
Pagi itu Yu Ming dan Ji Lian Hua begitu keluar dari penginapan, mereka langsung di sambut oleh Gubernur Lu yang datang sendiri bersama Jendral Qi tangan kanannya yang membawahi seluruh militer di kota Xian.
Melihat Ji Lian Hua dan Yu Ming keluar dari dalam penginapan dalam keadaan siap.
Gubernur Lu sambil tersenyum canggung, dengan sikap sedikit takut takut.
Dia segera berkata,
"Yang Mulia, ini adalah seluruh kekuatan militer di kota Xian, total ada sekitar 5000 personil."
"Semua di bawah pengawasan Jendral Qi..."
"Yang Mulia ini Jendral Qi,.dia juga sudah siap menjalankan titah dari Yang Mulia.."
Ji Lian Hua mengangguk dan berkata,
"Jendral Qi apa kamu paham situasi dan jalan menuju bukit taring serigala..?"
"Apa kamu paham.kekuatan kelompok sorban merah..?"
Jendral Qi dengan wajah ragu segera berkata,
"Jalan kesana aku paham, peta lengkap dan terperinci kita juga punya.."
"Hanya saja perjalanan menuju bukit itu tidaklah mudah."
"Kita harus melewati lembah dan tebing, juga hutan, di mana bisa saja kelompok itu, sudah memasang jebakan menanti kedatangan kita.."
"Jumlah mereka tadinya mencapai 1000 personil, tapi setelah kejadian di pelabuhan aku rasa mungkin hanya tinggal 800 sampai 900 personil saja.."
"Tapi meski jumlah kita lima kali lipat, tapi pasukan inti kita yang bisa berperang, hanya 1500 personil saja.."
"Sisanya mereka ada prajurit rekrutmen baru yang belum pernah berperang sama sekali.."
"Pelatihan yang mereka terima bervariasi, tapi paling lama mereka bergabung dengan kita 3 bulan ini saja.."
"Seperti Yang Mulia sudah tahu, dulu 3000 personil kita sempat menyerang kesana.."
"Waktu itu masih di bawah Jendral Qin senior saya, sayangnya 3000 pergi, pulangnya tinggal 1000, kita mengalami kekalahan tragis, Jendral Qin juga ikut gugur di sana.."
Ucap Jendral Qi menjelaskan sambil jalan bersama Yu Ming dan Ji Lian Hua.
Ji Lian Hua mendengarkan semua penjelasan jenderal Qi tanpa menyela
Baru setelah Jendral Qi selesai bercerita, Ji Lian Hua baru angkat bicara,
"Jendral Qi, berapa rincian jenis persenjataan barisan kekuatan kita ..?"
Jendral Qi segera menjawabnya dengan jujur,
"Pasukan panah 500, pasukan tameng 500 pasukan tombak 500, sedangkan pasukan baru dengan senjata campur aduk sulit di katakan.."
__ADS_1
"pasukan berkuda ada..?"
Tanya Ji Lian Hua.
Jendral Qi menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak ada, kita tidak ada pendanaan untuk itu.."
Ji Lian Hua melirik kearah Gubernur Lu tapi Gubernur tidak becus itu pura pura tidak mendengar, dan pura pura tidak tahu .
Ji Lian Hua semakin geram dengan Gubernur Lu, tapi Ji Lian Hua juga sadar.
Saat ini bukan waktu yang tepat untuk menghukum bawahan..
Bila dia lakukan saat ini, dia hanya akan memecah belah moril dan semangat tempur pasukannya.
Mereka akan jadi gelisah dan tidak bisa fokus.
Saat ini yang paling penting adalah internal mereka harus kompak dan saling percaya
Bila mau menghukum gubernur tidak becus itu, tunggu setelah masalah kelompok sorban merah teratasi.
Saat itu menghukumnya juga belum terlambat.
Batin Ji Lian Hua di dalam hati.
Makanya dia berusaha sebisa mungkin bersabar, tidak menyalahkan siapa siapa.
Saat ini yang terpenting adalah mencari solusi untuk mengatasi semua masalah yang ada.
"Apa faktor yang menyebabkan jenderal Qin dan pasukannya dulu kalah..?"
