk bertemu dengan Yu Ming ke ke, jadi dia hanya menyampaikan ucapan terima kasih nya saja.."


"Ohh ya ini botol obat Yu Ming ke ke.."


Ucap Yang Ni sambil mengembalikan botol obat itu ketangan Yu Ming .


Yu Ming menerima dan menyimpan nya, lalu berkata pelan.


"Yang Ni di sini aku masih ada satu urusan, orang berpakaian hitam berkerudung membawa suling di tangan belum di ketemukan.."


"Aku harus bisa menangkapnya, agar bisa memberikan ketenangan kepada para wanita di kota ini..'


"Sebelum dia tertangkap, kota ini tidak akan pernah tenang ."


Ucap Yu Ming serius.


Yang Ni menatap Yu Ming dan berkata,


'Bagaimana bila aku menjadi umpan untuk memancingnya keluar..?"


"Sehingga pekerjaan ini bisa lebih mudah dan cepat selesai.."


Yu Ming terlihat ragu dengan tawaran Yang Ni.


"Tapi pekerjaan ini sangat berbahaya dan beresiko.."


Ucap Yu Ming ragu.


Yang Ni tersenyum dan berkata,


"Bisa membantu Yu Ming ke ke adalah kebanggaan buat ku.."


"Bahaya dan resiko seperti apa yang perlu di takuti oleh seorang gadis yang sudah.."


Ucapan Yang Ni tidak di teruskan, dia hanya tersenyum pahit.


Yu Ming menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak Yang Ni, kamu salah bila berpikir seperti itu.."

__ADS_1


"Bagiku apapun keadaan mu, tidak akan merubah pandangan ku.."


"Kamu tetap adalah teman baik ku, aku harus bisa menjaga dan melindungi mu dengan baik.."


"Hingga kamu kembali ke sisi orang tua mu, sepenuhnya aman.."


"Aku baru merasa lega dan bisa meneruskan perjalanan ku dengan hati tenang.."


Yang Ni tersenyum dan berkata,


"Yu Ming ke ke kamu jangan terlalu baik dengan ku.."


"Bila kamu terlalu baik pada ku, aku takut aku mungkin tidak kuat bila suatu hari kita harus berpisah.."


"Aku...aku..."


Yang Ni sudah tidak bisa melanjutkan kata katanya selain menubruk kedalam pelukan Yu Ming dan menangis sedih di sana


Yu Ming mendiamkan nya, beberapa saat kemudian dia baru berkata,


"Bila menangis bisa membuat hati mu lega, maka menangis lah puas puas jangan di tahan.."


Yang Ni mengangguk kecil, dia laku mempererat rangkulannya, membenamkan wajahnya kedalam pelukan Yu Ming .


Yang Ni kembali menangis sepuas hati.


Hingga matahari mulai terbenam dia baru kembali ke kamarnya sendiri untuk mandi dan bersiap siap.


Sehingga sisa waktu menjelang malam ini, Yu Ming benar benar memanfaatkan untuk berendam mandi sepuas puasnya, agar tubuh dan pikirannya segar kembali.


Saat malam tiba, Yang Ni kembali mengunjungi kamar Yu Ming bersama Min Min.


Yu Ming tidak berdaya menolak keinginan kedua gadis itu yang ingin menjadi umpan memancing munculnya tokoh penculik wanita itu.


selesai makan malam di kamar Yu Ming , kedua gadis itu langsung meninggalkan kamar Yu Ming dan meninggalkan penginapan.


Kedua gadis cantik itu dengan santai sambil mengobrol mereka berjalan berkeliling kota tanpa pengawalan.


Mereka terlihat hanya berdua saja terakhir mereka berdua malah memilih duduk santai di sebuah warung kecil pinggir jalan yang menjual roti bakar.


Mereka berdua duduk santai di sana, menikmati roti bakar bermandikan cahaya bulan yang bersinar cemerlang di atas sana.


Sepanjang mereka berkeliling kota hingga berhenti ditempat itu menikmati roti bakar.


Yu Ming tidak pernah sekalipun terlihat berada di sekitar kedua gadis itu.


Mereka berdua duduk mengobrol santai cukup lama di sana, hingga akhirnya cahaya rembulan mulai bersembunyi di balik awan hitam.


Mereka berdua baru bergerak meninggalkan kedai itu berjalan santai kembali ke penginapan.

__ADS_1


Sebelum sampai di penginapan, saat melewati sebuah jalan lorong gang sempit.


Di dalam gang sempit itu, tiba tiba terlihat muncul sesosok bayangan hitam.


Muncul sejenak, kemudian sudah menghilang dalam Kegelapan malam.


Saat kedua gadis itu melewati gang gelap lain nya, bayangan itu kembali muncul kemudian menghilang.


Hal itu terus berulang, hingga saat kedua gadi itu tiba di depan penginapan.


Bayangan itu kembali muncul di sisi gelap di seberang jalan mengawasi kedua gadis itu dengan tatapan mata tajam.


Setelah kedua gadis itu menghilang di dalam penginapan, bayangan itupun kembali menghilang dalam Kegelapan malam.


Yang Ni dan Min Min akhirnya kembali ke penginapan, saat tiba di dalam penginapan.


Masing masing segera memisahkan diri kembali kekamar mereka masing-masing.


Tidak lama mereka menghilang kedalam kamar, lampu kamar pun mereka padamkan.


Sesaat kemudian suasana di depan kamar kedua gadis itu pun terlihat sepi dan hening.


Beberapa waktu berlalu tiba-tiba terdengar suara kerubutan kecil di masing masing kamar Yang Ni dan Min Min.


Suara desir pedang dan angin pukulan terdengar memenuhi kedua kamar tersebut., tapi hal itu hanya berlangsung sekejap mata saja.


Sesaat kemudian jendela kedua kamar itu terbuka, dua sosok orang berpakaian hitam menggunakan kerudung menutupi kepalanya.


Mereka melesat cepat keluar dari sana, kemudian berlompatan ringan meninggalkan penginapan dengan melompati pagar pembatas taman samping.


Setelah itu mereka segera menghilang kedalam kegelapan malam, di pundak kedua bayang hitam itu masing masing memikul sebuah kantung hitam .


Kedua bayangan hitam itu bergerak cepat untuk berkumpul dengan rekan rekannya yang lain, masing masing juga terlihat memikul sebuah kantung hitam di pundak mereka.


Bayangan yang terdiri dari 10 orang itu, akhir nya tiba di hadapan seorang berpakaian hitam yang memegang sebatang suling di tangan..


Tepat 10 bayangan hitam tiba di hadapannya, sisik berpakaian hitam yang membawa sebatang suling di tangan .


Dia segera menghentikan tiupan sulingnya, lalu dia bertindak melesat di paling depan meninggalkan kota Qu Fu, lewat pintu gerbang Utara


Sosok itu melesat menuju sebuah hutan lebat di sebelah Utara., pergerakannya di ikuti oleh 10 orang berpakaian hitam yang memikul sebuah kantung hitam di pundak mereka.


Beberapa waktu berkelebatan cepat didalam hutan seperti bayangan hantu.


Akhir nya sisik yang memegang suling di tangan, bertindak sebagai pemimpin.


Dia paling duluan masuk kedalam sebuah mulut Gua, yang terletak di bagian bawah sebuah tebing curam.


Setelah dia menghilang bayangan 10 orang pengikutnya, juga ikutan menghilang kedalam Gua .

__ADS_1


Gua itu memilki lorong gelap yang cukup panjang, berkelok kelok. cukup banyak cabang mulut gua di dalam sana.


Sehingga bagi yang tidak hapal jalan, mungkin akan tersesat seumur hidup di dalam sana .


__ADS_2