"Apa Jendral Qi tahu ceritanya..?"
Tanya Ji Lian Hua ingin tahu.
Karena dia tidak ingin dirinya mengalami kekalahan dengan cara yang sama.
Jendral Qi segera berkata,
"Jendral Qin kalah karena terlalu meremehkan lawan yang berjumlah lebih sedikit.."
"Apalagi Jendral Qin waktu itu juga mendapat dukungan dari beberapa jagoan dari kota Xian dan beberapa jagoan yang kebetulan melewati kota Xian."
"Tapi diluar prediksi, Jendral Qin dan seluruh pasukan nya, terperangkap di jalan sempit sepasang tebing hantu.."
"Di sana jendral Qin dan seluruh pasukannya terperangkap.."
"Mereka di kepung di serang dan di bantai, para jagoan yang ikut hadir membantu jenderal Qin, satu persatu gugur di tangan para pimpinan sorban merah."
"Pimpinan sorban merah semuanya adalah jagoan tingkat tinggi, terutama ketuanya .."
__ADS_1
"Setelah melalui pertempuran mengerikan itu, akhir sisa pasukan kita kembali dalam kondisi kacau."
"Sejak itu kota Xian menjadi wilayah kekuasaan kelompok sorban merah.."
"Tidak ada lagi yang berani pergi menantang mereka., "
Ucap Jendral Qi menyelesaikan ceritanya.
Ji Lian Hua mengangguk menanggapi cerita dari Jendral Qi.
Akhirnya rombongan pasukan pimpinan Ji Lian Hua tiba di depan pintu gerbang kota.
Gubernur Lu hanya mengantar Ji Lian Hua sampai di depan pintu gerbang kota saja.
Dia tidak ikut maju ke medan perang, Ji Lian Hua juga memang tidak mengajaknya.
Karena di ajak pun percuma, gubernur gemuk itu, selain tahu korupsi dan bersenang senang di istananya yang mewah, ditemani oleh wanita cantik.
Dia benar-benar tidak bisa di andalkan, di bawa pun hanya akan menjadi beban tak berguna.
Makanya Ji Lian Hua memilih mengabaikan saja dia, bila urusan selesai.
Ji Lian Hua baru akan kirim surat ke pamannya, untuk cari kandidat pengganti yang lebih layak.
Dan yang paling utama adalah mencari tahu, siapa orang yang merekomendasikan orang tak berguna ini jadi gubernur di Xian.
Yang merekomendasikan nya, juga tidak bisa terlepas dari tanggung jawab ini.
Pejabat pusat tersebut harus di selidiki dengan baik.
Untuk itu Ji Lian Hua akan meminta pamannya Ji Dan untuk menindak lanjuti semuanya.
Keluar dari pintu gerbang kota Ji Lian Hua di temani oleh Yu Ming dan Jendral Qi mereka mulai melakukan perjalanan menuju bukit taring serigala yang menjadi markas kelompok sorban merah.
Pelan tapi pasti mereka mulai memasuki kawasan hutan kabut hijau.
Di sebut hutan kabut hijau, karena hutan itu secara berkala di waktu waktu tertentu akan muncul kabut hijau yang beracun.
Kabut beracun ini, sebenarnya berasal dari kolam kolam sumber mata air beracun, yang terletak di tengah tengah hutan kabut hijau.
Dari kolam kolam beracun ini, airnya saat terkena sinar panas matahari, akan memuai, lalu berubah menjadi uap beracun.
Uap beracun ini saat terbawa oleh angin, akan bergerak menjadi kabut hijau beracun yang menyelimuti hutan kabut hijau.
Jadi waktu paling aman menempuh perjalanan melintasi hutan itu adalah sore hari hingga pagi hari.
Untuk itu kelompok Ji Lian Hua dan pasukannya, saat tiba di mulut hutan kabut hijau.
Mereka semua memilih untuk bersantai sejenak, menunggu hingga sore tiba.
Mereka baru kembali melanjutkan perjalanan memasuki hutan tersebut.
__ADS_1
Tapi baru saja memasuki seperempat bagian hutan tersebut.
Mereka sudah di serang dari segala penjuru.